
Riri dan Alex bertemu dengan tokoh desa dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan tradisi desa tersebut.
Riri dan Alex merasa bahwa mereka memerlukan informasi lebih lanjut tentang sejarah dan tradisi desa tersebut agar dapat memahami masalah supranatural yang terjadi di sana. Setelah melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat, mereka dipertemukan dengan seorang tokoh desa yang dianggap sebagai penjaga kearifan lokal.
"Selamat pagi, Pak. Kami ingin meminta bantuan Bapak untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan tradisi desa ini," kata Riri.
"Baiklah, silakan masuk ke dalam," jawab tokoh desa itu sambil mengundang mereka ke dalam sebuah bangunan tradisional yang luas.
Di dalam bangunan itu, mereka disuguhkan dengan minuman teh hangat dan kue tradisional. Sambil menikmati hidangan tersebut, Riri dan Alex mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Kami melihat bahwa ada banyak kejadian supranatural di desa ini. Apakah ada hubungannya dengan sejarah atau tradisi desa yang ada?" tanya Alex.
Tokoh desa itu mengangguk. "Benar, ada keterkaitan antara kejadian supranatural dan sejarah serta tradisi desa ini. Desa ini memiliki cerita tentang keberadaan makhluk supranatural yang sudah turun temurun dipercayai oleh masyarakat desa."
Riri menarik napas. "Bolehkah kami meminta penjelasan yang lebih detail tentang cerita itu?"
Tokoh desa itu mengangguk lagi. "Tentu saja, cerita ini berkaitan dengan sebuah makam tua di desa ini. Konon, makam itu adalah makam seorang raja yang memerintah di daerah ini pada zaman dahulu. Namun, ketika raja itu meninggal, ia meninggalkan kutukan bagi siapa pun yang mencoba mengganggu makamnya."
"Makam itu sendiri seringkali menjadi tempat ritual bagi masyarakat setempat, di mana mereka memberikan persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada raja tersebut. Namun, ada pula yang mengganggu makam itu dan akhirnya menimbulkan kejadian supranatural di desa ini," lanjut tokoh desa itu.
Riri dan Alex memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh tokoh desa itu. Mereka merasa bahwa informasi ini sangat berharga untuk dapat mengatasi masalah supranatural di desa tersebut.
Setelah selesai berdiskusi dengan tokoh desa, Riri dan Alex kembali ke markas mereka untuk merencanakan strategi yang lebih detail untuk mengatasi masalah supranatural di desa tersebut.
Tokoh desa memberikan informasi tentang ritual dan praktik-praktik supranatural yang dilakukan oleh penduduk desa.
Riri dan Alex duduk bersama tokoh desa di sebuah balai desa. Tokoh desa itu bernama Pak Joko, seorang pria yang sangat disegani oleh masyarakat setempat karena kebijaksanaannya dalam memimpin desa tersebut.
"Terima kasih telah menyediakan waktu untuk berbicara dengan kami, Pak Joko," ucap Riri memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Puji Tuhan, saya senang bisa membantu," jawab Pak Joko ramah.
"Kami ingin meminta penjelasan tentang praktik-praktik supranatural yang dilakukan oleh penduduk desa, Pak," kata Alex.
Pak Joko mengangguk mengerti. "Tentu saja, saya siap menjawab pertanyaan kalian. Apa yang ingin kalian ketahui?"
"Kami ingin tahu tentang ritual dan praktik-praktik yang berkaitan dengan makhluk supranatural di desa ini, Pak," jelas Riri.
Pak Joko merenung sejenak, seolah-olah sedang berpikir tentang jawaban yang akan diberikan. "Baiklah," ujarnya akhirnya. "Sebagian masyarakat di desa ini masih mempercayai adanya makhluk halus yang menghuni desa ini. Mereka mempercayai bahwa dengan melakukan sejumlah ritual tertentu, mereka bisa mendapatkan perlindungan dari makhluk halus tersebut."
"Seperti apa ritual itu, Pak?" tanya Alex.
"Ada beberapa jenis ritual, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Salah satu yang paling umum dilakukan adalah dengan menempatkan sesaji di bawah pohon besar yang berada di dekat pemakaman tua di sisi utara desa ini. Sesaji tersebut biasanya terdiri dari nasi, telur, dan kemenyan. Mereka percaya bahwa makhluk halus yang menghuni desa ini akan senang dengan persembahan tersebut dan tidak akan mengganggu mereka," jelas Pak Joko.
Riri mengangguk. "Lalu apa efek dari persembahan tersebut?"
"Beberapa orang mengklaim bahwa mereka merasa lebih aman setelah melakukan persembahan tersebut. Namun, sebenarnya tidak ada bukti yang jelas tentang efek dari persembahan tersebut," jawab Pak Joko.
"Ada beberapa ritual yang lebih kompleks, seperti yang dilakukan oleh kelompok tertentu di desa ini. Mereka mempercayai adanya sebuah arca tua yang tersembunyi di hutan belantara di sisi selatan desa ini. Mereka percaya bahwa arca tersebut adalah tempat tinggal dari makhluk halus yang sangat kuat dan akan memberikan kekuatan kepada mereka yang bisa menemukannya," jelas Pak Joko.
Riri dan Alex saling pandang. Mereka merasa semakin yakin bahwa keberadaan arca tersebut mungkin menjadi penyebab masalah supranatural di desa tersebut.
"Terima kasih atas informasinya, Pak Joko. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang hal ini," ucap Riri.
"Semoga kalian bisa menemukan jawaban dari masalah yang ada di desa kami," ucap Pak Joko sembari tersenyum.
"Kami percaya bahwa makhluk-makhluk supranatural ini telah tinggal di desa kami sejak zaman dahulu kala," lanjut tokoh desa. "Mereka biasanya dipersembahkan dengan berbagai jenis persembahan, seperti dupa, bunga, atau makanan. Tapi, saya tidak yakin apakah praktik-praktik tersebut masih dilakukan oleh masyarakat sekarang."
Riri mengangguk mengerti. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan meminta bantuan ahli supranatural untuk mengusir makhluk-makhluk ini dari desa Anda," katanya.
__ADS_1
Alex menambahkan, "Kami juga akan berusaha untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat setempat tentang bahaya dari praktik-praktik supranatural yang tidak sehat ini."
Tokoh desa menyetujui usulan mereka dan memberikan informasi tambahan tentang lokasi-lokasi di desa yang diyakini menjadi tempat tinggal atau tempat berkumpul makhluk-makhluk supranatural.
Riri dan Alex sangat bersyukur karena akhirnya mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah di desa tersebut. Mereka berterima kasih kepada tokoh desa dan tim mereka kembali ke markas untuk memulai rencana aksi mereka.
Setelah tiba di markas, Riri dan Alex memimpin pertemuan dengan tim mereka. Mereka menggabungkan semua informasi yang mereka dapatkan dari penjelajahan di desa dan pembicaraan dengan tokoh desa. Mereka menetapkan rencana aksi yang rinci dan membagi tugas-tugas di antara anggota tim.
Riri: "Baiklah, setelah kita mengumpulkan semua informasi dari penjelajahan di desa dan pembicaraan dengan tokoh desa, saya pikir kita perlu menetapkan rencana aksi yang jelas untuk mengusir makhluk supranatural di desa tersebut. Ada yang punya ide?"
Alex: "Menurut saya, kita perlu melakukan pembersihan di rumah-rumah yang diyakini menjadi tempat tinggal makhluk supranatural. Kita bisa membakar dupa dan menggunakan mantera untuk mengusir mereka."
Riri: "Saya setuju dengan ide itu. Tapi, kita juga harus memikirkan tentang cara untuk memastikan bahwa makhluk tersebut tidak akan kembali lagi ke tempat tersebut."
Maggie: "Mungkin kita bisa menanamkan beberapa tanaman tertentu di sekitar rumah-rumah itu. Ada beberapa tanaman yang diyakini dapat mengusir makhluk supranatural."
Riri: "Saya suka ide itu. Apa yang kamu pikirkan, Dito?"
Dito: "Saya pikir kita juga perlu melakukan pembersihan di sekitar makam-makam tua di desa tersebut. Kita bisa membersihkan bekas-bekas ritual yang dilakukan oleh penduduk setempat, dan menanamkan beberapa tanaman yang dapat mengusir makhluk supranatural di sekitar area tersebut."
Riri: "Bagus. Jadi, kita memiliki dua fokus utama: membersihkan rumah-rumah dan area makam. Bagaimana dengan bantuan medis dan pembangunan jalan?"
Alex: "Kita bisa melakukan itu setelah kita menyelesaikan pembersihan di rumah-rumah dan area makam."
Riri: "Saya setuju. Mari kita buat daftar tugas untuk masing-masing anggota tim dan mulai bekerja."
Maggie: "Tapi, kita juga perlu memikirkan tentang keselamatan kita sendiri. Makhluk supranatural itu bisa sangat berbahaya."
Dito: "Kita bisa mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan yang diperlukan, seperti lilin, dupa, dan mantera untuk melindungi diri kita."
__ADS_1
Riri: "Bagus. Mari kita persiapkan semuanya dengan baik. Kita akan memulai tindakan besok pagi."
Setelah mereka menetapkan rencana aksi yang rinci dan membagi tugas-tugas di antara anggota tim, mereka mulai mempersiapkan diri dengan baik untuk mengusir makhluk supranatural di desa tersebut.