Masa Masa Absurd Di Sma

Masa Masa Absurd Di Sma
karna kartu nama


__ADS_3

"may"


"yes, you called me?"tanya May [ manggil Mey juga bisa ] dengan sopan


"gausah pakek bahasa inggris may, indo aja, sesama mahasiswa rantauan yekan"


"hm"


"may?"


"ya kenapa?"


"katannya lo mau ketemuan ma sean,gw tau dari estelle, sean mana?"


"ke paulete"


"hah, paul, pa, paulete?"tanya Rain terbata bata


"hem.... paulete, anak angkat professor alex"


"lo cemburu?"tanya Rain yang mendekatkan kepalannya ke telinga May


"ihhhh, nggak ya, gw tuh ma sean cuma temen, ngapain cemburu"elak May yang memalingkan muka


"serius?"


"iya... set dah"


"yaudah... ngopi yuk"ajak Rain sambil menarik May yang pasrah


{ sekilas info, Rain, May dan Sean adalah sahabat lama dimana mereka itu ialah teman dari SD May dekat dengan Rain seperti Key dekat dengan Galang }

__ADS_1


*****


"key.... nongkrong yuk"ajak Galang saat di parkiran motor


"sorry, ayok"Key memakai helmnya dan langsung, Gas slur


Mereka berdua mengendarai motornya tanpa beban sampai disuatu pertigaan motor mereka dihentikan oleh sebuah mobil [ yang pasti bukan lamborgini bukan avansa ].


Key dan Galang memberhentikan motornya, membuka helmnya dan melihat siapa yang berani memotong jalan mereka.


"Keyfannya ya?"orang itu berpakaian anak sekolahan seperti biasannya dengan ransel merah dan buku ensiklopedia yang ada di tangannya


"kemarin bukannya saya sudah kasih kamu kartu nama?"yap orang itu ialah Refan.


Key tersenyum smirk sambil menundukkan muka, tak lama gadis itu langsung menatap sengit orang didepannya.


《kek kain pel》_batin Galang yang hanya diam


"saya sehat dan motor saya masih baik baik saja, saya kira kalau tabrakan tanpa sengaja kemarin bukan salah anda, dan buat apa anda perduli sampai nyari saya seperti ini?"tanya Key dengan bahasa formal


Refan menarik nafasnya dalam dalam.


"disetiap kartu nama saya... terpasang GPS tak kasat mata, jadi saya tau kamu mau kemana saja ketika kamu masih memegang kartu nana itu"


《buset, canggih》_batin Galang yang masih diam


"saya rasa anda sibuk tuan, dan saya ada urusan kencan dengan teman saya ini sekian ya, saya baik baik saja"Key memakai helmnya dan memukul pelan punggung Galang


《kencan? ni anak mau jadi pelakor?》_batin Galang yang bingung kek cacing dongo


《sial》_batin Refan yang masih diam ditempat

__ADS_1


Key melajukan motornya sampai basecamp ( ditengah jalan itu kartu nama udah dibuang! ).


"huft capek"Key membuka helmnya dan menyeka keringatnya


"pak, es teh satu"


"siap neng"


"key!!!!!!"Galang mengeprak meja


"kenapa lo??"Key menautkan alisnya sambil menatap sengit sang lawan bicara


"maksud lu tadi apa beleng, kencan? kencan model apa? lo mau jadi pelakor? gaada gaada gasudi gue punya bini kedua kek elu"Key dengan tanpa ragu langsung memukul kepala Galang dengan keranjang roti


"ngomong disaring dikit kek, heran gue... emak lu dulu ngidam apasih"Galang yang masih mengusap usap kepalannya menatap Key dengan tajam


"sakit ogep!"


"makannya ngomong disaring dulu dongo"Key kembali dengan rasa kesal yang  amat amat mendalam


*****


 Sejak awal kelas dimulai Vero tak henti hentinya tersenyum aneh, mengingat perempuan bernama Aleya itu membuatnya hilang akal.


 Ia berulang kali harus disembur dosen karna ulah sang gadis itu. ( cie kepikiran )


"ver, kenapa lo?"tanya Dion, teman Vero


"eh.... gak, gue ga papa"


"kesemsem gadis hukum lo ya?"ejek Dion tanpa perasaan

__ADS_1


"gile lu, gue kesemsem cewek seni... bukan hukum"disela sela ucapannya Vero memukul Dion dengan gemas


"hahaha, cowok laknat kek elu masa bisa dapetin cewek seni sih? heran gue"ejek Dion yang membuat Vero jleb


__ADS_2