
Saat ini alvian lagi duduk di ruang tamu sambil menonton tv setelah makan, alvian bisa lihat anak dan sahabatnya melihat dirinya itusih wajar karna pemilik tubuh gak pernah nonton jangankan nonton berkumpul dengan keluarganya saja dia gak pernak karna dia cuma taunya berkerja.
Di sisi lain Bian dan bara heran karna ini pertama kali mereka melihat papa mereka diam saja di rumah padahal papa mereka itu gak pernah diem di di rumah karna papa mereka gila kerja tapi apa sekarang mereka melihat papa mereka menonton tv tanpa memperdulikan mereka dan sahabat mereka berdua.
Bara yang melihat papanya pun bertanya.
"Papa kenaa tidak kerja"kata bara ke alvian
Alvian yang merasa titanyakpun mengalaih pandangan dari tv ke anak ke tiganya, alvian sudah memdapat kan ingatan te tang kedua anaknya yang kembar walupun samar.
"Malas"balas alvian.
Alvian bisa melihat keterkejutan anak dan sahabat anaknya di wajah mereka.
Sedangkan bara dan sahabatnya di buat kaget karna papa/om yang merek kenal gila kerja teryata bisa dia bilang malas kerja.
"Apa paa sakit aa perlu kita ke rumah sakit"kata bara.
"Tidak saya sehat"kata alvian dengan wajah datarnya
"Tapi kenapa papa tidak kerja pasti papa sakit atau apa di guna-guna ya"kata bara tanpa hentu berbicara dan berpikir negativ
Sedangkan alvian cuma melihat bian seperti orang bodoh yang dimana sekarang dia adalah anaknya.
"Kau gila"kata alvian membuat bara menghentikan bicaranya.
"Apa yang papa bilang, papa bilang bian gila bian lo anak papa yang paling tampan di antara anak papa yang lain"kata bian ke alvian dengar narsisinya
"Kau tampan karna saya"kata alvian.
"Apa maksud papa kalo bian ganteng karn papa, bian ganteng ini karna emang bian tampan dari lahir bukan karna papa"balas bian
"Saya bertanya boleh"kata alvian.
"Boleh"balas bara.
"Kau anak dari siapa"kata alvian.
"Tentu saja dari pak alvian dan bu dewi"kata bian.
"Apa menurutmu mamamu tampan"kata alvian.
"Tentu aja tidak mama itu cantik pa gak ada pun tampan ya itu saja papa gak tau"balas.
"Jadi menurutmu ke ketampannmu menurun dari siapa"kata alvian.
"Tentu saja dari papa"balas bara.
"Itu kau tau kalo ketapan kamu turun dari papa karna itu kau harus bersukur karna wajah papa tampan jika wajah papa jelek pasti wajahmu juga ikut jelek"kata alvian dengan msenyum kecil sehingga tidak mengetahui bahwa dia tersenyum selain bian kakak sekaligus kembaran bara.
'papa senyum ?'kata hati bian
__ADS_1
"Benar jugak ya kalo papa tampan jadi albian taman tapi kalo papa jelek jadi bian jelek dong"kata bara
Sedang kan bian dan sahabat cuma menonton perdebatan ayah/om mereka bersama.
"Itukan kau tau jadi kalo mau memuji siapa yang paling tampan di sini adalah saya bukan kamu jadi kamu harus berterimakasih ke papa karna papa ganteng"kata alvian melihat bara.
"Kalo saya tampan karna papa maka papa tanpan karna kakek dong kan papa anak kakek jadi sekarang papa harus berterimakasih kek kakek karna kakek tampan"kata bara dengan senyum yang menurut alvian itu senyum yang aling menyebalkan.
"Kata siapa papa taman itunkarn papa tampan dari lahir bukan kaya kamu tampan karna papa"kata alvian tidak setuju.
"Alah kata papa tadi bara tampan karna bara anak papa jadi gak salah dong kalo bara bilang papa tampan karna kakek"kata bara.
"Saya bilang saya tampan karna saya tampan dari lahir bukan kaya kamu tampan karna papa titik"kata alvian.
"Gak bis gitu dong"kata bara ngegas
"Gak kamu tampan karna papa"kata alvian
"Gak"
"iya"
"Gak
"iya"
Alvian dan bara pun adu mulut tanpa melihat kalo mereka jadi tontonan pemuda di dekatmereka, bian yang capek melihat pedebatan gak manfaat papa dan adek ya pun menyuruh mereka berdua berhentiy.
"Bian Kau jangan seruh papa berhenti papa, mau beritau pada adek mu yang gak tau diri dibilang tampan karna papa tapi dia gak mau jujur padahal dia tau kebenaranya"kata alvian ke bian sambil tangn menunjuk bara.
Bara yang mendengar perkataan papanya pun menjawab
"Mana ada yang ada papa ni gak mau nganlah sama anak sendiri"kata bara
"Memangnya kenapa kalo kamu anak saya, walaupun kamu anak papa, papa gak pernah mau ngalah sama kamu"kata alvian
"Udah kalian ini apa sih kaya anak kecil berdebat hal hal yang tidak penting, papa juga harus bisa ngalah sama anak dan kau juga bian kau gak boleh bicara itu ke papa"kata bara dengan suara seperti menahan marahnya.
Bara dan alvian pun diam karn merek berdua tidk mau anak/kakak mereka marah.
"Dah deh dari pada papa ladenin kamu lebih baik papa nonton saja"kata alvian sambil menonton tv
Bara yang baru mau menjawab perkataan papanua diapun diam karn dia melihat tatapan kakak nya bian yang menatapnya dengan tajam.
"Pa"kata bara.
"Emm"dehem alvian tanpa mengalih mtanya dari tv.
"Pa"kata bara lagi.
"Emm"dehem alvian.
__ADS_1
"Papa lihat bara dong dari tadi bara panggil papa cuma jawab emm emmm seperti sariawansaja"kata bian.
"Apa"kata alvian tapi dia tidak melihat bian matanya tetap saja melihat tv.
Bara yang marah karn di acuhkan papnya pun marah dan mematikan tv.
"Ketapa kau matikan itu kan lagi seru"kata alvian
"Siapa suruh dari tadi bara panggil tapi papa gak nyaut jadi bara matikan saja tv nya"kata bara
"Iya iya deh papa salah sekarang bara bisa kau nyalakan tv nya papa mau nonton ini"kata alvian dengan wajah tesenyum denganpaksa.
"Gak kalo papa mau tv nya nyala papa harus kirimin bara uang seratus juta"kata bara.
"Gak bisa gitu dong kau mau rampok papa ya"kata alvian.
"Siapa bilang dan juga kalo papa kirimin bian uangnya perusahaan papa gak akan gulir tikar ko"kata bian.
"Tetap saja gak bisa itu uang papa"kat alvian.
"Jadi papa pelit ni cuma seratus juta lo pah bukan seratus miliyar"kata bian.
"Kalo begitu papa gak jadi nonton lebih baik papa nonton di kamar pake leptop saja"kata alvian sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ketangga.
"papa"kata bara.
"apa"kata alvian berhenti jalan menoleh ke bara.
"papa jangan sering berkerja ya"kata bara menunduk kepalanya.
"apa maksudkamu, kamu mau papa gak berkerja kalo papa gak berkerj nanti saudara dan mama mu mau makan apa"kata vian dengan seperti menahan marah.
"bukan gitu maksud bara pa maksud bara papa jangan seperti kemarin papa bekerja sampai gak pernah ngupul sama kami"kata bian dengan mata yang mau menangis.
alvian yang melihat mata bara mau menangispun berjalan ke bara dan mengelus kepala bara dan berkata.
"papa usahakan dan jugak cowok gak cengeng"kata alvian.
"bernarkah janji ya papa gak kaya tahun srbelumnya papa akan sering kumpul sama kita"kata bara
"janji, papa mau ke kamar dulu"kata alvara dan berjalan ke tangga.
Bara yang mendengar papa janjipun senang.
"kalian lihat papa janji akan berubah"kata bahagia bara dengan senyum lebar.
Bian melihat adek nya senyumpun ikut senym walaupun tipis dan melihat papanya.
'semoga aja papa gak ingkar janji dan membuat bara nangis kalo bara nagis bian akan pukul papa sampo papa sadar kalo papa punyak keluarga yang haru papa jaga'kata hati bian sambil melihat papanya berjalan ketangg sampai tak terligat
____________________________________________________________
__ADS_1
SAMAI SINI DULU SELAMAT MEMBACA