
"nenek"ucap queen setelah bangun melihat nenek ada di sebelahnya.
"kenapa nenek ada di sini?"
"eh queen kamu sudah bangun.ini aku bawain kamu makanan"Feliks masuk sambil membawa makanan dan jus.
"lik.kamu jaga queen dulu ya?nenek mau keluar sebentar"ucap nenek beranjak pergi ke luar dari kamar queen.
"queen kamu makan dulu ya?"ucap Feliks sambil memegang piring yang berisi makanan.queen membalasnya dengan anggukan.feliks menyendok makanan ke dalam mulut queen.
"hemm..haa.."queen mengeluarkan angin dari mulutnya agar mulutnya tidak merasakan panas lagi.
"eh..eh..kenapa?panas ya?maaf ya,aku lupa niup makanannya?"ucap Feliks sambil mengipasi mulutnya menggunakan tangannya.
"iya gak papa"
Feliks menyendok makanan dan meniupnya hingga makanan itu dingin."Aa..?"Feliks memperagakan mulutnya agar queen membuka mulutnya.
"nah gitu dong.gimana makanannya?enak?"
"heeh"ucap queen mengangguk sambil mengunyah makanannya.
"liks.kamu bisa gak rubah ekor aku jadi kaki?aku kangen mau menapakkan kaki ku ke tanah"
Feliks tersenyum tanda queen boleh menggunakan kakinya.feliks merubah ekor queen menjadi kaki.queen senengnya bukan main,tiba-tiba seseorang masuk ke kamarnya queen.
"nenek"muka queen cengo melihat nenek masuk melihat ekor queen berubah menjadi kaki.
"Aduh gimana ini?kenapa nenek bisa masuk.gw bego banget sih!kenapa pintunya gak gw kunci"gumam queen dalam hati.
"tenang queen.kamu gak perlu panik.nenek udah tau semuanya tentang kamu kok"ucap Feliks dari belakang queen sambil memegang kedua pundaknya.
"apa?nenek udah tau?"ucap queen sambil melihat ke arah Feliks.
"heeh.emangnya kenapa?kamu kaget ya?"ucap Feliks hanya tersenyum melihat ekspresi queen.
"iya nenek udah tau kok"ucap nenek sambil mengunci pintu kamar queen.
"lain kali,kalo mau merubah ekor kamu menjadi kaki.jangan lupa kunci pintu kamu"ucap nenek melihat ke queen.
"iya nek.queen minta maaf?"ucap queen sambil
"oh iya queen.ini nenek ada hadiah buat kamu sebelum kamu pergi meninggalkan istana ini"ucap nenek sambil memberikan kotak yang sangat klasik yang terbuat dari kerang.
queen membuka isi kotak kerang itu dan ternyata itu isinya kalung yang sangat indah yang terbuat dari mutiara merah."ini bangus banget.."ucap queen terkagum melihat kalung merah yang diberikan oleh nenek.
"kamu suka?"ucap Feliks Melihat ke queen.
"Suka.suka banget malah.. makasih ya nek"queen memeluk nenek dengan sangat erat.
"iya sayang-nya nenek"
"kapan kamu mau mengantar queen?"ucap nenek sambil melihat ke Feliks.
"Besok nek.feliks sama queen akan pergi pagi-pagi..agar tidak ada orang yang curiga kemana kita akan pergi"ucap Feliks.
"baik lah.kalo begitu kalian hati-hati ya?jangan sampai ketahuan oleh siapa-siapa termasuk ayah kamu!"ucap nenek.
__ADS_1
"iya nek"
"sekali lagi makasih banyak ya nek udah mau bantu queen untuk mencari bundanya queen!"ucap queen sambil tersenyum haru melihat kebaikan neneknya Feliks.
"iya sama-sama"ucap nenek sambil memegang pipi queen yang mulus and lembut.
Pagi-pagi sekali queen bangun sambil merapikan kamarnya."queen..stt.."ucap Feliks berbisik sambil mengetuk pintu kamarnya queen dengan sangat pelan.
queen membukakan pintu kamarnya melihat Feliks sudah rapih membawa barang entah apa yang ia bawa.
"iya sebentar"
Mereka pergi dengan diam-diam sambil melihat kondisi penjaga yang bertugas pada gerbang istana."ayo?"ucap Feliks mengajak queen keluar dengan cara diam-diam.
mereka sampai di tempat di mana Feliks Menemukan queen.tetapi di sana tidak ada mayat yang mirip dengan bundanya.
"sudah tidak ada mayat lainnya queen"ucap Feliks melihat ke sekeliling.
"lalu di mana bunda kalo begitu lik?"ucap queen sedih.
"aku juga gak tau queen.kamu yang sabar ya!aku janji akan temani kamu sampai ketemu sama keluarga kamu,walau itu membahayakan nyawaku sendiri..aku akan tetap menjaga kamu"ucap Feliks sambil memeluk queen yang sedang menangis.
"ka..karena aku sayang sama kamu.aku cinta sama kamu queen"ucap Feliks dalam hati.
"kalo begitu kita cari di bantaran laut.pasti mereka ada di sana"ucap queen.
"apa? Bantaran laut?"Feliks terkejut mendengarnya.
"iya.memangnya kenapa?kamu gak bisa nganterin aku ke sana?"
"yaudah kalo kamu gak bisa.aku ke sana aja sendiri"ucap queen sambil meninggalkan Feliks.
"queen.."
"gak.gw gak mungkin ninggalin queen sendirian.lagian juga gw udah janji sama diri gw sendiri sama nenek juga.kalo gw bakalan jagain queen sampai kapan pun"ucap Feliks sambil mengejar queen.
"queen tungguin!"
mereka sampai di bantaran laut.mereka melihat banyak sekali orang yang mencari korban yang terjatuh dari kapal Titanic yang jumlahnya sangat banyak."queen..queen kamu mau ke mana?"ucap Feliks sambil menarik tangan queen.
"aku mau ke sana"
"gak.kamu gak bisa seenaknya ke sana.nanti yang ada orang-orang di sana curiga dengan kondisi kita.kamu gak maukan kalo orang-orang tau lihat kaki kamu berubah menjadi ekor ikan.bisa-bisa kamu di bawa oleh mereka."
"tapi bagaimana dengan kondisi bunda?"ucap Queen kesal.
"kita akan merubah ekor kita menjadi kaki dulu habis itu kamu pegang pelampung ini,biar orang gak terlalu curiga sama kita."ucap Feliks sambil memberikan pelampung ke queen.
"Lihat di sana ada orang"ucap tim SAR sambil berteriak.
"iya.mungkin mereka yang selamat dari kapal Titanic ini"ucap temannya.
"yaudah kalo gitu kita bantu."ucap tim SAR.
mereka berdua di evakuasi ke atas perahu karet yang mereka gunakan."apa kalian tidak apa-apa?"ucap seseorang yang sedang mendayung.
"bagaimana dengan bunda saya pak?bunda saya tidak ada di bawah laut sana pak!"ucap queen sedih.
__ADS_1
"ha?bawah laut?"
"ahh.. maksud teman saya di laut sana tadi pak"ucap Feliks.
"ohh..di laut tadi"
"pak"
"iya?"
"apa bapak atau teman bapak lainnya menemukan wanita tidak terlalu tua, rambutnya segini terus pake baju biru?"ucap queen sambil memperagakan rambut bunda nya yang rambutnya sepanjang pundak.
"wah saya kurang tau neng.soalnya banyak mayat yang berbaju biru dan berambut pendek.seperti yang di maksud Eneng"ucap tim SAR.
"kalo gak nanti kita ke tempat di mana mayat-mayat di evakuasi.nanti biar saya antarkan ya?"
"iya terimakasih kalo begitu ya pak?"ucap queen senang.
"iya sama-sama neng".
Di istana.Bianca bertemu dengan ayahnya Feliks."yah.apa ada Feliks?"
"emhh..ayah juga belum lihat Feliks.mungkin dia masih di kamarnya."
"aku Samper ke kamarnya ya yah?"ucap Bianca.
"iya.iya sana"
"ibu sudah minum obat?"ucap pak Daniel sambil melihat ke arah ibunya.
"sudah.."
"YAHH.."Ucap Bianca.
"kamu kenapa sih Bianca teriak-teriak.gak sopan banget di rumah orang teriak-teriak!"ucap nenek kesal.
"maaf nek.yah."
"ada apa ca?"
"yah.bianca liat di kamar feliks.feliks gak ada.di kamar queen.queennya juga gak ada."
"apa?Feliks sama queen gak ada?"ucap pak Daniel sambil beranjak pergi ke kamar mereka berdua.
"Apa mereka berdua kabur dari istana?"ucap Bianca.
"tapi buat apa Feliks kabur dari istana?"ucap pak Daniel tak percaya.
"pasti gara-gara wanita itu yah"
"siapa?Queen?"
"iya siapa lagi kalo bukan dia.dia juga gak ada di kamarnya."
"sialan.yaudah kalo begitu kita cari di istana tempat tinggal wanita itu"ucap pak Daniel kesal.
BANTU LIKE AND KOMEN...
__ADS_1