Menjadi Tawanan Tuan Miliarder

Menjadi Tawanan Tuan Miliarder
Empat puluh satu MTTM.


__ADS_3

Namun saat mengingat kembali kegagalan rumah tangga nya dengan Bian perasaan takut kembali menyeruak di dada nya.


"Aku....."


Wisnu mempererat genggaman nya, ia yakin saat ini trauma akan gagal nya rumah tangga masih Kinan rasakan.


"Jangan lihat siapa aku, tapi dengar apa kata hati kamu, aku cuma ingin membahagiakan kamu dengan cinta yang aku punya, aku akan buat kamu menjadi wanita paling beruntung, untuk itu aku bertekad untuk membuat kamu menjadi ratu di dalam hidup ku."


Kinan memberanikan diri mendongak kan kepala nya, Wisnu mengangguk kan kepala nya memberi Kinan keyakinan untuk kesekian kali nya.


"Buktikan....." Ucap Kinan dengan bergetar.


"Alhamdulillah...."


🍃🍃🍃


Waktu menunjukkan pukul 19:00


Dalam waktu singkat Wisnu dan Rafa menyelesaikan dokumen pernikahan nya dengan Kinan nanti malam, rencana ijab Kabul akan di laksanakan nanti malam pukul 20:00.


Bian cukup menerima semua ini, karena untuk protes pun ia kini bukanlah siapa-siapa Kinan, setiap ia akan bersuara Mamah dengan cepat mencegah nya, apapun yang ia lakukan tak luput dari pengawasan Mamah, kini ia pasrah jika Adik nya akan menikahi mantan istri nya yang sudah ia sia-sia kan.


Wisnu langsung meminta restu Mamah untuk menikahi Kinan dan tentu Mamah sangat merestui, Wisnu juga mengajak Kinan berziarah ke makam Papa, dan orang tua Kinan, beberapa jam terakhir ini mereka lewat kan dengan perasaan was-was dan tak terduga.


Kini Mamah, Om Ardi bersama istri nya, Wisnu, Anggun, Alfat, beberapa tetangga di lingkungan rumah Alm Ayah Kinan, termasuk Bian sudah berkumpul di ruang keluarga, akan di laksanakan ijab kabul dengan sederhana, namun Wisnu meminta Kinan di rias karena momen ini akan di abadikan agar selalu di ingat seumur hidup mereka.


Om Ardi masih memikirkan keputusan keponakan nya untuk menikahi mantan Kakak ipar nya sendiri menurut nya itu sah-sah saja, namun ada satu hal yang mengganjal di hati nya.


Om Ardi melirik Mamah yaitu Kakak kandung nya.


"Mbak, setelah melihat semua ini saya rasa semua nya harus di ungkap sekarang, jika di biarkan saja saya rasa kejadian-kejadian ini akan terulang."


Mamah menatap Om Ardi dengan cemas lalu menggeleng.


"Jangan Ardi." Ucap Mamah memelas.


"Dia sudah dewasa Mbak, ini saat yang tepat memberitahu semua ini."


"Mbak belum siap." Ucap Mamah lemas.

__ADS_1


"Saya tahu seperti apa rasa sayang Mbak untuk dia, tapi saya lihat yang dia lakukan selama ini sudah terlewat batas, mungkin jika dia tau kenyataan nya dia akan berubah."


Om Ardi memberi keyakinan untuk Mamah, sedangkan yang lain nya terkecuali Wisnu hanya diam tidak mengerti apa maksud Om Ardi.


"Mbak memang sangat menyayangi dia Ardi, kamu tahu sendiri, jika dia tahu hati nya akan hancur."


"Tapi lebih hancur hati mbak jika dia tau dari orang lain."


Anggun yang heran melihat Mamah dan Om nya berdebat membuka suara.


"Mah, Om, ada apa sih sebenarnya."


"Kalian, Anggun, Bian, Wisnu ikut Om."


Mereka mengikuti Om Ardi, karena tak elok berdebat di depan orang ramai apa lagi bukan keluarga, kini mereka duduk di ruang kerja Wisnu dengan tegang.


"Anggun, Bian dan kamu Wisnu, kalian sebenarnya bukan saudara kandung."


Ucap Om Ardi tanpa basa-basi, Anggun dan Bian berdiri bersamaan dan saling menatap.


"Apa maksud Om Ardi Mah, Om Ardi bohong kan Mah."


"Maksud Om Ardi apa, Bian emang salah Om, tapi jangan gini juga cara Om untuk ngehakimi Bian !!"


"Mamah bilang sama Om Ardi jangan gini."


Bian dan Anggun duduk berlutut di pangkuan Mamah.


"Mah, ini bohong kan, jawab Mah jangan diem aja !!"


Mereka terus menuntut jawaban dari Mamah, terkecuali Wisnu, walau ia sudah tau semua nya namun rasa sedih tidak luput ia rasakan, dengan berat hati Akhirnya Mamah bersuara.


"Om Ardi benar, kalian bukan saudara kandung."


"Siapa di antara kami yang bukan Anak Mamah." Tanya Anggun lagi.


"Atau jangan-jangan Anggun." Tambah Anggun lagi.


"Atau Bian."

__ADS_1


"Bian Bukan Anak Mamah." Suara Bian pelan namun sukses menusuk relung hati Mamah.


"Atau....." Anggun melirik Wisnu yang sedari tadi Diam.


"Jangan bilang Wisnu Mah." Histeris Anggun.


"Bukan Wisnu, Di antara kalian memang salah satu nya bukan Anak Mamah, tapi siapapun itu nanti kamu tetap Mamah sayang, Mamah tidak pernah membeda-bedakan kalian, Mamah harap rasa sayang kamu tidak akan berubah terhadap Mamah."


Mamah memeluk Bian dengan erat.


"Anak ku Bian, walau kamu bukan Anak Kandung Mamah tapi Mamah menyayangi kamu dengan tulus, bertahun-tahun Mamah sembunyikan rahasia ini karena Mamah takut kamu akan pergi Nak, Mamah mohon Maaf kan Mamah."


Tubuh Bian kaku, rasanya untuk bernafas pun ia sulit, hati nya hancur ia kembali mencoba mencerna Kata-kata Mamah nya.


"Kenapa harus Bian Mah..."


"Mamah juga berharap ini hanya mimpi Nak..."


Anggun dan Wisnu ikut memeluk Mamah dan Bian.


"Kamu saudara ku Mas, apapun itu kenyataan nya kamu adalah saudara ku."


"Bian Adik mbak Anggun, kita 3 Anak kebangaan Papah dan Mamah."


Air mata mereka tak dapat di bendung, setelah beberapa saat mereka melepas pelukan hangat yang sudah lama tidak mereka rasakan.


"Siapa orang tua Bian Mah."


"Kamu Anak Papah Nak, soal ibu kamu nanti pasti Mamah ceritakan, sekarang kita keluar pasti orang-orang sudah menunggu."


Mamah mencoba mengalihkan pembicaraan jika boleh jujur untuk menceritakan masa lalu Bian Mamah benar-benar tidak tega, ia takut Bian akan sangat terpukul, Mamah menunggu mood Bian membaik baru ia menceritakan semua nya.


Mereka mengangguk lalu menghapus air mata masing-masing, Sebelum keluar Anggun memeluk kedua Adik laki-laki kesayangan nya.


Bian sebenarnya sangat terpukul dengan kenyataan ini, ia kembali mengingat saat-saat ia membuat kecewa Mamah nya.


Hayo siapa di antara kalian yang waktu itu pernah nebak kalo Bian bukan Anak Mamah.. kamu benar 😊😊..


Jangan lupa Vote,hadiah dll...

__ADS_1


Biar Author tambah semangat....


__ADS_2