
sebuah amplop coklat berisi alamat,foto dan semua informasi tentang Amril iya dapati,,, betapa terkejutnya Hans dan Lian mengetahui suami dari mantan pelayannya yg mendonorkan hati untuk Hans....
tidak menunggu lama Hans dan Lian mendatangi alamat yg ada di amplop itu...
Sesampainya mereka ditujuan, Lian langsung masuk kehalaman rumah yg terlihat sederhana namun tertata sangat rapih dan sangat nyaman...
belum sempat mengetuk pintu, Nida yg mendengar suara langkah didepan rumahnya langsung membuka pintu,,..
Nida terkejut dengan mata berkaca2 melihat mantan majikannya sembuh dengan hati suami yg sangat dia cintai...
keharuanpun tidak bisa terelakkan....
Lian dan Nida saling berpelukan....tidak tau lagi bagai mana caranya mereka berterima kasih...
mata Hans pun tertuju pada perut Nida yg sudah terlihat membesar....
Hans: Nida...kau sedang hamil...?!!
Nida menundukkan kepala.....
iyaa...tuan..
Lian: ayo ikut kami ke mansion Nida.,kau tidak munkin membesarkan nya sendiri...
"ucap Lian dengan hati"
Nida: terimakasih nyonya,, aku sudah berjanji pada mas Amril akan membesarkan ank kami..lagi pula apa kata orang jika melihat wanita hamil tinggal dirumah anda nyonya.."Ucap Nida lirih"
Lian: bagaimana kau bisa membesarkan anakmu tanpa seorang suami, ikut lah aku ke mansion,,, bahkan jika kau setuju aku akan meminta suamiku untuk menikahimu...
__ADS_1
Hans: appaaaaaa????
Nida:appaaaaaa?????
"bersamaan"
Hans: apa yang kau katakan ma... apa kau tidak bisa berfikir jernih....aku akan memberikan 25% hartaku untuk Nida dan anak nya
Nida: tidak tuan,nyonya...tidak untuk harta,dan juga tidak untuk menikah lagi
aku akan tetap disini, mengertilah aku sudah berjanji, aku akan memulai kehidupan ku 3 bulan lagi aku akan melahirkan,kami pasti bahagia disini
Hans: Baik lah Nida aku memang tidak setuju pendapat istri ku, tapi aku juga tidak akan membiarkan kau susah...
untuk yg 1 ini kau tidak boleh menolak.....
kedua, jika anak mu laki-laki aku akan memberikan hak yang sama seperti Argha anak kami, tapi jika anak mu perempuan aku akan mengambil nya untuk menjadi putri ku, dia akan ku nikahkan dengan Argha.
Lian tersenyum sangat bahagia mendengar solusi dari suaminya.....
Nida masih diam, hidupnya terlalu sesak dan berat.....dia hanya menganggukan kepalanya pelan...dan menarik nafas dalam....
flashback off
22 Tahun berlalu
pagi hari dimansion.....
Terlihat seorang pemuda tampan menuruni tangga sedikit terburu2
__ADS_1
Lian : pagi sayang,..."sapa Lian dengan senyuman menyambut putranya untuk sarapan"
Argha: pagi ma... "menghampiri sambil mengecup kening mama nya''....
Lian: mau kemana ini kan hari libur....??
mama fikir kamu bisa menemani mama seharian ini.... "dengan wajah pura2 sedih"
Argha: ma... ayolah....aku akan keluar menemui Alice, hari ini dia kembali dari Dari luar negri...
Lian: baik....pergilah kalau begitu,, sambil bangun dari duduk nya menuju kamar ,dalam hati Lian pangil mama..pangil mama anak manis...
Argha: melihat mamanya yg agak ngambek Argha berubah fikiran
maaaaa.... huuh....baiklah nyonya besar apa yg akan kita lakukan hari ini...
membenahi atap rumah..?
menyikat kolam renang....?
atauuu....
Lian: Diamlah kau anak nakal,, "Lian tersenyum puas" selesai sarapan naiklah mama menunggu mu dikamar...
Pak Sam,, Lian memanggil kepala pelayan, suruh pelayan membawakan teh dan cemilan kekamarku...
pak Sam: Baik nyonya besar.....
Bersambung.......,❣️❣️❣️❣️
__ADS_1