
“ hahaha, iya iya aku percaya kamu kok, tapi ada hal lain yang ingin aku katakan,”
"Heem, apa?”
“ Tebak, Apa?”
“ aku sedang tidak ingin main tebak-tebakkan kak” jawab Leon malas.
“ Lusa Aku pulang,”
.
.
.
.
“ oh, akhirnya kamu mau pulang ?,” ucap Leon dengan nada datarnya , bukan malah senang tetapi malah bernada sinis , karena yang diketahui Leon selama ini bahwa kakaknya adalah seorang workaholic dan jarang sekali pulang.
“ Hey..hey adikku sayang jangan marah begitu dong ,maaf karena tak bisa menemanimu selama ini , kamu tahu kan pekerjaanku seperti apa ? ,selama ini aku berusaha menstabilkan perusahaan cabang Alvalendra, dan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama,”
“ Hm,” balas Leon dengan gumaman. ‘ Cih , baru ingat dia kalau selama ini tak pernah pulang,'
“ Ya sudah kututup teleponnya , jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa lusa depan,” ucap Erik mengakhiri pembicaraan dengan menutup telepon nya
.
.
.
Seorang wanita terlihat sedang sibuk mengaduk-aduk adonan, Rambu coklat gelapnya di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang jenjang yang putih dan mulus , wajah cantiknya belepotan karena sudah beberapa kali ia mengusap dahinya dengan punggung tangannya yang kotor karena adonan kue.
“ Sedikit lagi ,” ucap wanita itu antusias , ia terlihat serius sekali ketika membentuk adonan tersebut ke dalam cetakan berbentuk lingkaran sedang dengan meratakan adonan tersebut sehingga menjadi cekungan kemudian memasukkannya ke dalam oven.
__ADS_1
.
.
.
Tiingg.
Bunyi oven menyadarkan sang wanita dari aktivitasnya yang sedang membuat vla , wanita itu tersenyum sumringah ketika tahu bahwa adonannya sudah matang
“ Baiklah, sekarang tahap terakhir pelatihan , silahkan hias kue yang kalian buat dengan sebaik mungkin dan yang terpenting adalah rasa dari kue tersebut,” ucap seorang pria berusia empat puluh tahunan itu memerintah .
pria tersebut yang tak lain adalah kepala Pastry chef yang sangat terkenal di seluruh negara .
Semua peserta tersebut berlomba-lomba menyiapkan hiasan tercantiknya , berharap bahwa dirinyalah yang terpilih menjadi Pastry chef baru di toko ini .
Toko yang cukup terkenal di daerah sini. Termasuk wanita cantik bermata coklat bulat bermarga Askanida yang mendaftar sebagai pastry chef di toko ini, yah...walaupun toko itu adalah milik sepupunya sendiri 'Ernest Ann' , tetapi wajib bagi setiap Pastry chef yang baru mendaftar mempunyai keahlian khusus untuk membuat kue.
Queen of cake itulah nama toko kue yang didirikan oleh sepupu Merisa. Toko yang cukup luas dengan lebar kira kira 10 x 10 meter itu menyediakan banyak aneka kue Dessert dari berbagai negara dan menu utama yang paling terkenal di toko ini adalah cheseecake yang berasal dari Amerika serikat dan dikenal sebagai surganya penutup makanan.
Ernest Ann sengaja menambahkan menu terbaik tersebut untuk menarik minat pembeli dan mengembangkan bisnisnya di bidang ekonomi, bahkan ia rela membayar tinggi seorang Pastry chef terbaik yang sudah sering bolak balik ke berbagai negara untuk mempelajari beberapa Dessert kue yang berbeda dan mendapatkan banyak keuntungan dari usahanya tersebut.
.
.
.
“ akhirnya selesai juga, mungkin dengan berendam air hangat otot-otot ku menjadi rileks ,” ucap Merisa sambil berjalan keluar dari Toko kue milik Ernest sambil meregangkan otot-otot bahunya yang pegal karena aktifitas membuat kue memakan waktu yang lama .
Ia menyusuri jalan trotoar yang ramai orang berlalu lalang , malam yang nampak gelap itu tersinari oleh lampu lampu jalanan yang ada di sudut-sudut kota. Merisa mempercepat langkahnya karena tau jam butut ditangannya sudah menunjukkan pukul 8 malam , jarak antara toko kue milik Ernest ke halte bus memakan waktu sekitar sepuluh menit , ia harus melewati gang sempit untuk mempersingkat waktu .
Tetapi sayang nyali Merisa yang tadinya besar akhirnya menciut karena tahu bahwa gang tersebut gelap dan panjang dan hanya ada satu lampu pijar .
“ tidak ada jalan lagi , aku harus segera pulang ,” ia menguatkan tekad untuk menyusuri gang tersebut , persasaan Merisa campur aduk , dan benar saja disana ada tiga pria berbadan tabun yang sedang menghisab rokok mereka dan ada banyak minuman arak yang berserakan di sekitar mereka ,mereka terlihat sedang mabuk.
__ADS_1
Karena pencahayaan yang terbatas membuat Mereka masih tidak sadar akan kehadiran Merisa .
‘ gawat , bagaimana ini ,' ucap Merisa khawatir ia hendak berbalik menuju jalan utama , tetapi suara kakinya terhenti karena Merisa menabrak tong sampah yang ada di dekatnya terjungkal kedepan dan hampir berteriak , salah satu dari pria tersebut menyadari akan sesuatu dan berlarii mendekati Merisa ,
belum sempat berdiri pria tersebut langsung mencengkram pergelangan tangan Merisa erat. Dan membawanya ke arah teman-temannya .
‘ oh my God, oh my God, oh my God , mati aku ,' batin Merisa menjerit
“ lepaskan aku ,” ucap Merisa dengan bergetar.
“ Heh , melepaskanmu , tidak akan,” pria tersebut semakin memperkuat cengkramannya
“ Wah wah mangsa yang bagus ,” ucap salah satu teman pria tadi sambil meneguk arak yang ada di botol tak bermerek . ‘ menjijikkan,' batin Merisa bergidik ngeri, ia berusaha melepaskan cengkraman tangannya .
“ jangan macam- macam , a-aku bisa taekwondo, karate , silat ,dan kalian pasti akan mati,” ucap Merisa berusaha menakuti ke-tiga pria tersebut dan di balas dengan tawa yang mengerikan dari ketiga pria tersebut , ' tawa Leon lebih bagus dari ketiga pria ini ,ya Tuhan tolong aku,'
“ Hahaha , gadis kecil sebaiknya kamu bersikap baik ,temani kami dan buat kami senang malam ini ,” pria tersebut membanting tubuh Merisa ke tembok ,dan mendekat kearah Merisa .
Merisa berusaha berdiri walaupun kakinya berdarah karena menabrak jalanan paving yang kasar dan membuat ancang-ancang untuk menghajar ke-tiga pria tersebut bak seorang taekwondo dengan sabuk hitam .
walaupun tidak tahu harus melakukan apa Merisa berusaha untuk terlihat kuat di depan pria tersebut.
Buakk.
“ Yes , berhasil ,” satu Tendangan tersebut mengenai kepala salah satu pria berbadan tabun tersebut , mungkin karena efek mabuk, pria tersebut langsung oleng dan jatuh ke samping .
Merisa melarikan diri dari kepungan pria tersebut lari dengan sekuat tenaga , ia berlari tertatih tatih walaupun kakinya sudah sangat sakit perih , ia tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi .
" dulu Leon lah yang menyelamatkanku , sekarang siapa yang akan datang untuk menolongku , Leon pun sama sekali tidak tahu keberadaan ku , ya Tuhan bagaimana ini,"
“ Sialan , berhenti kau,” salah satu pria tersebut mengejar Merisa , dan yang satunya lagi mengikuti dibelakangnya sambil membawa sebuah botol bir untuk di layangkan ke arah Merisa . Merisa segera mempercepat langkahnya karena sudah dekat dengan jalan utama .
“ Tolong , siapapun tolong aku ,” teriak Merisa dari kejauhan berharap ada yang mendengar suaranya . Kaki Merisa terasa sakit dan perih ,darahnya semakin mengucur deras.
To be continue ....
__ADS_1
Maaf Lama banget untuk updatenya 🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼😊