Menjadi Kenyataan

Menjadi Kenyataan
2


__ADS_3

Sudah satu bulan aku di distrik militer, pada bulan ini aku ada Ujian Akhir sekolah karena aku sudah kelas 3 SMA. Setelah ujian sekolah aku libur panjang, semasa aku libur panjang aku mengikuti pelatihan untuk menjadi tentara, yaitu tahap dimana aku akan diterima menjadi tentara atau tidak. Aku mengikuti ujian ujian bersama rekan seangkatan aku, di tes menembak, perang, dan bela diri. Aku lulus semua tes dengan sempurna, dan aku pun diterima.


Setelah ujian untuk menjadi tentara selesai, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan para senior, mereka sedang berdiskusi untuk seleksi jendral. Aku tertarik dengan itu, dan esoknya aku bertanya pada salah satu senior, apakah aku bisa ikut untuk menjadi jendral. Dan mereka menjawab “ku rasa tidak, karna kamu seorang wanita, dan seleksi ini akan lebih berbahaya dari ujian kamu kemarin, ini juga bisa menyangkut hidup dan mati.” . aku pun berfikir sejenak. Aku pikir walaupun aku mati tidak apa apa karna aku tidak punya siapa siapa lagi didekatku. Bahkan kelulusan kemarin aku diterima menjadi tentara tidak ada yang datang sama sekali. Lalu aku pun meminta agar aku bisa ikut seleksi ini karna aku sudah tidak peduli dengan hidupku ini mau aku mati mau aku hidup, setidaknya sesudah ikut ini aku akan mengabdi kepada distrik ini. Dan mereka menjawab “baiklah tapi kamu harus ikut beberapa pelatihan sebelum kamu boleh ikut seleksi.

__ADS_1


Akupun ikut pelatihan dan akhirnya dites.


Pada tes pertana aku diuji kemampuan menembak dengan menggunakan semua jenis senjata dan memanah, Hasilnya aku termasuk kedalam orang penembak jitu, dan itu kumpulan orang yang langka, ya? Kenapa aku bisa ahli dalam ini? Karna aku sudah lama ikut di distrik dan belajar semua senjata sehingga aku bisa menembak dengan lihai dan jitu.

__ADS_1


Pada tes kedua aku diuji beladiri , aku melawan beberapa senior wanita dan ternyata aku unggul. Dan aku pun ditantang melawan laki-laki dan aku pun bisa, kenapa aku bisa? Karena dulu aku sempat ikut beberapa beladiri dan aku sudah lulus semua beladiri itu dan tidak usah diragukan lagi aku bisa melawan dengan mudah.


Pada saat seleksi, kami diberitahu bahwa seleksi ini sifatnya individu dan seperti permainan bertahan hidup siapa yang kuat siapa yang akan menjadi jendral dan memegang komando nantinya. Kita tidak pernah tau mana kawan dan mana lawan. Setelah intu kami dibawa kehutan dan dihutan sana banyak sekali rintangan. Kita dibekali satu sejata dan peluru.

__ADS_1


Di hutan kita bermain individu dan ada juga yang saling membunuh. Setelah permainan bertahan hidup berakhir kita hanya tersisa 3 orang, beruntungnya aku ada diantara 3 orang itu dan yaa.. aku menang dan aku lolos. Aku pun dilantik menjadi jendral, tentunya sebutan Jendral muda karna kau paling muda disana. Aku diberi amanat sekaligus tugas untuk mengurus pasukan 1 yang isinya orang orang hebat dan ahli dalam segala hal dan semuannya laki-laki.


Kupikir mereka tidak akan menerimaku karna aku hanya seorang wanita, tapi ternyata mereka sangat baik padaku bahkan mereka menghormatiku walaupun aku lebih muda dari mereka, tetapi ada saja yang tidak suka padaku dia yang menganggap remeh diriku dan dia tidak terima aku menjadi ketua dari pasukan mereka. Akhrinya aku ditantang untuk bertarung dalam segala bidang olehnya. Kaarna menurut yg aku tau dia adalah yang terhebat dipasukan ini.

__ADS_1


__ADS_2