
[Selamat pagi, Yank]
Pagi-pagi sekali, sekitar pukul 6:02 WIB. Irene mengirim chat kepada Leon, kekasihnya. Irene sudah membaik, sudah sehat lagi. Irene sudah bisa berangkat ke kampus seperti biasanya. Irene berharap, pagi ini Leon mau mengantar dirinya pergi ke kampus.
Di sana, Leon yang baru saja bangun dirinya langsung membuka chat masuk dari Irene, tak lupa Leon pun membalasnya.
[Pagi juga, Yank. Hehehe ... aku baru bangun nih, Yank], chat pun terkirim.
Irene masih duduk santai di tepi tempat tidur menunggu balasan dari Leon.
[Ich, bau acem dong. Sana mandi dulu. Uuuumm ... nanti jemput aku ya, antar aku ke kampus]
[Maaf, Yank. Keknya aku enggak bisa deh, aku harus membuat lamaran. Aku akan mulai mencari pekerjaan. Uuummm, satu lagi. Sepertinya kita jangan ketemu dulu deh sebelum aku mendapatkan pekerjaan. Ini adalah tantangan dari Mommy Shira, aku harus memenuhi tantangan itu agar aku bisa menikahi dirimu], balas Leon panjang lebar.
__ADS_1
Irene pun terdiam, apa yang disampaikan Leon lewat chat memang ada benarnya juga. Untuk itu, Irene pun akan berusaha menahan rasa rindunya kala dirinya ingin bertemu dengan Leon. Mungkin hanya bisa disalurkan lewat chat, telepon bisa juga video call.
Irene langsung menghubungi sang kekasih lewat sambungan video call, sebelum melakukan aktivitas, Irene ingin melihat wajah sang kekasih terlebih dahulu.
“Yank ... emang kamu ada rencana mau melamar kerja di mana?” tanya Irene, setelah video callnya di jawab oleh Leon.
“Di tempat Kakak aku kerja, Yank. Tapi, aku juga tidak tahu apakah akan diterima atau tidak. Ya, coba dululah. Kalau seumpama gagal, ya nanti aku tinggal cari pekerjaan lain.”
“Semoga kamu keterima ya, Yank. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu, agar aku dan kamu segera menikah,” kata Irene.
****
Leon sudah berpakaian rapi, menggunakan kemeja putih, celana dari bahan katun berwarna hitam, menggunakan sepatu berwarna putih. Leon tampak sangat rapi dan tampan sekali, biasanya Leon tampil pecicilan, pagi ini penampilannya berubah 180 derajat.
__ADS_1
[Yank, doakan aku ya! Semoga aku keterima kerja]
Leon mengirim chat kepada Irene berserta foto dirinya dengan penampilan barunya tersebut.
Irene tampak terpesona dengan penampilan barunya Leon, Irene semakin jatuh hati saja. [Keren, Yank. Ini foto pacar aku bukan sih?]
Irene senyum-senyum mesem, dirinya malah jadi fokus memandang foto Leon sampai membuat Irene mengabaikan makannya.
“Irene, taruh dulu ponselnya. Habiskan dulu makanannya. Mommy tidak mau sampai kamu sakit lagi,” ucap Mommy Shira. Tak suka melihat Irene yang fokus chatting sampai lupa makan.
“Hehehe ... iya, Mom!” Irene akan menjadi anak penurut kali ini sebab sang Mommy sudah memberikan lampu hijau.
Irene pun menaruh ponselnya di atas meja, ia pun kembali melanjutkan menikmati sarapannya.
__ADS_1
Sebenarnya, Mommy Shira masih belum meridhoi anak gadisnya berhubungan dengan Leon, laki-laki yang sudah menjamah tubuhnya.
‘Mommy menyimpan dua rahasia dari kamu, Nak. Semoga saja rahasia yang Mommy sembunyikan ini tersimpan rapi, jangan sampai kamu tahu rahasia Mommy ini. Jangan sampai, Mommy tidak mau melihat kamu sedih dan terluka,’ ucap Mommy Shira dalam hatinya.