
Siang ini gue janjian makan siang sama salah satu sahabat gue, dia sebenernya umurnya dibawah gue sih.
Selama 4 tahun ini gue sama dia deket karna apartement kita beda beberapa pintu doang.
Sering ketemu dan jadi deket sampai sekarang.
Dia masih kuliah, umurnya seumuran lah sama Chanyeol. Namanya Irena Gustaff.
"Mbak Yoona~~~~" Ini nih anaknya, bener-bener ngaret emang.
"Lama banget sih, mbak udah nunggu sampe lumutan nih" Dia cuma nyengir doang.
"Ya maaf mbak, namanya juga Jakarta. Macet" Gue cuma bisa menghela nafas, bener juga sih. Jarak kampus dia sampe ke caffe ini juga lumayan jauh.
"Hmm, mbak Yoona udah sering ke caffe ini?" Iren nanya ke gue, sebenernya ini pertama kali gue kesini.
"Gak. Mbak baru pertama kali kesini, kenapa?" Iren gelengin kepalanya doang, dasar bocah. Haddeh
"Mau makan apa?" Tanya gue ke dia yg lagi liat-liat buku menu.
"Aku mau ini aja deh mbak" Tunjuknya pada buku menu itu ke gue, dengan cepat gue tulis pesenan dia.
"Minumnya?"
"Ice lemon tea aja" Gue tulis lagi terus gue anter deh ke mbak-mbak di ujung sana.
Caffe ini emang beda, seluruh pengunjung menulis pesanannya sendiri terus langsung bayar ke kasir sambil kasih kertas orderan yg kita tulis sendiri.
Bagus sih, jadi gak ada kasus pengunjung numpang makan doang. Mwehehe
Pas gue sampe lagi ke meja, si Iren lagi sibuk telpon pacarnya kayanya.
"Iya, aku lagi di caffe hoot nih sama sahabat aku" Sekilas sih gue denger gitu.
"Hm, yaudah. Nanti aku kenalin ya" Gue cuma diem doang, nyimak.
"See you, bye sayang" Jangan iri Na, jangan iri. Nasib jomblo ya gini, haha
"Pacar kamu?" Gue tanya aja ya kan, cuma sekedar tanya loh gak ada maksud kepo.
Dia ngangguk,"Iya"
"Dia mau kesini" Gue diem sambil mainin hp, biasa lah stalking pangeran. Hehe
"Gapapa kan mbak?" Gue natap dia yg kaya gak enak gitu mukanya, mungkin dia ngerasa sungkan.
"Woles aja ren, kaya sama siapa aja" Dia senyum, bernafas lega. Dia kira gue bakal marah kali ya? Dasar.
"Dia gak mau gabung kita sih, dia mau manggung disini" Oh, anak band ternyata.
"Sama temen-temennya" Gue cuma ngangguk-ngangguk doang. Ya abis mau gimana lagi?
"Nanti aku kenalin ya mbak?" Gue senyumin aja.
"Iya"
Gak lama pesanan kita datang, lebih tepatnya minuman dan cemilan doang. Wkwk
"Selamat siang semuanya~~~" Gue denger dari arah panggung. Kayanya acara live music nya mau di mulai nih.
"Kayanya pacar aku sama band nya udah dateng deh" Gue melirik iren sekilas terus ngangguk ngerti.
"Untuk menemani makan siang kalian, caffe kita akan menghibur kalian dengan live music yg akan di persembahkan oleh Chanyeol and Friends" Reflek gue noleh ke arah panggung pas MC itu nyebutin nama cowo yg ganggu hidup gue akhir-akhir ini.
Pas gue noleh ternyata dia lagi naik keatas panggung bareng sama temen-temennya. Dan sialnya lagi, dia liat gue dong. Mati gue 😖
Skip
Yoona membuang muka ke arah berlawanan, menutupi wajahnya dengan telapak tangan.
Iren mengernyit bingung.
"Mbak? Kenapa?" Yoona meringis. Bingung gimana jelasinnya, ia memilih tersenyum canggung menanggapi pertanyaan Iren.
"Lagu ini special banget nih, karna secara kebetulan saya bertemu lagi dengan calon jodoh saya" Yoona mendadak gugup, menggaruk pelipisnya yg tiba-tiba gatal.
Seluruh penonton terpaku mendengar ucapan dari Chanyeol. Mereka mungkin penasaran, yg katanya calon jodohnya Chanyeol itu seperti apa?
"This for you, sayang" Seluruh mata pengunjung mengikuti arah jari telunjuk Chanyeol, begitupun dengan Iren.
Iren yg menyadari sesuatu langsung menggaruk tengkuknya yg tak gatal. Ia melupakan sesuatu.
Chanyeol pernah ia pergoki tengah keluar dari kamar apartement mbak Yoona malam itu.
Kini semua mata tertuju ke arah meja Yoona.
Sumpah demi apapun, Yoona ingin menendang bokong pemuda itu dengan kencang saat ini.
__ADS_1
Astaga.
Chanyeol bernyanyi dengan penuh perasaan. Yoona yg tadinya kesal, berubah menjadi terperangah melihat Chanyeol perform.
Ganteng juga. Gumamnya dalam hati.
Setelah perfom pemuda itu turun panggung diikuti oleh teman-temannya di belakang.
Sehun tersenyum hangat pada wanita yg berada di hadapan Yoona.
"Hai, sayang~~" Yoona menggaruk pelipisnya lelah. Saat Chanyeol menyapa dengan kalimat menjengkelkan.
Chanyeol langsung mendudukkan pantatnya di kursi sebelah Yoona. Mengambil gelas yg ada di genggaman Yoona lalu meminumnya tanpa ijin.
Yoona mendelikkan matanya tajam.
"Kebiasaan!" Omelnya.
Chanyeol hanya diam, menaruh gelas itu ditempat semula lalu menyanggah tangannya diatas meja memandangi Yoona dengan lekat.
"Kamu cantik banget" Yoona memutar kedua matanya malas, mengusap wajah Chanyeol dengan kasar.
Membuat teman-temannya yg melihat itu terkekeh geli sedangkan Chanyeol mendengus kesal.
"Mbak cantik, kenalin nama aku Baekhyun. Cowo paling imut, tampan, dan romantis" Baekhyun mengulurkan tangannya pada Yoona.
Yoona menyambutnya dengan tersenyum kikuk.
"Yoona"
"Wow, cantik seperti orangnya" Jin tertawa saat melihat Chanyeol menjitak kepala Baekhyun dengan kencang.
"Awhh!! Sakit caplang!!" Ringisnya tak terima. Baru ia ingin membalas, tangannya sudah di tepis kasar oleh Chanyeol.
Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu sambil memasukkan kentang ke dalam mulutnya.
"Kenalin, aku Jin" Yoona mengangguk masih dengan senyuman diwajahnya.
"Aku Taehyung, biasa dipanggil Tae. Atau kalau mbak mau, bisa panggil aku sayang" Yoona tertawa saat melihat Chanyeol menarik poni Taehyung sangat kencang.
Taehyung tertunduk takut.
Yoona hanya menggelengkan kepalanya maklum. Dasar bocah, pikirnya.
"Hm, mbak kenalin yg ini namanya Sehun. Pacar aku" Yoona mengangguk mengerti, karna Sehun emang orangnya paling dingin diantara yg lain, ia hanya tersenyum simpul saat Iren mengenalkannya pada Yoona.
"Mbak kok makan siangnya jauh banget?" Tanya Chanyeol sedikit lebay, perhatian membuat teman-temannya menjadi mual.
"Iya, lagi mau ketemu sama dia tuh" Jawabnya sedikit ketus.
"Abis ini mau ke kantor lagi?" Yoona menanggapinya hanya dengan mengangguk.
"Yaudah aku anter. Kalian lanjut performnya ya, gue anter bidadari gue dulu ke khayangan" Baekhyun mencibir.
"Jangan mau terperangkap sama fakboi macem Chanyeol mbak"
"Tenang aja, dia bukan tipe saya kok" Ada yg retak tapi bukan kaca.
"Kretek.. kretek...." Celetuk Taehyung.
"Suaranya kedengaran sampai sini bor" Jin tertawa, diikuti dengan yg lain. Termasuk Sehun dan Iren.
"Jadi gini rasanya sakit tapi tak berdarah?" Semuanya terdiam.
Termasuk Yoona. Entah kenapa melihat perubahan wajah Chanyeol membuat hatinya tak enak.
"Yokk mbak. Nanti dipecat Daddy kalo gak tepat waktu, jam makan siang hampir habis nih" Semua menatap Chanyeol dengan tatapan menyesalnya.
Chanyeol yg merasa di tatap mencoba untuk biasa aja.
"Kalian kenapa?"
Semuanya menggeleng. Chanyeol berdiri dari tempat duduknya, lalu menarik tangan Yoona.
"Gue duluan ya? Nanti malem kumpul basecamp" Semuanya mengangguk setuju.
Chanyeol pergi bersama Yoona.
Mereka menatap punggung tegap Chanyeol dengan tatapan yg sulit diartikan.
"Chanyeol beneran cinta ini mah" Ucap Baekhyun diangguki oleh semua sahabat-sahabatnya, termasuk Iren.
__ADS_1
Skip
"Mbak udah punya pacar?" Chanyeol memecah keheningan di dalam mobil.
Setelah keluar dari caffe Yoona merasakan sesuatu yg aneh di hatinya. Entah apa?
"Mbak~~~~"
"Hm?" Ternyata Yoona tidak mendengarnya daritadi.
"Kasih tau aku kalau emang mbak udah punya pacar" Yoona tersentak.
"Hah?"
"Kasih tau aku kalau emang mbak udah punya pacar" Ulangnya lagi.
"Urusannya apa sama kamu?" Tanya Yoona sinis.
"Ada lah. Aku akan cari cara gimana ngerebut kamu dari laki-laki itu" Yoona menggelengkan kepalanya pelan.
Sinting.
"Jangan ngarep!"
"Kamu gak percaya?"
"Gak peduli"
"Bahkan aku bisa bawa kamu ke pulau yang gak ada penghuninya terus nikahin kamu disana"
"Jangan ngaco kalo ngomong! Kuliah yang bener!" Yoona tersulut emosi.
Chanyeol hanya diam tidak menanggapi lagi.
Yoona pun sama. Kepalanya tiba-tiba menjadi pening.
Sampai.
Mereka sudah sampai di depan gedung Griffan Coorporation.
Yoona mencopot seatbelt dengan tergesa, namun sebelah tangannya ditarik oleh Chanyeol secara kasar.
"Aku serius dengan ucapan aku" Mereka saling tatap menatap.
Chanyeol dengan pandangan memujanya sedangkan Yoona dengan tatapan datarnya.
"Aku akan rebut kamu dari pacar kamu" Yoona menyentak genggaman Chanyeol dengan kencang hingga genggaman itu terlepas.
Chanyeol menarik tangkuk Yoona lalu mencium bibir Yoona dengan cara paksa.
'chuuuuuu
Plakk.
Yoona menampar Chanyeol kencang dengan tatapan kecewanya.
Chanyeol tersadar ia telah membuat kesalahan fatal.
Reflek Chanyeol ingin merengkuhnya namun Yoona sudah lebih dulu keluar dan menutup pintu mobil itu dengan kencang.
Chanyeol melihat Yoona berlari dengan langkah tergesa dan masuk ke dalam gedung.
Chanyeol menjambak rambutnya kencang, memukul stir mobilnya nya dengan brutal.
Bodoh.
"BEGO LO ARSELO!!! BEGO!!! TOLOL!!!!" Teriaknya di dalam mobil.
"Maaf~"
"Yoona!! Kamu kenapa???"
TBC
Keeuuttt..
Oke guys, di part ini abang Kai belum aku kasih scene ya..
Mungkin di next chapter 😊
Duhh gimana sih yeol!!! Lo maksa dan main nyosor aje kerjaannya..
Si mbak marah kan. Kena gaplok kan lo?? Ckckck
Jangan lupa vote ya guyss ❤❤
Salam,
Author Kentang.
__ADS_1