Mbak Cantik

Mbak Cantik
- 4 -


__ADS_3

Chanyeol menatap malas sang Ayah saat ia melangkahkan kakinya ke dalam rumah.


"Ck! Ayolah bro. Jangan marah-marah terus, kasian nanti kulitnya cepet keriput". Griffan mendelikan matanya tajam.


"Jam 09.15 pm , telat 15 menit sesuai perjanjian yg kita sepakati kemarin malam". Ujar Griffan sambil melihat benda kecil yg melingkar di tangan kirinya.


Chanyeol mendengus.


"Ayolah Dad, just fiveteen minutes. Gak akan bikin Daddy miskin juga kan?". Karna Chanyeol sangat ingat kalimat yg selalu Ayahnya ucapkan saat marah yaitu Times is money.


Griffan menghembuskan nafasnya lelah,"Daddy akan sangat malu terhadap Mommy mu Sel". Ucapnya lirih dengan wajah terlihat sedih.


"Daddy merasa gagal mendidik dan membesarkanmu". Sambungnya.


Chanyeol memutar kedua bola matanya malas, acting yang bagus.


"Sumpah Daddy gak cocok jadi aktor, acting Daddy sangat aneh". Ucapnya mencibir sang Ayah.


Dengan cepat sang Ayah merubah wajahnya yg tadi terlihat sendu menjadi terkaget.


"Beneran? Daddy gak cocok nih jadi artis?". Chanyeol mengangguk yakin.


"Padahal Daddy ngerasa wajah Daddy cukup tampan untuk tampil di layar kaca". Chanyeol baru ingin menyela, sang Ayah sudah terlebih dulu membuka mulutnya.


"Bukan cukup deng, tapi sangat T.A.M.P.A.N". See???? Kalian bisa nebak sendiri darimana kepercayaan diri seorang Chanyeol Griffan Arselo berasal.


Perdebatan yg tidak berfaedah sama sekali.


"Jadi? Mau ngomelin aku apa enggak nih?". Chanyeol merasa mual mendengar pujian-pujian yg diucapkan Ayahnya terhadap diri Ayahnya sendiri. Ngaca lu Cahyo - Author.


Sang Ayah kembali berdeham dan menatap Chanyeol serius.


"Gimana kuliah kamu?". Tanyanya pada putra semata wayangnya.


"Lancar". Jawab Chanyeol santai.


Sang Ayah mendengus kesal, saat melihat putranya malah sibuk dengan ponselnya.


Ingin rasanya ia membuang barang pipih panjang itu, tapi nanti putranya akan membalas perbuatannya.


Chanyeol 11-12 dengan dirinya, sifat mereka benar-benar persis. Chanyeol adalah foto copy an dirinya sekali.


Dibilang menyesal, ya gitu.


Dibilang tidak menyesal, juga ya gitu.


Huhhh 😔


Kenapa jadi Bapak malah curhat sih? - Author.


Maaf suhu - Bapak Griffan.


Oke. Skip aja.


"Taro dulu hp kamu Arselo". Chanyeol langsung menaruh hapenya ke dalam saku celananya.


"Nilai ujian kamu gimana?". Tanya nya lagi.


"Aman Dad, semuanya A+". Griffan menganggukkan kepalanya mengerti.


"Sekolah bisnismu?". Chanyeol menghela nafasnya pelan.


"Sama Dad". Sautnya malas.


Inilah alasan kenapa Ayahnya Chanyeol tidak pernah melarang anaknya bergaul dengan siapa dan seperti apa pergaulan sang putra.


Dia sangat membebaskan asal masih dalam batas wajar.


Dan Griffan pun tidak melepas sang anak begitu saja, ia selalu mengawasi gerak gerik anaknya melalui pantauan orang lain.


Baekhyun dan orang-orang suruhan nya yg lain.


Ternyata Baekhyun cepu guys. Hahaha 🤣😂


Oke. Skip lagi.


Karna Chanyeol tetap mempertahankan prestasinya dalam nilai akademik, maka ia memberikan space pada sang putra untuk membebaskan kemauan anaknya tanpa memandang culture atau sosial sekitar.


Great father, right?


"Belum ada yg sreg nih?". Chanyeol menatap sang Ayah bingung.


"Bisa duduk dulu gak sih Dad, kenapa kita ngobrolnya berdiri gini. Berasa kondangan di gedung dah". Griffan terkekeh geli. Anaknya ini benar-benar.


"Duduk tinggal duduk, pake protes segala". Gerutunya membuat Chanyeol mencibir.


"Nanti giliran aku duduk duluan, dibilangnya gak sopan, duluin orang tua lah, durhaka lah. Salah lagi nanti Chanyeol yg ganteng ini". Griffan rasanya ingin menoyor kepala anaknya yg gak ada akhlaknya sama sekali.


"Silahkan duduk duluan buat yg udah gak muda lagi, kasian nanti encok tuh pinggang". Sang Ayah mencebikkan mulutnya berkomat-kamit.


Chanyeol hanya menyengir pepsodent tanpa dosa.


Griffan menatap Chanyeol nyalang.


"Jadi?". Chanyeol mengatupkan bibirnya rapat-rapat.


Tiba-tiba mulutnya kaku.


"Sel~~~".


Chanyeol menghela nafas pelan,"Belum ada yg sreg Dad". Jawab Chanyeol jujur.


Ayahnya menghembuskan nafasnya lelah.


"Daddy kenalin sama anak relasi, mau?". Chanyeol menggeleng dengan cepat. Enak aja, emang ini zaman batu pake di jodoh-jodohin segala.


"Hmmm, sebenernya-----------". Griffan menantikan kalimat Chanyeol selanjutnya.


"-------sebenernya----------". Griffan merasa geram sekarang. Kenapa anaknya jadi kaya aziz gagap gini sih? Batinnya.


"Sebenernya apa?". Chanyeol mendelik tak suka saat dirinya sedang ngomong tapi di sela.


Itulah Chanyeol yg sebenarnya yeorobun.


"Arsel lagi jatuh cinta sama salah satu karyawan Daddy". Ucap Chanyeol cepat pada akhirnya.


"Hah???". Sepertinya ia tidak cukup jelas mendengar perkataan Chanyeol barusan. Karna Chanyeol berkata terlalu cepat.


"Arsel jatuh cinta, Dad". Ungkapnya sekali lagi.


"Wow". Hanya itu tanggapan Griffan.


"Kok wow doang?".


"Terus mau nya apa?".


Chanyeol diam.


"Yakin, beneran jatuh cinta nih?". Chanyeol mengangguk lemah.


Griffan menatap Chanyeol dengan tatapan lembut dan hangatnya.

__ADS_1


"Kalau memang kamu sudah yakin, kenalin ke Daddy". Chanyeol menunduk. Griffan mengernyit bingung.


"Sel~~~~". Panggilnya, ia hanya khawatir saat melihat putranya terdiam dan murung secara tiba-tiba.


"Gimana Arsel mau kenalin ke Daddy, chat Arsel aja gak di bales cuma di read doang~". Rengeknya kencang seperti anak kecil membuat telinga sang Ayah pengang.


"Daddy~~~~~". Astaga anaknya ini, hanya perkara menakhlukan wanita saja tidak bisa? Ckckckc


"Masa gitu doang udah nyerah sih". Chanyeol terdiam, menghapus cairan yg sudah keluar dari hidungnya.


Ya. Chanyeol merengek sambil menangis.


Bocah ini bocah. Wkwkwkwk


Sang Ayah menatap putranya jijik, inilah nasib punya anak yg hanya dibesarkan dengan peran seorang Ayah.


Chanyeol sudah menjadi piatu saat dirinya berumur 5 tahun.


"Terus aku harus gimana, Dad?". Griffan menatap Chanyeol tidak percaya.


"Dimana Arsel yg mampu membuat gadis-gadis mengejar-ngejar hanya dengan kerlingan mata satu detik?". Chanyeol mendengus kesal.


Dulu, saat dirinya masih menjadi FAKBOY alias tukang PHP wanita. Ia selalu membanggakan keahliannya dalam menjerat wanita dengan pesonanya hanya dengan satu detik pada sang Ayah.


"Arsel bisa mendapatkan dia tanpa harus menjadi bucin, Dad".


Sekarang????


Maka dari itu, sang Ayah sangat penasaran. Wanita mana yg bisa membuat anaknya insecure seperti saat ini.


"Pepet terus lah. Kamu ajak dia makan, beliin hadiah, ajak shoping2. Pasti lama kelamaan luluh". Chanyeol menatap Ayahnya jengah.


"Dad, cwe ini tuh beda. Dia bukan cwe yg suka kaya gitu". Graffin menatap Chanyeol heran.


"Terus?". Chanyeol menghembuskan nafasnya pelan.


Melirik sekilas ke wajah Ayahnya sebelum ia bercerita.


"Dia diatas aku 5 tahun umurnya". Griffan membelalakkan matanya tak percaya.


What?????


"Sel~~~". Chanyeol mengangguk lemah. Griffan menepuk jidatnya pelan.


"Masa kamu harus ikutin jejak Daddy sampe ke urusan jodoh sih?". Hah? Gimana-gimana?


"Mommy dan Daddy juga berjarak 5 tahun, Mommy mu diatas Daddy umurnya". Tiba-tiba Chanyeol menjadi semangat.


"Yang bener, Dad?". Graffin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Terus cara Daddy dapetin Mommy gimana?". Kebahagiaan Graffin menjadi meletup saat melihat anaknya bersemangat saat ini.


Apapun akan Graffin lakukan untuk kebahagiaan putranya. Itu janjinya pada mendiang sang istri tercintanya.


"Jadi gini-----------".


Graffin menceritakan kisahnya dengan sang istri pada Chanyeol malam ini.


Malam yg sudah sangat jarang mereka lakukan karna kesibukkan mereka masing-masing.


Rasanya malam ini adalah malam termanis untuk sepasang Ayah dan Anak itu.


Skip


Ting!!!!


Whats app


+6281234567891


- Chanyeol Griffan Arselo


Yoona melemparkan ponselnya ke atas ranjang. Dia cukup kaget saat menerima pesan dari nomor yg tidak dikenal.


Chanyeol???


Dapat darimana dia nomornya?


Ting!!!!


Whats app


+6281234567891


Mbak, bales dong.. (read)


Kejam memang, tapi sekali lagi Yoona tidak menyukai brondong. Astaga!!!


Ting!!!!


Lagi???


Whats app


+6281234567891


Mbak udah tidur ya? Yaudah deh, mimpi yg indah ya kesayangan 💙💙


(read). Lagi


Whatttt????????


OMG!!!


Harus banyakin stock sabar lo, Na.


Karna kesal dan enggan untuk menanggapi, akhirnya Yoona memutuskan untuk membuka applikasi instagramnya dan menstalking akun instagram sang pujaan hati.


Siapa lagi kalau bukan Kainan.


Instagram


Kainan_Graff


...



...


❤ Disukai oleh jessica_sjy dan 876,092 lainnya


Kainan_Graff Ini anak tengah malem minta ditemenin mabar..


Gabut katanya, chat nya gak di bales sama kesayangan..


256,876 views comments...


"Kenapa jadi foto ini bocah sih yg ada di feed nya Kai?". Misuh Yoona saat feed dari Kai itu wajah yg sangat-sangat mengganggunya dengan spam chat hari ini.


Yoona menscroll lagi feed nya.

__ADS_1


Instagram


Chanyeol.griffan_arselo


...



...


❤ Disukai oleh Baekhyun_ dan 1.203.980 lainnya


Chanyeol.griffan_arselo Komuk gue kalo chat cuma di read doang tanpa di bales..


Hey jodoh Chanyeol Graffin Arselo!! Ingat ya!! Kamu gak bisa kabur dari pandangan aku, mulai detik ini pokoknya!!!


892.172 view comments...


Yoona melemparkan lagi ponselnya kesembarang arah.


Menunggingkan posisinya sambil memukul ranjang empuknya secara brutal.


Drrrrttt...


Drrrrttt...


Drrrrttt...


+6281234567891 is calling.....


Yoona hanya menatap layar ponselnya dengan malas lalu mendiamkannya.


Drrrrttt...


Drrrrttt...


Drrrrttt...


+6281234567891 is calling.....


Yoona melihat lagi siapa yg menelpon dirinya? Dalam hati dia berharap Kai lah yg menghubunginya walau hanya sekedar mengucapkan 'Selamat Malam'.


Sepertinya itu hanya angannya saja.


Drrrrttt...


Drrrrttt...


Drrrrttt...


+6281234567891 is calling.....


Dengan perasaan jengkel Yoona mengangkat telpon tersebut.


"Yak!!!!!". Teriaknya frustasi.


"Mbak, aku di depan pintu apartement kamu nih?". Ucapnya tanpa rasa bersalah sama sekali.


Bahkan ia tidak menanggapi Yoona yg menjawab telponnya dengan berteriak kencang.


"HAH?".


"Jangan teriak-teriak sayang, buruan bukain pintunya". Jawab Chanyeol enteng, Yoona menatap ponselnya dengan nanar.


"HEH MALIH!!!! LO NGAPAIN KE APARTEMENT GUE?!!!". Jawab Yoona berteriak. Benar-benar tidak bisa santai.


Chanyeol menjauhkan ponsel dari telinganya, ia meringis.


"Mbak, buka dulu kenapa pintunya? Ini aku bawain es krim mekdi nih sama big mac". Bucin banget lo yeol, astaga!! - Author.


Dengan buru-buru Yoona beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju pintu apartementnya.


Ceklek.


"Paket big mac dan es krim mekdi datang".


Yoona terpaku.


Menatap Chanyeol dengan rasa tak percaya.


"Kamu?????". Yoona speechless.


"Gak disuruh masuk dulu nih? Pegel loh aku". Tanpa ijin pemilik rumah, Chanyeol masuk begitu saja.


Mendudukkan bokongnya di sofa ruangan tamu itu sambil menaruh makanan yg ia bawa diatas meja yg ada di depannya.


"Kamu itu nekat banget sih!". Kesal Yoona sambil bertulak pinggang dengan kedua tangannya.


"Mbak, duduk dulu kenapa sih? Sini". Ujarnya sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya.


Yoona mendelikkan matanya tajam.


Lalu Yoona duduk di single sofa sebelah sofa double yg di duduki oleh Chanyeol.


Chanyeol membuka bingkisan yg ia bawa dengan perlahan.


Sedangkan Yoona hanya memperhatikan.


"Boleh minta air putih gak mbak? Tenggorokan aku kering banget". Yoona hanya mengangguk lalu beranjak ke dapur.


Ting!!


Ternyata Yoona meninggalkan ponselnya di ujung meja. Dengan penasaran Chanyeol melihat notif layar ponsel Yoona.


Ternyata ada pesan masuk di chat Whatsapp wanita itu.


Whatsapp


❤ My Prince ❤


Selamat malam, Yoona. Semoga mimpi indah 😚


TBC


Keeuttt..


Chanyeol hatinya poteq guys.. hahaha


Nahhh udah pada tau dong asal muasal pecoy itu pedenya dari mana? Wkwkwk


Kalian team mana nih?


Yoonkai atau Yoonyeol???


Jangan tanya balik Author pilih mana ye, soalnya dua duanya bias Author di eksuh 😎😎


Jangan lupa vote ya 😘😘


See you next chapter..


Salam,

__ADS_1


Author Kentang.


__ADS_2