MENANTU SAMPAH TERHEBAT

MENANTU SAMPAH TERHEBAT
BAB 5. LUKISAN BERTULISKAN SELAMAT ULANG TAHUN


__ADS_3

Kerabat dan teman-teman yang lain yang hadir di perjamuan ulang tahun ini memandang Jean Young dengan lelucon, istrinya sebenarnya di perkenalkan kepada pria lain, oleh ibu Mertuanya Marisa Barasi di depan dia. Ini benar-benar sangat memalukan, jadi mereka ingin melihat reaksi dan lelucon apa yang sedang terjadi selanjutnya.


Tapi langit mempermainkan mereka, Jean Young pada saat ini ekspresinya tenang dan tidak peduli dengan apa yang terjadi, bagi Jean Young, asalkan orang itu tidak melewati batas kesabarannya, maka orang itu akan aman.


“Nanda, aku datang ke perjamuan ulang tahun tuan besar Leor, sekalian ingin bertemu denganmu, Dimas Pratama mengeluarkan sebuah kotak hadiah dari sakunya, ini adalah kalung dari periode masa Quilong, yang harganya lebih dari lima ratus juta rupiah dan tidak mahal, aku membelinya khusus untuk kamu, kamu pasti cantik ketika memakainya.”


Dimas Pratama berkata dengan sombong sambil menatap Jean young. menandakan, "bodoh, aku akan berhubungan dengan istrimu kedepannya. Apa yang bisa kamu lakukan untukku? Kamu tidak pantas mendapatkan Leor Nanda yang cantik, hanya tuan muda inilah yang cocok dengan istrimu. Aku yang kaya raya dan berkemampuan."


“Maaf, saya tidak menerima hadiah ini.” Leor Nanda langsung menolak, dia sudah tahu seperti apa sifat dan kepribadian Dimas Pratama ini, dia orang yang munafik.


Ketika mendengar ini, ibu Leor Nanda tidak senang, dan dengan cepat mengambil kalung itu di tangan Dimas Pratama.


“Jangan begitu ini adalah hadiah dari Dimas Pratama. bukti bahwa dia benar-benar menyukaimu, ini harga lima ratus juta rupiah suamimu bahkan tidak akan bisa membelinya, Marisa Barasi membujuk Leor Nanda dan tidak lupa meremehkan Jean Young yang tidak berguna.


Leor Nanda mengambil kalung itu di tangan Marisa Barasi dan mengembalikanya kepada Dimas Pratama, dia tidak ingin berutang kepada orang lain dan ia berkata “Maaf saya tidak bisa menerima hadiah ini”.


Ekspresi Dimas Pratama pada saat ini sangat berubah, wajah merah dan rasanya ingin menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya, tapi dia mencoba menahan diri dan berkata “tidak apa-apa aku mengerti” sambil mencoba tersenyum kepada Leor Nanda.


Ditambah lagi pada saat ini Jean Young tiba-tiba bicara” jangan pernah lagi mengganggu istriku atau memberinya sebuah hadiah , karena saya masih mampu memberikannya."

__ADS_1


Dimas Pratama tidak tahan lagi dan sangat marah karena perkataan Jean Young ini, bisa-bisanya seorang sampah berani menegurnya.


“Oke, kamu pria sampah, kita tunggu saja nanti!”,Dimas Pratama setelah mengatakan ini, dia berbalik dan kembali ketempat duduknya.


Marisa Barasi juga sangat marah pada Jean Yuang bisa-bisanya pria yang tidak berguna yang dinikahi oleh pihak wanita berani berbicara seperti itu, tapi dia tidak bisa menegur di tempat seperti ini, ini sangat ramai, bisa-bisa keluarganya nanti akan dijadikan bahan tertawaan.


Waktu berlalu dengan cepat, dan pesta ulang tahun secara resmi di mulai, dan semua makanan lezat dan anggur di taruh ke meja oleh koki.


Semua orang menikmati makanan lezatnya dan mencicipinya dengan sumpit.


Jean Young mengingat makanan kesukaan Leor Nanda dan mengambilnya.


Dalam dua tahun terakhir, Leor Nando telah banyak menderita banyak keluhan karena menikahi pria yang tidak berguna. Dia tidak memiliki kekuatan dan sangat di benci oleh orang-orang yang mengenalnya terutama para kerabatnya.


"kamu juga harus makan, jangan menaruh terus di mangkukku, Leor Nanda berkata sambil menjepit daging ayam memasukkannya kedalam mangkuk Jean Young.


Jean Young tersenyum, dia sangat terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya ini, ini adalah pertama kali istrinya, memberikannya hidangan dalam dua tahun terakhir, perasaannya saat ini campur aduk dan merasa bahagia, pria mana yang tidak senang di perhatikan dengan wanita secantik istrinya ini.


Di tengah perjamuan, semua orang menawarkan hadiah kepada tuan besar leor. Baik atau buruknya hadiah ulang tahun yang diterima Leor Airel, dia sangat senang, asalkan selama itu hadiah yang dikirim oleh cucu dan teman-temannya.

__ADS_1


"Aku sangat berterima kasih kepada semua orang yang hadir pada saat ini, aku sangat senang hari ini". Kata Leor Airel sambil tersenyum hangat dan meletakkan segala hadiah dibelakangnya.


Guru, saya mengucapkan selamat ulang tahun dan panjang umur guru, siswamu ini juga menyediakan hadiah besar untuk guru, aku tidak tahu kalau guru menyukainya, Dimas Pratama berkata sambil mengambil sebuah lukisan dan menyerahkannya kepada Leor Airel dengan hormat.


Leor Airel mengambil lukisan itu dengan hati-hati dan ketika dia membukanya ekspresinya sangat luar biasa membuat para tamu merasa terheran-heran.


Lukisan ini sangat luar biasa, ini adalah lukisan dengan rangkaian kata selamat ulang tahun dan hanya ada satu asli di dunia ini, memang lukisan ini dapat ditemukan di beberapa toko barang antik, tapi itu semua barang palsu. Pemalsulan lukisan ini juga bukan karena ada keinginan untuk menipu seseorang, tapi mereka membuat lukisan palsu ini seakan-akan untuk selalu mengenang sejarah lukisan tulisan selamat ulang tahun. sejarah lukisan tulisan ulang tahun ini telah ada pada masa dinasti Yung, dimana seorang putri telah jatuh cinta kepada seorang petani, hingga suatu hari terdengar ditelinga sang kaisar tentang hubungan percintaan kedua orang yang saling mencintai ini, akan tetapi sang kaisar tidak menyetujui hal itu. Tiba saatnya ulang tahun anak petani ini, Putri kaisar Dewi Sandra menggambar sebuah lukisan yang didalam berisi rangkaian kata selamat ulang tahun, dia membuat lukisan ini dengan sangat sedih dan penuh air mata, karena sang kaisar tidak mengijinkan putrinya bertemu dengan seorang petani, setelah lukisan itu di buat, putri kaisar, Dewi Sandra mengirimnya melalui dayang istana. Dan tidak lama dua hari lamanya, tersebar informasi bahwa pemuda yang dicintai sang putri kaisar telah meninggal dunia. itulah sejerah singkat lukisan ini.


Ketika semua orang mendengar, bahwa lukisan ini adalah lukisan asli karya Putri Kaisar Dewi Sandra semua orang begitu heboh. Lukisan ini sangat mahal.


Semua orang mendekat dan berkumpul di sekitar untuk melihat lukisan ini.


"Guru memiliki penglihatan yang bagus", lukisan selamat ulang tahun" karya Dewi Sandra ini aku beli tiga koma lima miliar, aku dengar guru suka mengoleksi barang antik lalu aku mengambil barang ini dan memberikannya kepada guru semoga guru menyukainya, Ucap Dimas Pratama. Dia melihat saat ini, bahwa hadiahnyalah yang paling berharga di antara para tamu, ekspresinya sangat sombong dan sengaja melirik Jean young.


"Aku suka, kamu sangat tulus!" pujian sang kakek, membuat Dimas Pratama lebih bangga.


Semua para tamu merasa iri, siapa yang rela mengeluarkan uang tiga koma miliar hanya untuk sebuah hadiah ulang tahun. Tapi Dimata para orang kaya uang tiga koma miliar hanya masalah kecil buat mereka. Untuk sementara waktu mereka bersulang satu sama lain.


Dimas Pratama menikmati semua sanjungan yang ada, ia melirik Jean Young dan berkata dengan sedikit tidak suka.

__ADS_1


Inikah menantu dari keluarga Leor..? Tampaknya dia belum memberikan hadiah ulang tahun kepada sang guru, ini tanpa ada persiapan kah! Ini benar benar tidak berbakti.


BERSAMBUNG.............


__ADS_2