
suga semangkin khwatir akan kesehatan hey-jin ,suga mulai berfikir sehingga membuat nya ketiduran,saat suga ketiduran hey-jin terbangun,melirik ke arah jam hey-jin membangun kan suga,
"sayang bisakah kamu bangun ,
namun suga tak bergerak,akhirnya hey-jin pergi sendirian ke belakang,hey-jin berjalan perlahan dan membuka kulkas,hey-jin merasa sangat lapar dan hey-jin memakan sesuatu ,setelah beberapa saat hey-jin dibelakang akhirnya suga terbangun,melihat istrinya tidak ada disampingnya,suga panik dan segera mencari istrinya,
"sayang
suga kaget melihat istri nya sedang menikmati makanan dibelakang,
"sayang ,kamu sedang apa?
"maaf ,aku lapar,tadi aku bangunkan kamu tidak bangun ,
"maaf sayang aku tidak menyadarinya
suga merasa sangat bersalah,karena tidak sadar ketika istrinya membangun kan nya,
"tidak apa-apa lagian dikulkas sangat banyak makanan,
"*baik lah jika begitu,apa kamu mau susu,biar ku buat kan
"tidak terima kasih,aku sudah kenyang dan sekarang mengantuk*
"ok baik lah,ayo kita pergi tidur,
mereka berjalan,menuju kamar mereka
hey-jin yang kembali tidur ditemani suga,mereka menghabiskan malam bersama,
tak terasa matahari mulai menyilau mata hey-jin,saat hey-jin mau bangun ternyata suga telah bangun terlebih dahulu,
"*sayang ,,apa kamu sudah bangun dari tadi
"iya ,aku sudah bangun sebelum kamu bangun,
"maaf ,karena membuat mu tidur tidak nyenyak malam ini*
"*tidak ,aku tidur sudah cukup,kamu mandi sana ,nanti kita sarapan ,
__ADS_1
"baik lah*,
hey-jin bersiap terlebih dahulu,setelah selesai mereka turun kebawah untuk sarapan ,dan memulai hari terakhir liburan mereka,
"*sayang hari ini apa yang ingin kita laku kan,
"belum tau ,tapi yang pasti kita sarapan terlebih dahulu*,
hey-jin mulai merasa bosan dan tidak memiliki selera untuk makan,bahkan mencium bau makanan saja membuat hey-jin mual
"*sayang maaf ,boleh kah kita pergi segera dari sini
"kenapa ? apa kamu tidak suka sarapan disini,apa kamu mau pidah atau sarapan yang lain,
"tidak ,aku hanya ingin muntah mencium aroma disini*,
suga panik mendengar perkataan hey-jin dan mereka segera pergi ,
hey-jin dan suga berjalan untuk membeli beberapa keperluan mereka
"*sayang ,maaf karena tingkah ku kamu jadi kepikiran,padahal kita kesini mau liburan
"tidak sayang,aku mengerti kok*
"*apa kamu tau jika aku adalah wanita yang paling beruntung karena telah memiliki seorang suami seperti diri mu,
"apa kamu tau ,jika aku adalah pria yang paling bahagia ,bisa memiliki seorang istri yang baik pintar dan cantik seperti mu*,
"terima kasih karena telah mengerti kondisi ku saat ini
mereka melanjut kan perjalan mereka ,dan mulai berbelanja,setelah selesai belanja suga mengajak hey-jin kesuatu tempat yang indah,suga menyetir ,dan hey-jin menikmati pemandangan, begitu banyak pohon berwarna putih diselimuti salju,hey-jin terpana tak terasa ternyata mereka telah tiba,
suga mengajak hey-jin turun dan mereka berjalan kaki menuju ke atas,
"*sayang maaf,tapi boleh kah kita berhenti sejenak,kaki ku mulai pegal,
"apa mau ke gendong
__ADS_1
"tidak ,terima kasih ,
"ya sudah ,kalau begitu aku gandeng saja*,
"*itu mah mau kamu saja
"ih emang tidak mau digandeng sama suamj sendiri*,
hey-jin tersenyum melihat suami nya dan mereka melanjut kan perjalanan mereka,
dan tiba di suatu temapt dan temapt tersebut mencuri perhatian hey-jin dan suga
mereka kembali berhenti
"*sayang lihat gunung sebelah sana bukan kah seperti lukisan,
"iya ,sangat indah,
"apa kamu masih ingat cara melukis
"melukis?
"apa kamu lupa sebelum nya kamu pernah melukis dan menjadi salah satu pelukis terbaik di salah satu galery* ,
hey-jin terdiam memikir perkataan suga ,hey-jin hampir lupa akibat terjatuh dari tangga ,
"kamu pikir aku akan tertipu dengan omongan mu itu,
hey-jin berusaha mengingat kembali semua yang telah iya lalui sebelum ini,dan takut suga kepikiran hey-jin berlari agar suga tidak kembali bertanya kepada nya ,
"sayang tunggu,
"*tanggap aku jika kamu bisa,
"sayang nanti kamu kecapean* ,
suga mengejar istrinya,
dan akhirnya suga menangkap istri nya
__ADS_1
"kan sudah dibilang jangan berlari nanti kamu jatuh
suga berhasil menangkap istrinya ,dan mereka melanjut kan kembali perjalanan mereka