Mau cerita apa hari ini?

Mau cerita apa hari ini?
pantai


__ADS_3

sepanjang perjalanan tidak ada yang berani memulai pembicaraan, Kayla pun menikmati perjalanan nya ini, kapan lagi bisa merasakan ini.


'sepi amat nih perjalanan, tapi gue gengsi kalo mulai duluan, masa iya cowok duluan' batin Ken


"Kay, jadi nya kemana nih?" tanya Ken basa basi agar tidak sepi perjalanan nya


"ya mana gue tau"


"lah gimana sih, trus ini mau kemana?"


"terserah!"


"yang bener jangan terserah!"


"yang maksa jalan siapa?"


"salah nya mau!"


"kalo gak mau lu cabul njing!"


"dikit doang, paleng nyicip nyicip aja"


"di kira gue cewe apaan nyicip nyicip" ucap Kay sinis


setelah berdebat lama akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan nya.


"Sampai, turun!"


"hm"


setelah turun dari motor, Kayla pun segera berlari menuju bibir laut atau pantai tanpa menunggu Ken.


"huh, bisa juga nikmatin suasana kek gini ternyata, tapi kalo bareng keluarga pasti lebih berwarna" lirih kayla mengingat keluarga barunya itu. walaupun toh kehadiran dia tak di anggap.


"afffah iyahhh?" ledek Ken saat sudah berada di samping Kayla

__ADS_1


Kayla pun melanjutkan kegiatan nya menyusuri pantai Sambil bermain ombak dari kejauhan, jadi tidak terlalu basah pakaian yang dia kenakan.


"kemana lagi sih tu anak" ucap Ken Karna selalu kecolongan Dengan hadir nya Kayla.


Ken pun mengejarnya dari belakang agar bisa menyamakan langkah kau Kayla itu.


"suka nggak?" tanya Ken


"suka, pantai nya"


"bukan itu!"


"terus apa?"


"suka nggak sama gue?"


"jangan kan Suak tertarik aja enggak"


"njirrrr, sakit hati guee" ucap Ken dramatis


"duduk sama aja yok" ajak Ken


"yaa"


"hmm, Kay menurut Lo keluarga itu gimana?"


"gak tau, kenapa lu tanya gue?"


"yaaa kan gue minta masukan menurut Lo"


"pertanyaan lu yang salah gimana gue mau jawab, keluarga aja gue nggak punya"


"trus ayah sama ibu lu itu gak lu anggap?"


"bukan gue yang anggap mereka tapi mereka yang nggak anggap gue"

__ADS_1


tanpa sadar air mata Keyla keluar dan menggenang di pelupuk matanya hingga tak bisa tertampung lagi, kayak segera mengusap air mata nya yang jatuh di pipi.


"cengeng lu gitu aja nangis!"


"biarin!!, kalo gue cengeng emang lu mau apa?"


"mau peluk"


"tapi gue gak mau!"


"harus mau dong, pelukan kan bisa menghangatkan badan dan membuat hati lebih tenang"


"dih!"


"kay, lu mau punya orang tua yang sayang sama lu, saudara yang saling menyayangi satu sama lain?"


"ya mau lah, impian gue banget"


"lu bisa kok sering sering main kerumah gue kalo pas pulang sekolah"


"hah?, ngapain gue ke rumah elu, mau ngapain juga?"


"ya main lah dari pada di rumah suntuk gak ada hiburan apa apa"


"gak deh makasih sungkan aku sama ayah dan ibu mu"


"yaelah, ngapain juga natu deh aku kenalin pasti langsung akrab kalian"


"tapi salah gak sih kalo aku sebagai anak perempuan minta perhatian sama ayah ku sendiri"


"enggak kok, lagi pula kan ada yang bilang bahwa cinta pertaman anak perempuan itu kan ayah nya sendiri"


"iya menurut mereka anak perempuan yang di sayangi sama ayah nya, justru ayah lah luka pertama ku. gak busa gitu nego sama tuhan buat bikin hidup gue berubah?"


"Kay gak usah aneh aneh deh, setiap manusia itu sudah ada garis takdir nya masing masing, kenapa kok tuhan kasih ujian hidup lu kayak gini? bearti tuhan tau kalo lu bisa menghadapi nya. bearti lu di jadikan cewek tangguh bukan cewek menye menye" ucap ken panjang lebar

__ADS_1


__ADS_2