
ella terbangun dan langsung mandi menyiapkan kopernya untuk tinggal beberapa hari di rumah bibinya, puspa adalah adik kandung ibunya yang memilih tinggal di pedesaan ikut suaminya.
ella mandi dan sarapan pagi bersama anggota kluarganya kcuali ayahnya yang sedang di luar negri
bu ani ''ell kamu jadi kerumah puspa?''
''iya ma jadi bntar lagi juga ell brangkat''
''oh bagus lah kalo perlu yang lama sekalian''jawab bu ani dengan nada ketus
ella kaget mendengarnya tapi tak berdaya menjawab bgitupun dengan adik adiknya hanya terdiam
''bi suruh supir siap siap''lanjut bu ani
tiba tiba ella teringat sesuatu''oh ya bi ijah tolong bilang pak andi ambilkan koper saya di depan pintu kamar sebentar lagi saya mau berangkat''ella dengan santai menghabiskan makananya
''baik non jawab bi ijah''
setelah itu ella masuk ke mobil dan supirnya sudah siap mengantarkan nona mudanya yg malang itu. sesampainya di rumah puspa ella dengan gembira memeluk dan mencium punggung tangan puspa
__ADS_1
''bibi ehh dede azriel udah gede, eh iya bi rafha mana'' ela menanyakan anak sulung dari puspa
''biasa lah main terus rafha''rafha satu tahun di bawah adiknya ella yaitu vallen
''ayo ell masuk'' saut puspa
''iya bi''sambil membawa kopernya
''ini kamar kamu mungkin nggak mewah seperti di rumah mu hehehe''
''nggak papa bi''
''yaudah ell kamu tidur dulu gih capek kan jalan jauh sampai ke desa gini''
''iya nak nanti bibi bangunkan makan malam''
ella beristirahat sampai jam 8 malam bi puspa mengetuk pintu kamar
''ell ayo makan malam''
__ADS_1
''baik bi''bergegas dia cuci muka lalu ke meja makan karna dia sudah lapar skali
'' ayo ell makan'' kata paman miswan suaminya bi puspa
mreka makan dan berbincang2
lalu memutuskan untuk menonton tv dan ahirnya mngantuk mreka kmbaki ka kamr masing2
ella mnghabiskan malamnya dengan tenang
pagi suara burung berkicau layaknya pdesaan pada umumnya ella bangun mandi dan membantu bibinya masak sambil cerita apa yg terjadi di kluarganya
''sebenarnya bibi pun sudah tau smuanya ell tapi bibi juga hanya bisa diam sama seperti kamu'' ella hanya diam mendengar kata bibinya itu
''sebenarna sjak cecil ibu mu sudah punya sikap yg tidak baik pernah kakek mukasih toko untuk kami blajar berniaga sewaktu bibi dan ibu mu baru tamat sma tapi ibu mu serakah tidak ingin berbagi, ibu mu juga kalau pacaran sering berciuman dengan lelaki yang berbeda setiap mulang pacaran lehernya selalu merah sampai satu ketika dia brtmu dengan ayah mu lalu menjalin hubungan ibu mu saat itu sedang kuliah smester prtama ayh mu sudah lulus dan ada satu hari libur ibu mu memutuskan untuk main dengan ayah mu dan saat pulang dia ganti baju dan bibi lihat celana dalam di keranjang baju kotor ibu mu ada bercak darah saat itu bibi tidak mengerti apa apa bibi mengira ibu mu sedang datang bulan sampai suatu ketika usi kandungan ibu mu satu bulan lalu kakek mu memutuskan untuk menggugurkan kandungannya di karnakan ayah mu tak mau bertanggung jawab tapi smua usahanya gagal tapi kakek mundatangi rumah ayah mu dan merdiskusi baik baik dengan kluarganya dan menikahkan ayah dan ibu mu ayah mu bukan berasal dari kluarga kaya hanya kluarga biasa saja lalu kakek mu mempercayakan perusahaannya untuk di jalankan ayah mu sampai ahirnya dia meninggal''
ella diam dan tanpa terasa airmatanya menetes saat dia mengetahui bahwa dia anak yang tak di inginkan
''ell jangan sedih memang sedari kecil kamu bibi yg merawat mu sampai ahirnya bibi menikah dan punya kliarga sendiri''
__ADS_1
ell hanya diam sampai sarapan selesai setelah beberapa minggu dia pun memeutuskan untuk kembali ke rumahnya
sampe sini dulu yah batre aku habis😁