Married With Ketua OSIS

Married With Ketua OSIS
Ep 3


__ADS_3

Happy reading guys!!


Zahra tertawa geli "iya juga sih"


"Ya ampun kayak gak tau aja. Orang baru pertama kali kenal mah masih malu-malu. Tapi nanti kalo udah kenal lama bisa malu maluin" jelas Silvi.


Zahra tertawa geli "iya juga sih"


***


Zahra bersyukur karena, baru pertama masuk sudah mendapatkan sahabat seperti mereka. Ya mereka sudah bersahabat karena merasa cocok satu dengan yang lain.


***


Saat sedang mendengarkan arahan dari anggota OSIS, tiba tiba ada yg menepuk pundaknya. Lantas Zahra pun menengok ke belakang, dan ternyata dia adalah laki-laki yang tadi tidak sengaja menabraknya.


Saat dia ingin berbicara sudah dipotong oleh dia.


"ikut gw!" perintahnya


Dan mau tidak mau Zahra harus mengikutinya karna dia sudah ditarik menjauh dari kerumunan peserta MOS yang lain.


Zahra tidak tau akan dibawa kemana, tetapu di tengah jalan ia meronta untuk dilepaskan karna cengkraman nya terlalu kuat dan meninggalkan rasa sakit.


Sebenarnya bisa saja ia melawan manusia es didepannya ini. Tetapi mengingat dirinya yang masih berstatus sebagai murid baru apalagi dia adalah junior yang baru masuk ke sekolah ini.


Ia tak ingin namanya tercoreng hanya karna masalah sepele seperti ini. "Eh, lepasin tangan gw!" tinta Zahra


Tidak ada jawaban dari cowok itu. Ia terus berjalan dengan menggandeng, lebih tepatnya menarik tangan Zahra secara paksa.


"Lo mau macem macem ya sama gw?" tuduh Zahra.


"Bisa diem gak?" ucapnya dingin.


"Eh Lo mau bawa gw kemana?" tanya Zahra dengan nada tinggi.


Dia pun berhenti dan otomatis Zahra juga ikut berhenti dan menabrak punggung laki-laki itu.


"Aww... ishh lo kalo ngerem bilang dong jangan mendadak gini!"omel Zahra.


"Lo udah gelas 10 menit dan Lo harus kena hukuman" ucapnya tegas.


"Emang Lo siapa? lo guru disini hah?! Main kasih hukuman seenak jidat Lo aja" sahut Zahra


"Gw emang bukan guru disini, tapi gw ketua OSIS di sini. jadi gw berhak kasih hukuman untuk murid baru yang terlambat mengikuti MOS" jawabnya sambil menekan kata 'ketua OSIS'


"******, mati gw" batin Zahra.


"udah ayo cepat jalan" ucapnya sambil menarik tangan Zahra.


***


sekitar 5 menit akhirnya mereka sampai juga di gedung penyimpanan alat-alat olahragadi SMA ini.


"Bersihin" perintahnya.


"what??!! Gw bersihin gudang ini, gk salah?" kaget Zahra.


"gak usah protes. cepetan bersihin gk pake lama" balasnya datar.


"iya iya sabar Napa sih" sahut Zahra tak terima.


"gw bakal awasin Lo disini, supaya Lo gk kabur dari hukuman Lo" ucapnya sambil bersandar di tembok.


"hmm" Dan hanya dibalas deheman oleh Zahra.


***


saat membersihkan meja tenis, Zahra berteriak histeris, karna melihat ada kecoak disana

__ADS_1


sedikit info gadis ini sangat takut kelada kecoak. padahal jika dilihat dari cara berpakaiannya, ia nampas seperti tidak takut dengan apa pun. termasuk kepada cowok yang sedang mengawasinya saat ini.


"Aaaa...." teriaknya dan ia tak sengaja memeluk cowok yang ada di sampingnya itu.


Dan setelah merasa aman ia mendongak kepalanya, seketika pandangan mereka bertemu.


"cantik" batin cowok tersebut


"ganteng" batin Zahra


setelah sadar cowok itu langsung melepaskan pelukan mereka.


"Ngapain Lo peluk gw?" ucapnya sinis


"idih pede bgt sih lo, orang tadi ada kecoak" jawap Zahra.


"hmm" guamannya


"dasar es batu" ejek Zahra.


"Ngomong apa lo barusan?" tanya cowok itu dengan tatapan tajam.


"Me??" ulang Zahra sambil menunjuk dirinya sendiri


"hmm"


"gw gk ngomong apa apa tuh" balasnya.


"oh"


"percuma ganteng kalo sikapnya aja kayak gini, huh!" batin Zahra kesal


***


setelah selesai membersihkan gudang Zahra berniat pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman. Namun, ada tangan yg mencengangkan pergelangan tangan Zahra. saat ia menoleh ternyata cowok tadi.


"bukan urusan Lo!" jawap Zahra judes.


"mau kemana??" tanyanya lagi.


"kantin" jawap Zahra pasrah.


"siapa yang suruh?"


"gak ada" lalu Zahra pergi begitu saja.


saat ingin keluar dari gedung ada yang memanggilnya.


"Tunggu" ucapnya.


Dai adalah cowok yang memperkenalkan diri sebagai ketua OSIS tadi.


"Apalagi sih, itu gedung udah gw bersihin" sewot Zahra.


"masih ada lagi" ucapnya.


"apa? gak salah? Lo kira-kira dong kalo kasih hukuman. gak berperikemanusiaan banget sih Lo, Udah tau yang dikasih hukuman itu cewek tapi malah kasih hukuman banyak bgt" protes Zahra.


"Udah diem atau gw tambah lagi!" lantas cowok itu menyeret Zahra menuju lapangan dimana tempat MOS di laksanakan.


"Eh, ngapain Lo bawa gw kesini?" tapi ucapannya tak digubris sama sekali.


Lalu cowok itu naik panggung dan berbisik kepada temannya


"lo turun dulu, gw mau kasih dia pelajarang" ucap cowok itu sambil menunjuk Zahra dengan dagunya.


"ok, jangan parah parah tapi"


"Naik!" perintahnya

__ADS_1


"gw?" tunjuk Zahra pada dirinya sendiri.


"hm". hanya dibalas deheman saja. Dan Zahra langsung menarik tangan menuju podium.


Di atas podium perusahaan Zahra tidak karuhan. Antara gugup, takut, dan malu semua bergabung menjadi 1. Bagaimana tidak?? bayangkan saja jika hari pertama MOS kalian sudah membuat kesalahan. Dan hukumannya harus naik keatas podium bersama ketua OSIS nya langsung. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


***


Dilain tempat


"Eh Liv, itu bukannya Zahra ya?" Tanya Silvi


"mana??" tanya Oliv


"Itu diatas podium sama kak Niko, ketua OSIS yang mukanya kayak es" jawap Silvi


"iya, betul tu dia Zahra" timpal Cinta


"Perasaan dia tadi disamping gw deh, kok sekarang udah disana aja" heran Oliv


""Dia gak sengaja bikin salah kali, makanya sekarang lagi dihukum" ucap Silvi


"Bisa jadi tuh" timpal Cinta


"kayaknya iya sih, soalnya tadi dia telat gitu" ucap Oliv.


"Malangnya nasibmu nak" ucap cinta dramatis


"Alay" cibir Oliv dan Silvi bersamaan


"Tapi menurut gw Zahra beruntun tau" Ucap Cinta sambil senyum-senyum tidak jelas


"Dari mana??" tanya Oliv sambil menaikkan satu alisnya.


"Ck, ya iyalah beruntung. kan Secara tidak langsung dia bisa dekar sama kak Niko, Ya walaupun itu karna sebuah hukuman. Tapi menurut gw sih gak papa. malahan si Zahra harusnya seneng dan banggal" jelas Cinta


Sontak saja Oliv dan Silvi menonjok pelan kepala Cinta. Mereka berdua tak habis pikir dengan jalan pikiran Cinta.


"Ih, kok kelapa gw ditunjok sis Liv, vi?" tanya Cinta sebel


"Lo sih jawapannya ngawur semua. Yang ada kasihanilah di Zahra. Dia pasti lagi malu banget karna sekarang semua arah pantangan menuju ke dia" jawap Silvi


"Bener tuh, sedangkan kita disini malah enak-enakan duduk, walaupun masih dijemur. tambah Oliv


"Serah kalian deh"


"Yang dibelakang bisa diem atau tidak!?" ucap suara dari atas podium


Sontak Oliv, Silvi, Cinta diam karena takut ditatap seperti itu oleh senior mereka. Sedangkan Zahra, ia terlihat seperti meminta bautuan kepada ketiga sahabat barunya untuk menolongnya dari manusia es disampingnya ini. Tapi ketiganya menggelengkan kepala pertanda tidak tau bagaimana cara agar dapat menolong dirinya.





*****Maaf ya kalo ceritanya jelek dan mohon dimaklumi jika ada kesalah dalam ceritanya baru pertama kali buat soalnya 😅 ✌️


Jangan lupa like dan komen 😘


kalau suka jangan lupa tambahkan kedalam favorit 😘


agar author lebih cepat up✌️


see you again ✨*****


Bonus


__ADS_1


__ADS_2