membuatmu jatuh cinta

membuatmu jatuh cinta
tak percaya


__ADS_3

안녕 하세요 여러분


I'm back again.


Well sekarang aku gak bisa ngirim banyak2


Sioalnya mimin banyak tugas karna libur.


…..nextlah….


💞💞💞💞


Keesokan harinya mark memutuskan tidak berangkat kerja dan menghandle pekerjaannya dari rumah. Dia ingin bersama vivi seharian karena dia khawatir ****** itu datang lagi untuk meracuni pikiran vivi dengan cerita karangannnya.


"Kenapa kau tidak kekantor? Bukannya perusahaanmu itu paling penting? Kalau bangkrut gimana?" tanya vivi. Mendapati pertanyaan beruntun dari bibir mungil vivi mark seketika mengernyitkan keningnya.


"kau semakin cerewet saja. Mana mungkin aku tidak kekantor sehari perusahaanku langsung bangkrut. Hanya kamu yang paling penting bagi perusahaanku,baby. Ucap mark membuat vivi merona.


……


Disaat bersamaan ditempat lain. Seorang wanita merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada vivi yg menurutnya telah merebut laki-laki yg selama ini dia incar. Bukannya berhenti, wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Rena malah semakin gencar merencanakan cara agar vivi dan mark segera berpisah.


"lihat saja apa yang akan kulakukan agar kau sadar bahwa kau memang tak pantas bersanding dengan mark. Kubuat kau menyesal telah menjadi kekasih mark. Dan aku akan menghancurkanmu dititik dimana kau dari berlian hingga menjadi nutiran debu." ucap rena dengan smirk.


…….


Siangnya..


"AAA.." teriak vivi saat mark dengan sengaja masuk kekamar ketika vivi hendak memakaii baju seusai mandi. Bukannya keluar, mark malah dengan santainya duduk diranjang sembari memainkan HPnya. Walau vivi masih menggunakan handuk yang melilit pada sempurna pada tubuhnya, tetap saja ia malu.


"KAU!!.. Kenapa kau seenaknya masuk kekamar? Keluar sekarang!!" perintah vivi pada mark sembari menyilangkan tangan pada bagian dadanya dengan maksud menutupi. Tidak mendapati tanda-tanda mark akan keluar vivi semakin emosi. Benar-benar.


"KELUAR KAU MARK WILLY DRAGON" teriak vivi dengan nada yg semakin tinggi.


"Kenapa kau malu-malu? Bukannya aku pernah melihat semuanya dari atas sampai bawah?." ucap mark dengan santainya. Dasar gila!

__ADS_1


"KAU!" ucap vivi meraih vas yang diletakkan pada meja samping ranjang berniat melempar mark namun sayang mark sudah terlebih dahulu lari keluar kamar. Kepergia mark menyisakan vivi dengan sagala umpatan yang ditorehkan untuk mark.


Kenapa tuhan menciptakan laki-laki gila dengan kadar kemesuman yang tinggi seperti mark.batin vivi kesal.


……


Saat makan malam, keadaan begitu hening. Alasannya? Tentu saja mengenai kejadian tadi siang. Vivi benar-benar tak ingin berbicara dengan mark untuk saat ini. Mark sudah mencoba meminta maaf dengan vivi tapi tetap saja dihiraukan. Oh come on, letak kesalahan mark pada perkataannya ada dimana? Bukannya semua itu benar?.


"Ayolah baby, kenapa kau terus mendiamiku? Lagian bukannya itu fakta?" ucap mark yang dihadiahi tatapan maut dari vivi." Ok..Ok.. Aku minta maaf karna aku membuatmu marah ok?" lanjut mark dengan wajah memelas. Sebenarnya mark tidak benar-benar takut dengan tatapan vivi tapi tetap saja dia tidak sanggup didiami oleh wanita yang satu ini.


Tidak mendapati jawaban dari vivi mark memilih memutuskan untuk pergi kekamar karena masih ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikannya.


"kenapa malah dia yang pergi?" ucap vivi pada dirinya sendiri.


……


Keesokan harinya


Saat sedang sarapan mark dan vivi masih bellum juga berbicara atau sekedar menyapa. Entah kenapa mark juga nampak sedang dalam keadaan mood yg buruk.


Pada saat berangkat, mark juga tidak mengucapkan barang seatah katapun. Aneh, pikir vivi. Tak biasanya mark bertingkah seperti ini.


….


Vivi tampak sedang menonton TV sembari menunggu krpulangan mark. Vivi juga berniat mengajak mark untuk berbaikan karena menurutnya masalah itu sudah cukup lama berlalu.


Lama vivi menunggu akhirnya mark pulang walaupun agak larut malam. Tumben.


"Hai, mark" sapa vivi saat mark hendak melewatinya. Namun mark hanya diam tidak menanggapi vivi dan langsung kelantai atas menuju kekamar.


Ada apa sebenarnya ini?. Batin vivi sedikit melamun Kemudian menyusul mark.


Saat tiba dikamar, vivi tidak menemukan keberadaan mark. Vivi hendak keluar kamar berniat mencari mark tapi diurungkan saat didengarkan suara air. Mark ternyata sedang mandi. Vivi memilih menunggu mark dan mendudukkan dirinya ditepi ranjang tempatnya tidur. Tak lama krmudian mark keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Mendapati hal itu seketika vivi membeku dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia tak pernah melihat hal seperti ini karena pada saat mark mandi ia akan memilih keluar dari kamar.


Mark yg mendapati kehadiran Vivi sedikit mengerutkan keningnya kemudian berjalan menuju lemari kamar dan mengambil celana pendek berwarna hitam dan kaos putih polos untuk dipakai.

__ADS_1


"Kau mau keluar atau melihatku berganti pakaian?" tanya mark dengan nada datarnya.


"Aku ingin berbicara denganmu" ucap vivi menghiraukan pertanyaan mark.


"Ada apa" ucap mark santai.


"Seharusnya aku yang bertanya ada apa denganmu? Kau mengacuhkanku seharian ini padahal yg seharusnya marh itu aku bukan kau!" Ucap vivi mengeluarkan uneg-unegnya.


"Aku tidak. Lagi pula buat apa kau pura-pura peduli denganku? Urusi saja kekasihmu itu" jawab mark membuat vivi bingung. Kekasih? Bukannya marka adalah kekasihnya? Ada apa ini?.


"Apa maksudmu?" ucap vivi meminta penjelasan mark.


Kemudian mark mengambil HP nya dan terlihat sedang mencari sesuatu pada benda pipih tersebut. Saat telah menemukan apa yang dicari, mark kemudian menunjukkan layar HP nya tersebut pada vivi. Sontak saja vivi terkejut pasalnya layar pipih tersebut menampilkan dirinya bersama seorang laki-laki. Dan yang lebih membuat vivi terkejut laki-laki tersebut tak lain dan tak bukan adalah orang yang pernah menyatakan perasaannya padanya. Ahh, vivi ingat itu foto saat dirinya sedang makan bersama. Tapi bagaimana bisa mark memiliki foto tersebut sedabgkan vivi sudah lama menghapus dari HP nya?.


"Bagaimana bisa foto itu ada samamu?" tanya vivi.


"Kenapa? Kau kaget? benarkan kau menjalin hunmbungan dengan laki-laki lain dibelakangku? Kebusukanmu sudah terbongkar jadi jangan pura-pura polos." ucap mark dengan emosi. Terlihat ranghangnya tampak mengeras.


"Aku tidak selingkuh. Dia hanyalah teman dekatku. Dan bagaimana bisa kau mempunyai foto itu?" tanya vivi.


"Heh.. Jangan pura-pura,aku yakin kau selingkuh. Mengenai bagaimana foto ini bisa ada samaku kekasihmu yang mengirimkannya. Dia sendiri yang bilang seperti itu." jawab mark acuh tak acuh.


"Sudah kubilang aku tidak menjalin hubungan demgan laki-laki lain kenapa kau tidak percaya?" ucap vivi.


"Sudahlah.. Jangan mencari alasan. Aku menyesal sudah menyukai perempuan sepertimu." jawab mark.


"Apa maksudmu dengan perempuan sepertiku? Kenapa kau tak mecoba mencari kebenaran terlebih dahulu hah?" tanya vivi dengan santai. Perlu kalian ketahui vivi sangat pintar menutupi perasaannya dan sekarang vivi sedang menutupi perasaannya yang sakit karena perkataan mark.


"Yah.. Aku menyesal menyukai perempuan perempuan sepertimu. Kau itu murahan!" jawabark tegas.


Jleb..


…..


Jangan lupa tinggalkan jejak yah readers

__ADS_1


Follow juga igku


@melpa-ng


__ADS_2