MENJADI AYAH DI DUNIA KULTIVASI

MENJADI AYAH DI DUNIA KULTIVASI
Anggap sebagai Balasan karena Telah Membesarkanku


__ADS_3

Para tetua ini semuanya berasal dari faksi Tetua Agung dan He Kuang.


Adapun tetua lainnya, mereka menundukkan kepala dan memilih untuk tetap netral.


Karena mereka tahu bahwa ini hanyalah kekuatan terakhir dari He Peng, dan bahkan jika mereka membantunya, itu tidak akan ada artinya.


Mulai sekarang, Keluarga He masih berada di bawah kendali Tetua Agung dan faksi He Kuang.


Karena itu masalahnya, bukankah bijaksana jika mereka memilih untuk melindungi diri mereka sendiri?


Faksi netral sebenarnya adalah mayoritas.


Namun, mereka bukanlah kelompok monolitik. Karena itu, tidak ada dari mereka yang berani bertindak gegabah.


Itu seperti di sekolah, jika selusin anak nakal bersatu, mereka bisa menggertak anak baik di seluruh sekolah.


“Oh, kalian akhirnya mengungkapkan niat kalian yang sebenarnya? Kalian tidak bisa menang dalam pertarungan satu lawan satu di Pertarungan Hidup dan Mati, jadi kalian memilih untuk mengeroyok-ku?” kata He Peng dengan senyum dingin.


“Huh! Dalam menghadapi pengkhianat keluarga, tidak perlu membicarakan aturan. Bunuh saja dia dengan segala cara yang ada!” kata Tetua Agung dengan wajah dingin.


“Hehe, mengapa aku dituduh sebagai pengkhianat lagi? Apakah Tetua Agung ini minum obat pencahar tadi malam? Terus saja memuncratkan kotoran dari mulutnya satu per satu dan tidak pernah berhenti.” He Peng menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


“Kamu tidak mengakui kesalahanmu, jadi kematian adalah satu-satunya jalan keluarmu! Bunuh!" Tetua Agung meraung keras, lalu dia membawa beberapa tetua dan menyerbu ke arah He Peng.


Orang-orang ini telah berkultivasi selama puluhan tahun, dan semuanya berada di Ranah Formasi Inti tingkat kesembilan. Ketika mereka menyerbu bersama, mereka bak pasukan seribu kuda!


Namun, ekspresi He Peng tidak berubah. Dia perlahan mengangkat tangan kanannya untuk mengumpulkan energi di tubuhnya, lalu meninju!


"Bang Bang Bang!"


Seketika, lebih dari seratus meteorit berwarna emas mengembun dan melesat ke arah Tetua Agung dan yang lainnya dengan ganas.


“Hiaat!”


“Sighh!”


“Maju!”


Beberapa dari mereka meraung dan menggunakan teknik seni bela diri mereka masing-masing.


Namun, setiap meteorit sangat kuat dan mengandung kekuatan agung. Pada akhirnya, mereka tidak dapat memblokirnya.


"Ugh!"


"Huaa, tanganku!"


"Bang!!"


Beberapa dari mereka menjerit dan terpental mundur.


Adapun Tetua Agung melindungi tubuhnya dengan perisai energi yang sangat kuat. Dia benar-benar memblokir serangan meteorit tersebut.


Namun, pada saat berikutnya, sesosok muncul di depannya seperti angin kencang, dan kemudian sebuah pukulan mendarat di perutnya.


"Ugh…!"


Kekuatan tirani langsung menghancurkan energi pelindung, dan kemudian menembus tubuhnya, menyebabkan dia memuntahkan darah dan terpental kebelakang.


Dalam waktu dua nafas, kelompok tetua itu benar-benar dikalahkan!


“Ayo, jangan diam saja! Jatuhkan dia cepat!”


Pada saat ini, Patriark Keluarga He, He Kuang telah pulih, dan dia meraung dengan marah pada tetua dari faksi netral Keluarga He.


He Peng berbalik dan menatapnya sambil tersenyum.


"Kamu!!"


Mata He Kuang menyempit dan jantungnya bergetar hebat.


"Engah!"


Pada saat berikutnya, cahaya kepalan menembus dadanya, menyebabkan lubang muncul di dadanya!

__ADS_1


"Kamu... sangat kejam."


Darah menetes dari sudut mulut He Kuang. Tangan kanannya seperti elang, menunjuk ke arah He Peng. Kemudian, dia roboh dengan enggan.


"Kuang'er!"


Tetua Agung berteriak dalam kesedihan, dan kemudian meraung pada tetua dari faksi netral, “Orang ini membunuh patriark, dan melakukan kejahatan keji! Apa yang kamu tunggu?! Cepat bunuh dia!”


Para tetua dari faksi netral saling memandang dengan cemas.


He Peng mengalihkan pandangannya ke orang-orang itu dan berkata dengan acuh tak acuh, “Hari ini, aku akan membersihkan Keluarga He. Siapa pun yang berani mengganggu, aku akan menghancurkan mereka semua.”


Prakk!


Seketika para tetua itu mundur serempak.


"Kk… kalian, kalian sekelompok figuran!"


Tetua Agung mengutuk dengan marah. Kemudian, seolah mengingat sesuatu, dia tiba-tiba menoleh dan berteriak, "Cepat, tangkap He Ri bajingan kecil itu!"


Namun, beberapa tetua yang meratap menoleh dan melihat bahwa He Ri, yang awalnya berdiri di gerbang, telah lama menghilang.


Anak itu benar-benar menyelinap pergi ketika mereka tidak memperhatikan!


Wajah Tetua Agung dipenuhi dengan keputusasaan saat dia menunjuk ke arah He Peng dengan ganas. “Kamu… kamu sudah merencanakan ini sejak awal, bukan?!”


"Bukan urusanmu!"


He Peng mencibir. Cincin ruang di tangan kanannya menyala, dan pedang panjang sedingin es muncul di tangannya. Kemudian, dia dengan santai mengayunkannya!


Wung, cahaya pedang seputih salju, menebas seperti bulan sabit, menyapu Tetua Agung dan tetua lainnya.


Crugh crugh crugh crug…!


Darah menyembur keluar dari leher mereka seperti mata air. Mereka bahkan tidak sempat menutupinya, dan kemudian roboh dengan enggan.


Darah mengalir di tanah, dan bau darah menyebar.


“Ini… ini…”


Anggota dari Keluarga He juga tertegun sejenak.


Kemudian, seseorang langsung berlutut.


"Tolong ambil kembali kendali Keluarga He, Patriark!"


Setelah seseorang memulai, itu seperti reaksi berantai. Yang lain juga dengan cepat berlutut.


Bahkan tetua netral dari Keluarga He perlahan-lahan berlutut, dan gerakan mereka sekali lagi menghasilkan suara yang teratur.


"Patriark, tolong ambil kembali kendali Keluarga He!"


"Patriark, tolong ambil kembali kendali Keluarga He!"


Beberapa dari orang-orang ini menundukkan kepala seolah-olah mereka bersalah, sementara yang lain menatap He Peng dengan mata berapi-api.


Dengan Patriark yang begitu kuat memimpin Keluarga He, mereka pasti akan naik ke tingkat yang lebih tinggi dan bahkan lebih mulia dari sebelumnya!


Namun!


Melihat orang-orang ini berlutut di tanah, He Peng tersenyum menghina.


Sekarang mereka tahu caranya berlutut?


Apa yang mereka lakukan sebelumnya?


He Peng tidak memiliki rasa apa yang disebut keluarga di keluarga ini. Jadi, perasaan baik terakhir telah hilang!


Dia melirik orang-orang dari Keluarga He dan berkata dengan acuh tak acuh, “Semuanya, bangun. Keluarga He adalah milik kalian. Itu tidak ada hubungannya lagi denganku.”


"Apa?!"


"Patriark, kamu..."

__ADS_1


Orang-orang dari Keluarga He mengangkat kepala karena terkejut.


"Apakah aku harus mengulanginya lagi dengan lantang?" Wajah He Peng menunjukkan sedikit ketidakpedulian saat dia berkata, “Sebelumnya, ketika He Kuang dan yang lainnya ingin membunuhku, kalian semua hanya menonton dengan dingin dari pinggir lapangan.” “Hehe, kenapa? Jika aku, He Peng, sudah mati, ya mati. Tapi jika aku masih hidup, apakah aku harus bekerja keras untuk Keluarga He dan berkontribusi tanpa pamrih?”


Suaranya membawa lapisan sarkasme yang tebal.


“Kalian semua bisa melihatku mati. Mengapa aku harus hidup demi kalian semua? Mulai sekarang, Keluarga He dan aku akan memutuskan semua ikatan.” Setelah mengatakan itu, dia mengayunkan tangannya.


Srakk!


Pedang panjang itu terhunus dari sarungnya, dan sebuah energi menebas ke dalam plakat yang diukir dengan kata-kata 'Kediaman Keluarga He'.


Trakk!


Plakat itu terbelah dari tengah, dan setengah dari kata 'He' jatuh ke tanah.


Melihat ini, anggota Keluarga He gemetar ketakutan.


Tidak ada yang berani mengatakan apa-apa lagi.


Memang, mereka telah mengecewakan He Peng!


He Peng mengalihkan pandangannya ke seluruh anggota Keluarga He dan berkata dengan acuh tak acuh, “Aku, He Peng, telah mempertaruhkan hidupku untuk Keluarga He selama bertahun-tahun dan juga telah membangun cukup banyak bisnis. Sekarang, aku belum mengambil satu sen pun. Itu bisa dianggap sebagai membalas apa yang disebut… kebaikan karena telah membesarkanku!”


"Semuanya, mari kita mengucapkan selamat tinggal di sini."


Setelah dia selesai berbicara, dia menangkupkan tangannya ke arah semua orang di sekitarnya sebelum berbalik dan berjalan keluar.


"Ayah." He Ri keluar dari kerumunan.


"Ayo pergi. Kita akan meninggalkan Kota Samyang.” He Peng memegang tangan putranya dan berkata dengan tenang.


"Oke." He Ri mengangguk.


Sosok ayah dan anak itu perlahan meninggalkan gerbang kediaman Keluarga He di bawah tatapan semua orang.


"Ini... ini..."


"Huh!"


Anggota Keluarga He melihat kedua sosok yang secara bertahap berjalan pergi, dan tiba-tiba merasakan kesedihan seolah-olah semua momentum telah hilang.


Setelah hari ini, kekuatan Keluarga He akan sangat melemah dan reputasi mereka akan rusak. Mereka akan menjadi bahan tertawaan di Kota Samyang.


Wajah para tetua Keluarga He penuh dengan kepahitan.


Betapa menyesalnya mereka!


Mereka seharusnya tidak mendengarkan pesona dari faksi He Kuang dan menggulingkan He Peng dari posisi Patriark Keluarga He. Mereka seharusnya tidak melakukan hal-hal yang begitu kejam.


Sekarang, nasi sudah jadi bubur.



Setelah beberapa saat berlalu.


Di jalan yang ramai, He Ri mengangkat kepalanya dan bertanya, "Ayah, kemana kita akan pergi?"


Dia tidak memiliki ingatan yang tersisa tentang Keluarga He. Bagaimanapun, dia dengan jelas mengingat hinaan dan ejekan yang diberikan Keluarga He kepadanya selama ini.


“Haha, kita bisa pergi kemanapun kita mau. Dengan kekuatan ayah, kita bisa pergi kemanapun di dunia ini.”


He Peng tersenyum dengan tenang.


Itu benar!!


Mata He Ri berbinar. Bagaimana dia bisa lupa bahwa ayahnya adalah seorang ahli tiada tara sekarang? Dia bisa pergi kemanapun dia mau!


Pada saat ini, setelah melihat bagaimana He Peng dengan mudah menghancurkan Keluarga He, dia sepenuhnya percaya pada kekuatan ayahnya.


Padahal dia sudah mempercayainya sebelumnya.


Dia masih merasa itu sedikit tidak nyata.

__ADS_1


Tapi sekarang setelah dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, hatinya benar-benar tenang. Benar, ayahku adalah ahli yang tiada taranya!!


__ADS_2