
bulan nya di percepat saja ya
jam 10:00
chava sudah selesai ujian tinggal nunggu kabar dia lulus atau tidak
di sisi lain pak ustadz nasehatin gus yang masih tidak bisa menjaga pandangan nya
"Gus kalau memang tidak bisa menjaga pandangan Gus dan kalau Gus sudah benar-benar jatuh cinta dengan chava.mending lamar chava" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
"maaf pa karena Gus sudah tidak bisa menjaga pandangan gus.gus mau lamar chava tapi Gus masih ragu pa" ucap gus
"ingat kesempatan hanya datang sekali bukan dua kali.nanti chava nya di ambil orang" ucap pak ustadz ngeledek (papa nya Gus)
"pa apa boleh kalau Gus lamar chava?,tapi nikah nya nanti kalau chava lulus" ucap gus
"boleh kok.menikah kan orang yang kamu cintai itu hak kamu gus" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
setelah berbincang-bincang Gus dan kedua orang tua nya ke rumah chava.btw habis ujian semua santri di suruh pulang jadi chava pulang ke rumah nya
tok tok tok~
"assalamualaikum" ucap pak ustadz
"walaikumsalam siapa?" ucap chava
"eh pak ustadz,bu ustdzah.silahkan masuk pak,Bu" ucap chava yang Salim ke pada pak ustadz dan Bu ustadzah
"siapa nak?.eh pak kyai,Bu ustadzah.ada apa ya kemari?,tumben sekali" ucap mama nya chava yang Salim ke pak ustadz dan Bu ustadzah
"ma pak ustadz nya di bawa ke ruang tamu dulu aja jangan sambil berdiri,gak enak" ucap chava
"ayo pak,Bu ke ruang tamu" ucap mama nya chava yang pergi ke ruang tamu
di sisi lain chava dan Gus sangat canggung
"assalamualaikum pagi gus" ucap chava yang memulai pembicaraan
"walaikumsalam pagi juga" ucap gus
"silah kan Gus ke ruang tamu" ucap chava yang masih menunduk
"ya silahkan duluan saja" ucap Gus
dan chava langsung ke ruang tamu di ikuti dengan gus
"jadi gimana chava mau tidak?" ucap pak ustadz
"maaf pak ustadz mau apa ya?" ucap chava
"mau menerima lamaran dari Gus tidak?" ucap pak ustadz
"Gus silahkan duduk" ucap mama nya chava
"ya Tan terima kasih" ucap gus
"Gus lamar saya?.ma,pa" ucap chava
"terima saja nak kalau kamu siap" ucap papa dan mama nya chava
"hmm baik lah.atas ijin allah saya menerima lamaran gus" ucap chava
"benarkah?" ucap Gus kaget
"cie gus bahagia nih lamaran nya di terima chava" ucap pak ustadz
"apa sih pa" ucap gus
"benar kok chava Nerima lamaran gus" ucap chava
akhir nya Gus memasukkan cincin lamaran nya ke jari manis chava
"cie bestie akhir nya wujudan lu terkabul juga" ucap bela
"dih apa sih lo" ucap chava yang memukul pantat bela
"cie belum boleh pelukan" ucap bela ngeledek
"dih bodo amat.iri ya bos?,maka nya cari jodoh nya dong.oh ya jodoh nya kan adik gus" ucap chava ngeledek bela
"maksud chava apa?,dia suka sama azka?" ucap gus nunjuk bela.dia tidak menatap wajah bela dia hanya menatap wajah calon istri nya
"bohong Gus,jangan percaya omongan chava" ucap bela
"dih emang kenyataan nya sih" ucap chava
"nanti kalau Azka nya sudah siap Gus suruh dia lamar bela" ucap gus
"dih kok gitu Gus?,kalau Gus Azka tidak mau gimana?" ucap bela
"tidak mungkin kalau dia tidak mau.dia saja suka sama bela juga" ucap gus
"demi apa Gus?,bohong.pasti Gus bohong" ucap bela
"Azka memang benar suka dan cinta bela,dia mau lamar bela tapi dia ragu" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
"hahahaha angjay bela" ucap chava keceplosan ngomong kasar
"eh ngomong nya" ucap gus
"h-hah?,oh ya lupa.maaf gus" ucap chava
"hahahaha sukurin di marahin Gus" ucap bela ketawa kecil
"lain kali kalau ngomong yang benar" ucap gus
"ya gus,yaelah.nasib punya calon suami seorang gus" ucap chava
"emang kenapa nasib nya kalau punya calon suami seorang Gus?" ucap gus
"ah gak gapapa" ucap chava
"hahahah takut sama Gus ya Lo?" ucap bela
"takut di terkam" ucap chava
"ya tidak mungkin Gus seperti itu *masyaallah cantik,belum halal sepenuh nya.nanti kalau udah halal sepenuh nya baru" ucap gus
"dih gus nanti gak ada kata jatah.chava masih muda belum ingin punya anak" ucap chava
"ya tenang saja.nanti kalau chava sudah siap baru langsung terkam" ucap gus
"eh belum nikah sudah ngomongin malam pertama saja" ucap pak ustadz
"tau tuh gus" ucap chava
"dih kok Gus sih?" ucap Gus
"bodo amat wlee" ucap chava yang langsung duduk
__ADS_1
waktu begitu cepat sekarang sudah jam 12:00
chava pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan pergi sholat bareng bersama kedua orang tua Gus dan mama, papa nya
"ayo sudah siap semua nya?" ucap pak ustadz
"sudah pak ustadz" ucap chava dan bela
30 menit kemudian
chava Baru selesai sholat dan hafal surat
"betapa masyaallah nya calon istri kamu nak" ucap Bu ustadzah
"hahaha ya ma" ucap Gus yang sedari tadi melihat chava
"apa ada yang salah Gus?" tanya chava
"tidak.kamu begitu masyallah" ucap gus
"terima kasih gus" ucap chava
"ya sama-sama" ucap gus
"sudah selesai sholat dan hafal surat nya?,ayo makan ke ruang tamu.di suruh om dan tante" ucap gus
"sudah kok gus.ya sudah ayo" ucap chava yang langsung pergi ke ruang tamu
di ruang tamu
"ayo dimakan pak,Bu dan Gus" ucap mama nya chava
"ya Bu" ucap pak ustadz dan Bu ustadzah
"ya Tan" ucap gus
10 menit kemudian semua sudah pada selesai makan.kedua orang tua Gus dan chava pergi jalan-jalan bersama
Gus dan chava naik motor nmaxx
sedangkan orang tua Gus dan orang tua chava naik mobil punya gus
sebelum pergi chava di pakai kan jaket agar tidak terkena matahari tetapi chava tidak mau.btw kulit chava putih kaya susu jadi kalau kena matahari tidak akan hitam
"pakai jaket dulu nanti kulit nya kebakar" ucap gus
"tidak gus,terima kasih.kalau di double jaket makin panas" ucap chava
"ya sudah " ucap Gus yang langsung naik ke motor nya
"tujuan kita mau ke mana?" ucap gus
"maaf Gus kalau ke dufan boleh tidak?" ucap
"boleh,nanti sekalian beli anualpass di aplikasi nya" ucap gus
mobil nya gus dekat dengan motor nmaxx yang di kendarain gus
"om,Tan,ma,pa ini uang buat masuk ke dufan nya dan masuk ke Ancol nya" ucap Gus yang mengasih 1 juta rupiah
"nak ini kebanyakan" ucap pak ustadz (papa nya gus)
"gapapa pa buat makan di dalam.kalau tidak cukup bilang saja pa" ucap gus membawa sebuah dompet yang di pegang oleh chava.gus mempunyai 5 kartu bank,2 blackcard,dan uang 1 juta,sisa uang nya di taruh di tas yang di pegang oleh chava.di tas uang nya ada 5 juta
btw di kartu yang ke 1 saldo nya ada 100 juta
di kartu yang ke 3 saldo nya 800 juta
di kartu yang ke 4 saldo nya 1 miliar
di kartu terakhir saldo nya 10 miliar
total saldo di semua kartu 12.3 miliar
Gus selalu kerja bulak-balik luar negri-indonesia
btw naik mobil kalau tidak salah harga masuk ke Ancol nya 50 ribu ya?
kalau motor harga masuk nya 25 ribu,benar tidak sih?
lanjut saja
"ke Dufan mahal.main di cafe pinggir pantai aja" ucap papa nya chava
"ya benar tuh" ucap pak ustadz (papa nya gus)
"tapi chava yang mau pa,om" ucap gus
"ya udah Gus tidak usah ke Dufan.ke cafe pinggir pantai Ancol aja" ucap chava yang terlihat sedikit murung
"kamu marah?" ucap gus
"tidak.memang keliatan marah?" ucap chava
"ketara sekali.ucapan mu beda dengan wajah kamu" ucap chava
"memang benaran sih chava tidak marah" ucap chava
"affah iya???" ucap gus
"iya sih.kalau tidak percaya ya sudah" ucap chava ngambek
"dih ngambek" ucap gus
"bodo amat" ucap chava
setelah sampai di cafe tersebut Gus membujuk chava agar tidak ngambek lagi
" chava sudah ya jangan ngambek lagi" ucap gus
tiba-tiba ada anak yang ke sasar
"huhuhu Kaka tolong" ucap anak kecil
"kamu kesasar cantik?,mama kamu mana?" ucap chava
"gak tahu tadi aku di kejar orang gak di kenal,jadi kesini" ucap anak tersebut
tiba-tiba orang yang ngejar anak tersebut datang
"kembalikan anak itu ke saya!!" ucap penculik
"tidak.saya tidak akan kembalikan anak ini kepada u.u bukan orang tua nya" ucap chava
"berani ya anda!!" ucap penculik yang mau mencekek chava tetapi di pukul oleh gus
"jangan berani nya sama perempuan doang" ucap gus
"apa lo!!!" ucap penculik
__ADS_1
Gus dan penculik itu berantem sampai penculik itu babak belur dan Gus banyak luka di wajah nya
"HEH SUDAH DONG!!,JANGAN BERANTEM!!" ucap chava
"lain kali jangan berani-berani nya sama istri saya!!" ucap gus
"Gus wajah nya banyak sekali luka.ikut chava ke Indomaret beli obat luka" ucap chava sambil gendong anak kecil tersebut
"chava Gus sudah tidak ganteng lagi ya?" ucap gus
"masyaallah masih kok gus.*masyaallah wajah ganteng Gus tidak akan luntur" ucap chava
"Kaka itu siapa nya Kaka?" ucap anak tersebut
"saya Rafa calon suami Kaka cantik" ucap gus
"kaka rafa ganteng sekali" ucap anak tersebut
"allahumma tsabit hamdaki terima kasih adik *masyaallah cantik"
setiba nya di Indomaret
"permisi mba di sini ada obat luka memar?" ucap chava
"ada.mau berapa ka?" ucap kasir tersebut
"1 saja mba,dan catton bads juga" ucap chava
"ini ka semua total nya jadi 21 ribu" ucap kasir tersebut
"Ka aku mau itu" ucap anak tersebut
"yang mana (*masyaallah) cantik?" ucap chava
"kamu mau nyam-nyam?" ucap chava
"ya aku mau itu ka" ucap chava
"gus dia mau ini" ucap chava bilang ke Gus
"ya sudah ambil saja,kasih ke kasir.jadi total nya berapa mba?" ucap gus mengambil 100 ribu
"total nya 30 ribu saja ka" ucap kasir tersebut
"ini uang nya" ucap gus
"ini kembalian nya ka terima kasih sudah berbelanja di toko kami" ucap kasir tersebut
setelah masuk ke Indomaret Gus memasukkan uang kembalian nya ke kotak amal santunan anak yatim
"banyak sekali gus masukin uang nya.de sini Kaka gendong" ucap chava
"ya ka" ucap anak tersebut yang di gendong chava
"lebih banyak lebih baik amal kita" ucap gus
"kiara kamu kok di sini?,sudah lama sekali mama mencari kamu nak.itu siapa kamu nak?" ucap mama nya anak tersebut
"dia Kaka yang nolongin aku dari penculik ma dia juga baik beliin Kiara nyam-nyam" ucap anak tersebut
"terima kasih nak sudah menyelamatkan anak saya dan terima kasih sudah membelikan anak saya nyam-nyam" ucap mama nya anak tersebut
"tidak usah berterima kasih dengan saya bu,dengan dia saja berterima kasih" ucap chava
"terima kasih gus sudah menyelamatkan anak saya.ayo nak sini mama gendong" ucap mama nya anak tersebut yang menggendong anak nya
"saya permisi dulu.semoga kebaikan kalian dapat memasukan kalian ke surga bersama" ucap mama nya anak tersebut
"aamiin.ya Bu sama-sama.saya juga ber terima kasih" ucap gus
"dadah Kaka ganteng dan Kaka cantik" ucap anak tersebut teriak
"dadah *masyaallah cantik" ucap chava
"*masyaallah imut banget ya anak kecil itu.*masyaallah imut nya kaya kamu" ucap gus
"terima kasih gus.sini duduk chava obatin luka nya" ucap chava
5 menit kemudian
chava sudah selesai mengobati luka gus sekarang jam sudah menunjukkan pukul 15:00 wib
jadi chava dan Gus pergi ke masjid yang lumayan jauh jarak nya.chava sudah selesai wudhu dan langsung pakai mukena
12 menit kemudian
chava sudah selesai sholat dan Salim gus
"*masyaallah pintar nya chava" ucap gus mengelus kepala chava
btw chava pakai hijab ya,jadi jangan salah paham.nanti di kira chava tidak pakai hijab
setelah dari masjid mereka balik ke orang tua mereka
"ma,pa,Tan,om sudah sore ayo balik" ucap gus
"ya sudah nak" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
Gus dan chava naik ke motor tadi
"wajah kamu kenapa nak?" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
"tadi Gus lawan penculik yang mau mencekek chava" ucap gus
"masyaallah gus saking cinta nya sampai relain diri nya terluka" ucap pak ustadz (papa nya Gus)
"hehehe maaf pak ustadz dan Gus karena chava jadi Gus terluka" ucap chava
"ya gapapa chava.tidak usah merasa bersalah" ucap pak ustadz (papanya Gus)
30 menit kemudian mereka sampai di rumah mereka masing-masing.gus dan chava turun dari motor.gus ber pamitan sama orang tua nya chava
"Gus pamit dulu ya om,Tan assalamualaikum.dah Chava" ucap Gus yang langsung masuk ke mobil setelah salim
"dadah Gus" ucap chava
jam 18:00
Chava ambil wudhu dan balik ke kamar buat sholat
30 menit kemudian
chava selesai sholat dan menghafal.dia nunggu azan isya
jam 19:00
chava ambil wudhu dan balik ke kamar nya lagi buat sholat
30 menit kemudian chava selesai sholat dan meng hafal surat chava langsung berdoa sebelum tidur
__ADS_1