
Tapi bagi Jean Young , dia sudah terbiasa melihat orang-orang seperti itu di dunia dewa.
“Jean Young, apakah kamu memiliki hadiah yang baik?”
Sebelum masuk ke rumah , Leor Nanda bertanya kepada Jean Young, dia sangat khawatir Jean Young memberikan hadiah lusuh kepada kakeknya dan kalau sampai itu terjadi, dia pasti akan di tertawakan oleh kerabatnya dan keluarga lainnya.
Hadiah ini seharusnya tidak jelek dan tidak akan mengecewakan kakek! Kemarin Jean Young pergi kepasar antik setelah menerima uang dari Leor Nanda, dia ingin melihat apakah ada sesuatu yang baru dan menarik yang bisa di beli.
Dalam memilih barang antik anda harus memiliki kemampuan untuk mengenali barang berharga. Beberapa orang menemukan sesuatu yang berharga di pasar antik dan telah menjadi kaya dalam semalam, yah tergantung keburuntungan dan kemampuan seseorang, ada juga orang yang tertipu dalam memilih barang antik yang akhirnya bangkrut dalam satu malam.
Jean Young melewati beberapa kios di pasar antik, dia melihat toko barang antik yang dekorasinya kuno dan elegan.
Perasaan, banyak barang antik berharga di dalam toko tersebut.
Setelah Jean Young masuk ke dalam toko, seorang penjaga toko menyambutnya dengan tersenyum.
“Selamat datang pak, ada yang bisa saya bantu?”
Jean Young menikmati pelayanan ini dan toko penuh dengan barang barang antik.
Disana ada banyak penjual dan pelanggan datang dan pergi.
Lalu Jean Young menulusuri barang di sekitarnya, Jean Young berjalan melewati sebuah sudut ruang dan tiba-tiba berhenti, dia melihat sebuah rak yang didalamnya terdapat lukisan kaligrafi.
Jean Young mengambil kaligrafi itu dan menanyakan harga kepada penjual.
“Berapa harga lukisan ini bos ?”
Melihat ini, bos mengungkapkan ekspresi bahagia dan berkata sambil tersenyum, pria ini benar-benar tahu barang-barang yang bagus.
“Ini adalah lukisan kaligrafi tinta yang terlihat unik dan umurnya sekitar lima ratus tahun lamanya, untung kamu sampai di sini lebih awal Tuan, atau orang lain akan merebutnya dimasa depan harga barang ini akan meningkat sepuluh atau seratus kali lipat, harga jual lukisan ini sebenarnya tidak terhingga tapi karena tuan orang yang istemewa pada saat ini ambil saja dua puluh lima juta rupiah “ucap bos sambil tersenyum memunculkan gigi putihnya.
Jean Young mengangguk, dia tahu kalau bos ini mencoba menipunya, tapi ini adalah siasat nya dalam membeli barang karna sebenarnya tujuannya adalah lukisan yang ada disebelahnya, dimana lukisan ini adalah lukisan otafiranto telaumbanua yang terkenal di zaman quilong.
__ADS_1
Lukisan ini sudah dialirkan energi QI, sehingga tahan mencapai umur lima ratus tahun.
Saya akan mengambil lukisan ini bos, tapi bersama dengan lukisan yang ada di sebelahnya yah bos ? Dua Puluh Lima Juta.
Bos mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Jean young, dia melihat sebuah lukisan yang sedikit compang camping dan berkata ”tidak masalah karna tuan menyukainya, ambillah”.
Dan lukisan inilah yang dijadikan Jean Young sebagai hadiah ulang tahun kakeknya.
“Oh, hadiah layak apa yang bisa kamu beli dengan gaji seribu perak perhari? Jangan membual disini.”
Ibu Mertua Marisa Barasi langsung mengejek dengan kasar, dan setiap kali pertemuan keluarga seperti ini, Marisa Barasi merasa di rugikan.
Dia tidak ingin datang, tetapi tidak boleh tidak datang, sebab mereka mempunyai menantu yang dinikahi oleh pihak wanita dan tidak berguna, yang kerjanya menyapu, cuci piring dan memasak dirumah, mereka akan di tertawakan.
Tidak peduli betapa dia menyombongkan diri, mereka akan mengejeknya dengan alasan dia mempunyai menantu tidak berguna, itu yang membuat Marisa Barisa sangat tidak nyaman, sehingga yang ada di pikiranya adalah “bagaimana bisa mengusir Jean Young di keluarga ini.”
Didalam mension terlihat pemandangan yang luar biasa, banyak bunga yang sudah di hias dengan desain nampak elegan.
banyak kaligrafi dan lukisan yang tergantung di dinding, jelas, bahwa dekorasi di sini memiliki pesona kuno, di tengah-tengah sudah di penuhi dengan meja dan kursi yang telah di susun rapi untuk tempat para tamu.
“kalian sekeluarga mengapa datang begitu terlambat, hanya menunggu kalian jadi terlambat dimulainya acara.”
“Leor Nanda , aku mendengar bahwa kamu di promosikan di perusahaan.”
“Saudara kedua , aku akan minum anggur denganmu nanti”.
“Kak Marisa Barasi saya mendengar bahwa gaji pokok kalian sudah di naikan di rumah sakit.
Kerabat datang untuk menyapa mereka sekeluarga, tetapi tidak ada yang peduli dengan menantu yang di nikahi oleh pihak wanita Jean Young, karena dia adalah sampah yang tidak berguna.
Jean Young mengikuti Leor Nando dan mereka sekeluarga duduk bersama.
“Waoh, bukankah ini Jean Young yang tidak berguna, menantu yang dinikahi oleh pihak wanita Keluarga Leor kita? kamu ternyata datang juga.”
__ADS_1
Orang yang berbicara adalah keluarga Leor Syahputra cucu tertua dari keluarga Leor yang bekerja sebagai manajer pembangunan, dia bertanggung jawab atas industry hotel milik Keluarga leor dan telah banyak mendapat keuntungan.
Jean Young mengabaikan semua ini seolah-olah dia tidak mendengarnya
Sudah dua tahun, Jean Young sudah lama terbiasa dengan hal seperti ini.
Tapi Leor Nanda semakin kesal memikirkannya, Bagaimanapun Jean Young adalah suaminya saat ini.
Tiba tiba, dia berdiri dan membelah Jean Young, tetapi Jean Young meraih tangannya.
Jean Young memiringkan kepalanya dan berbisik kepada Leor Nanda
“Sudahlah, kerabat kita ini selalu membesar-besarkan diri dimana kenyataanya hanyalah sekelompok orang yang menyedihkan yang berpikiran bodoh.
Pada saat ini, seorang tua muda muncul dan berkata dengan rendah hati
“Lama tidak bertemu ya, Nanda.”
Setelah mendengar suara ini, semua orang yang hadir diruangan ini menoleh dengan rasa ingin tahu.
Ketika mereka melihat orang itu, mata mereka berbinar-binar.
Orang yang datang adalah Dimas Pratama, yang merupakan salah satu siswa terunggul yang diajar oleh Leor Airel di tahun-tahun awalnya, ia juga salah satu yang paling mudah dan menjanjikan yang memiliki perusahan sendiri dengan saham miliaran rupiah serta, sebagai pewaris keluarga pratama yang sangat kaya di kota Hili Maziaya. Ia biasanya di juluki pangeran tanpa di benak wanita.
Namun, Leor Nanda tidak tertarik padanya, dia mengangguk tanda mengatakan” ya.”
Tetapi Marisa Barasi dan Leor Marlo sangat senang dan antusias setelah melihatnya.
“Dimas datang dan duduk di sebelah bibi Marisa Barasi, sebelumnya Leor Nanda selalu menyebut kamu kepada saya, mengatakan bahwa kamu akan datang di pesta ulang tahun ini, kebetulan kamu ada di sini.
Dimas pratama sangat puas mendengar hal ini, dia merasa hanya orang seperti dirinyalah yang cocok dengan Leor Nanda, dia yang memiliki bakat dan kekayaan bersih miliaran rupiah.
“BU, aku belum pernah menyebutkannya, jangan bohong.” leor Nanda berkata dengan marah.
__ADS_1
“Gadis muda biasanya sangat malu, jangan diambil hati.” Marisa Barasi terus menyenangkan hati Dimas Pratama tanpa malu-malu. Marisa Barasi tidak menaruh menantu Jean Young di matanya sama sekali.
BERSAMBUNG..........