
Disebuah cafe Resto, duduklah Selly Arta Jaya seorang diri, memandang ke arah sebuah laut yang indah dan ditemani dengan hembusan angin, membuatnya merasa nyaman dan tenang.
Selly sesekali menikmati makanan yang ia pesan tadi, tidak terasa hari sudah sore, Selly beranjak dari duduknya, saat selly hendak berjalan keluar tanpa sengaja bertabrakanlah dengan seorang lelaki yang hendak masuk ke cafe tersebut.
" Aahhhh" teriak Selly, selly terjatuh karena tabrakan itu.
" Heyyy... " Kata seorang lelaki itu dengan nada tinggi.
" Jalan lihat-lihat dong, Sakit tau". Sahut selly.
" Apa katamu" Lelaki itu menghampiri Selly.
" Kalau jalan lihat-lihat, gak punya mata ya?"
Selly melihat ke arah lelaki yang menghampirinya.
" Heyy wanita, Kamu yang menabrak saya, Lihat pakaian saya kotor karena ulahmu" kata lelaki itu sedikit berjongkok.
" Kamu yang menabrak saya, tapi malah menuduh saya yang menabrak, Dasar lelaki brengsek." ucap Selly kesal.
Lelaki itu bangun dan berkata " Jaga ucapanmu. Dasar wanita tidak tau malu, mau menggodaku ya.?"
" Amit- amit dah godain kamu, masih banyak lelaki yang mau sama aku. ngapain juga aku godain kamu." Kata Selly bangga.
" Dasar wanita kepedean banget lu." lelaki itu melangkah pergi meninggalkan Selly yang masih berdiri merapikan pakaiannya.
' tak tau mau, semoga saja gak berjumpa kembali denganmu, bukannya minta maaf karena sudah menabrak ku, malah main pergi saja, dasar cowok brengsek'. Gumam selly kesal..
Sesampainya di rumah selly langsung membersihkan diri dan hendak makan malam. Hpnya bergetar.
" Hallo.."
" iya, ada apa sayang" jawab selly.
" Keluar youck, kita makan malam di luar" kata seseorang di sana yang tidak lain adalah Riki pacar Selly.
Selly langsung menjawab.
__ADS_1
" emm, boleh deh, jemput aku 5 menit lagi ya, aku siap-siap dulu."
" ok sayang, jangan lama-lama ya kangen nih". kata Riki dan mengakhiri telephone nya.
Selly memilih menggunakan pakaian santai untuk keluar makan malam. dia beefikir hanya keluar untuk makan saja.
' pakai ini saja deh, cuman makan aja kan, paling makannya juga di pinggir jalan.' gumam selly.
Sampailah Riki di depan rumah selly.
Tok... tok... tok...
Bik inah dengan cepat membuka pintu.
" Cari siapa den,?" katanya
" Selly ada gak bik.?" Riki bertanya pada bik inah.
" oh, ada den, tunggu sebentar yae den, bibik panggilin dulu" kata bibik dengan logat jawanya.
" Non selly, non," bibik memanggil sambil mengetuk pintu kamarnya.
" di depan ada orang yang mencari non" kata bibik.
" ohhh iya bik, bilang tunggu sebentar yae" selly setengah berlari masuk ke kamarnya lagi mengambil tas dan Hpnya.
" den, tunggu sebentar, non selly sebentar lagi turun" bibik memberi tau kepada Riki
" baik bik". jawab Riki.
" Ayuock sayang, berangkat" ucap selly.
" iya sayng". kata Riki sambil naik ke atas motor gedenya.
Motor gede itu melaju ke arah sebuah taman pinggiran kota yang di hiasi lampu-lampu penerang taman itu dan motorpun berhenti di sebuah parkiran taman.
" looo, katanya mau makan, kok malah ke taman sih?" tanya selly sambil memandangi taman
__ADS_1
" iya, kita makan di sini aja sayang" jawab riki.
' gue kira mau makan di pinggiran jalan, ternyata ke taman, untung gue pakai pakaian santai kalau gak kan lucu banget gue'. Gumam selly yang terlihat sedikit kecewa.
" Sini sayang, duduk disini aja" ajak riki sambil menepuk tenpat duduk di sebelahnya.
Riki mengeluarkan makanan ringan yang ia bawa di dalam tasnya. makan malam kali ini hanya makan-makannan ringan saja yang riki bawa. Riki hanya ingin berduaan saja tanpa ada yang mengganggu mereka berdua.
Tak terasa hari muali bertambah gelap. Selly mengajak pacarnya untuk pulang.
" ki, pulang youk, udah malem nih. nanti pala gue marah lo.." ajak selly yang hendak bangun dari duduknya.
" tunggu dulu sell" kata riki yang menarik tangan selly untuk duduk sebentar lagi.
" kenapa"
" gue masih kangen banget sama lu sell." riki berkata sambil memandang wajah selly yang cantik nan lembut.
" iya, besok kita masih bisa jumpa lagi kan?" kata selly sambil menarik tangannya.
" kiss dulu dong" rengek riki, jemarinya menunjuk ke bibir riki.
Satu kecuapan pun melayang ke pipi Riki.
" udah di pipi aja ya" kata selly.
" hemmm, gue maunya di sini sell" riki menunjuk bibirnya.
" enggak sekarang ki, nanti-nanti aja ya." kata selly hendak beranjak dari duduknya.
" sekali aja sell" sahut riki.
" baik lah, emm****hh" selly mengecup bibir riki hanya sebentar saja agar tidak terbawa melewati batas.
Mereka akhirnya pulang dengan riki yang hatinya berbunga-bunga karena kecupan di bibirnya tadi. sambil mengendarai motor gedenya riki senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi di taman...
**' sampi sini dulu ya. semoga kalaian suka dengan ceritanya. mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalan cerita ini karna author baru belajar buat novel..
__ADS_1
mohon bimbingannya yae teman-teman.. jngan lupa like dan komen ya... 😊😊
Terimakasih..'**