
"hiks...hiks.... kenapa kau masih keras kepala? keadaan mu sekarang bahkan hanya untuk berkedip saja kau sudah sangat kesulitan... huuuhuuuhuu~
ucap ibunda rosela yang menangisi suami tercinta. sedangkan Rosela yang masih merasa bersalah juga hanya menangis tersedu dengan mencium tangan sang ayah yang masih tidak mau di ajak ke dokter. sementara itu,
"sebaiknya kita bergegas ke rumah kakek, ntah kenapa aku punya firasat buruk."
/"apa maksudmu?"
"ntahlah, semoga tidak benar. tapi untuk berjaga,... Kevin aku minta bantuan mu, kau telepon ayah, minta beliau menjemput mu, dan sampai kan pada ayah untuk segera kerumah mertuanya."
ucap Karuna seolah sudah menyadari ada yang tidak beres.
pasalnya beberapa saat lalu, ia membaca chat dari ibunya, agar Syakira dan dirinya segera datang ke rumah nenek nya.
baru sampai di depan pintu sudah terdengar raungan tangis kesedihan, dan benar saja sesampainya di sana, Karuna dan Syakira melihat dua sosok wanita yang menangis berbarengan, Syakira yang ketakutan, menggenggam erat tangan Karuna. beberapa pelayan terlihat berdiri dengan kepala tertunduk sedih.
beberapa saat kemudian, Wisnu datang,
"apa yang....?
Tanpa meneruskan kalimatnya, Wisnu langsung memeluk Rosela, di pelukan Wisnu Rosela menangis pilu.
_____________________________________
2minggu setelah kematian sang kakek, seluruh keluarga besar di kumpulkan termasuk kedua orang tua Wisnu, untuk mendengarkan wasiat yang di tulis oleh sang kakek melalui pengacaranya.
"semua sudah berkumpul, apa lagi yang anda tunggu?"
tanya ibu Rosela.
"maaf, apakah nona Karuna Respati juga hadir?"
/"tidak, apakah Karuna juga harus hadir?"
__ADS_1
"ya! menurut wasiat yang di tulis rahimahullah ini mengharuskan kehadiran nona Karuna.
jelas pengacara, tak lama kemudian Karuna dan Syakira hadir di acara orang dewasa itu.
"berhubung sudah komplit, langsung saja saya bacakan wasiat dari beliau.
kepada istri tercintaku, aku minta maaf jika aku meninggalkan mu lebih dulu, namun sepeninggal ku, ku harap kamu mau berdamai dengan putri semata wayang kita, ku tinggalkan harta berupa beberapa mobil , sebuah mansion yang kita tinggali puluhan tahun lamanya ini untuk mu, dan untuk putri ku tersayang, Rosela Wibowo, karena kau sudah menikah, ku harap kau bahagia selalu bersama suami mu, ku tinggalkan perusahaan keluarga kita yang ayah bangun dari 0 ini untuk mu, tapi jika kau dan suami mu bercerai, otomatis seluruh perusahaan ini ku wariskan untuk kedua cucuku Karuna dan Syakira. pengurus resmi pengganti kedudukan ku, CEO di perusahaan CIPTO UTOMO GROUP ku serahkan pada cucu kesayangan ku, Karuna Respati dengan harapan dengan kecerdasan nya, dapat mengembangkan bisnis keluarga dan untuk putri ku hanya berhak mendampingi saja. dan untuk sahabatku, yaitu mertua putriku, aku masih merasa sangat berhutang Budi pada kalian berdua, dan ku harap sebuah pulau di negara A dapat menghibur kalian, aku berharap kalian tetap memperlakukan putri semata wayang ku seperti putri kalian walau mungkin dia bukan menantu di rumah kalian lagi, maafkan aku yang masih meminta lebih. demikian surat wasiat ini, ku buat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun. yang bertanda tangan di bawah ini.
Wijaya Kusuma Wibowo.
"sekian surat dari beliau, dan keputusan ini tak dapat di ganggu gugat."
ucap pengacara memperjelas.
setelah selesai pertemuan itu,
"rose... bagaimana keadaan mu sekarang?"
/"rose baik-baik saja Bu, bagaimana dengan ibu?"
"seperti yang kamu lihat, ibu juga baik-baik saja. ibu sangat menyayangkan keputusan kalian untuk berpisah, padahal ibu sangat menyayangimu,"
/"tak apa bu, ini memang sudah takdir. ya sudah Bu, aku mau menyiapkan makan malam untuk anak-anak."
ucap Rosela yang tak ingin berlama-lama mengobrol dengan ibu mertua nya. padahal di rumah orang tuanya Rosela adalah tuan putri yang sangat di manjakan ayah nya.
"kau lihat?! kau bukan seorang laki-laki! dan sejak kau membawanya pulang kau bukan anak ku lagi!"
/"ma! ini bukan sepenuhnya salah ku! rose duluan yang selingkuh,.."
"alah! dia tak mungkin selingkuh kalau bukan kamu duluan yang memulai! bahkan ibu dengar, anakmu dengan simpanan mu sebaya dengan putrimu dengan Rosela! apa lagi yang mau kau sanggah?!"
"ma, denger dulu..... mah... mamah..!"
__ADS_1
teriak Wisnu yang tak di gubris ibunya.
sementara itu ibu Rosela hanya melihat setiap persilisihan yang terjadi di depan matanya.
"aku tak mengira, kalau kebahagiaan di wajah putri ku kala itu hanya sebuah sandiwara, aku menyesal karena keputusan ku yang memaksa nya kala itu."
ucapnya pada dirinya sendiri, dengan tatapan kosong.
sementara itu di sisi lain,
"wah... runa! kau benar-benar luar biasa! di usia belia begini sudah jadi CEO?! sekarang aku benar-benar iri padamu!"
/"maka lakukan yang terbaik!"
"oh no! aku masih kelas 1, dan aku ingin menikmati kesenangan sebagai mahasiswi biasa, mulai besok Aku pindah sekolah."
/"apa maksudmu?"
"yah, aku hanya ingin tau kemampuan ku, ternyata aku masih lumayan, untuk bisa masuk sekolah keluarga dengan jujur. dan aku berniat pindah sekolah! sekarang aku tak ragu lagi dengan keputusan ini."
jawab Syakira tegas.
"persetan dengan konglomerat! hidup seperti di dalam sangkar, cuih! aku nggak Sudi!"
ucap Syakira yang melangkah kan kakinya ke kamar.
berbeda dengan Syakira, Karuna memilih mengambil tanggung jawab yang di berikan kakeknya.
"pada akhirnya aku adalah pewaris yang kesepian, bahkan saudariku satu-satunya pun akan beranjak pergi dari lingkup kehidupan ku. miris!, nampak sempurna namun hanya berisi kekosongan dan kegelapan."
ucap Karuna sambil memandang getir buku medisnya. seolah Karuna memutuskan untuk mengubur apa yang di inginkan nya.
akankah Karuna melanjutkan meraih impiannya ataukah menjadi CEO sesuai keinginan kakeknya?
__ADS_1