
semua orang yang saat ini sedang memegang dada nya masing masing. sangat terkejut dengan kedatangan jun yang berhasil memukul mundur an'duan hannya dengan satu gerakan saja!
"siapa kau aku belum pernah melihatmu sebelum nya jangan pernah kau ikut campur dengan urusanku! " ucap anduan
"hahaha aku berhak ikut campur dalam urusan ini karna aku adalah salah satu anak murid di sekte naga hijau ini.! lagi pula bukan kah kau sedang mencari orang yang telah membunuh anak mu itu. asal kau tahu aku lah orang yang telah membunuh anak payah mu itu dengan tangan ku sendiri! " jawab jun dengan tatapan yang mengerikan
"apa. . . . jadi kau orang yang telah membunuh anaku duanchi. matilah kau! " teriak an'duan sambil melesat cepat ke arah jun
an'duan dengan kecepatan yang berada di atas rata rata segera melesatkan serangan nya ke arah jun.
namun sayang saat ini yang menjadi lawan nya adalah jun yang memiliki mata dewa semesta yang mampu melihat segala kecepatan di alam semesta ini.
semua orang melebarkan kedua mata nya saat melihat kecepatan pergerakan anduan yang seperti cahaya. !
namun tidak bagi jun dia terlihat biasa biasa saja karna saat ini yang dia lihat hanya lah seperti gerakan biasa saja bahkan gerakan tersebut akan menjadi sangat lambat ketika jun mulai serius dengan pertarungannya.
dan benar saja kini gerakan an'duan terlihat sangat lambat di mata jun. dengan satu gerakan tubuh an'duan kini mendapat pukulan yang telak mendarat di tubuh nya. ! tapi lain hal dengan mereka yang melihatnya . .gerakan an'duan memang terlihat secepat cahaya ! tapi gerakan jun seperti menghilang di mata mereka yang kemudian muncul dan memukul tubuh an'duan sampai termundur kembali beberapa meter. !
"ketua mo lebih baik kalian masuk lah kedalam .. aku tidak ingin kalian terkena dampak dari pertarungan ini! " ucap jun
"tapi. jun apa kau yakin bisa mengalahkan nya sendirian !" jawab ketua mo
"ketua tidak usah khawatir. serah kan saja serangga ini kepadaku! " ucap jun
meraka pun segera masuk kedalam gerbang sekte yang terletak tidak jauh dari sana. .
"mau kemana kalian hah! " ucap an'duan sambil melesat ke arah mereka
namun sayang pergerakan an'duan lagi lagi di patah oleh jun
"lawan mu adalah aku! " ucap jun dengan tatapan tajam nya. sambil melesatkan tendangan nya ke arah tubuh an'duan
__ADS_1
untuk kesekian kalinya an'duan harus terpukul mundur oleh pukulan dan tendangan yang di lesat kan oleh jun.
saat sudah melihat ketua mo dan yang lain nya berada di bawah gerbang sekte. dengan seketika jun. pun membuat perisai pertahanan yang luas untuk menutupi seluruh sekte dan orang orang yang ada di dalam nya
"perisai dewa matahari !" kini ketua mo dan yang lain nya hanya bisa melihat pertarungan mereka berdua di bawah gerbang sekte.
"dengan begini aku bisa sedikit bermain main dengan serangga itu! " gumam jun dengan senyum mengerikannya
"dasar keparat akan ku cingcang habis kau! " dengan segera an'duan pun mengelimuti pedang nya dengan sebuah energi berwarna hitam kemudian melesat kan pedang tersebut ke arah jun berada.
sebuah energi hitam berbentuk sabit pun kini melesat dengan cepat ke arah jun. namun dengan tenang nya jun tidak memperdulikan energi tersebut !
bahkan dengan sengaja jun menahan serangan tersebut dengan tubuh nya sendiri.
melihat energi berbentuk sabit yang di lesatkan nya sedikit lagi mengenai tubuh jun ! sebuah senyuman kemenangan pun kini mulai terlihat di wajah yang mengerikan nya tersebut.!
semua orang yang berada di bawah gerbang masuk sekte. kini di penuhi dengan rasa khawatir dalam hati mereka. dan sebuah ledakan pun terjadi
"cih serangan seperti itu hanya mebuat geli tubuhku saja !" ucap jun dengan nada mengejek
senyum kemengan yang semula terlihat di wajah mengerikan an'duan kini di gantikan dengan wajah yang penuh dengan kemarahan di wajah nya!
"sekarang akan kutunjukan seperti apa sebuah serangan padamu! " ucap jun dengan tatapan tajamnya
jun dengan segera melesat ke arah anduan dengan sebuah senjata dual dagger yang sudah di lapisi dengan energi hitamnya.
tanah yang semula terlihat ratapun kini menjadi tidak rata semua itu di sebabkan oleh pergerakan jun yang meselat dengan kecepatan nya ke arah an'duan .
dengan seketika beberapa sayatan pun terlihat di tubuh an'duan. dan mengerluarkan darah berwarna hitam yang keluar dari luka sayatan tersebut !
"matilah kau! " teriak jun yang tiba tiba saja muncul di atas an'duan sambil mengarahkan senjata nya .
__ADS_1
anduan yang hanya bisa terdiam dan menengadahkan wajah nya ke atas.
"arrrgghh " tubuh anduan kini terbelah dua . oleh serangan yang di lesatkan oleh jun
semua mata kini terbelalak menyaksikan kejadian tersebut.
"a. apa dia telah membunuh iblis itu? " ucap miyoko. yang tidak mendapat respon dari siapapun karna ketua mo dan para tetua yang lain saat ini tengah terkejut menyaksikan kejadian tersebut
di dalam hutan yang tidak berada jauh dari tempat tersebut. seseorang yang menyaksikan dari awal pertarungan an'duan kini sangat terkejut. pasal nya an'duan yang sudah dalam wujud iblis dan kekuatannya yang berada di tahap awal monarch dapat di kalahkan dengan mudah nya oleh seorang pemuda yang tidak dia kenal
"aku harus melaporkan kejadian ini secepatnya pada ayah !" ucap orang tersebut
ya orang tersebut adalah sin'kwan yang di utus oleh Ayahnya yaitu an'kwan untuk membututi paman nya tersebut.
dan hasil yang di lihat oleh sin'kwan adalah berita penting. yang akan memicu kemarahan ayah nya tersebut. ! sin'kwan pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut
jun yang berhasil membunuh an'duan kini menghampiri dan menghilangkan perisai pertahanan yang semula mengurung sekte dan yang lainnya.
"kau sungguh hebat jun. " ucap miyoko yang segera menghampiri jun
"ahk itu.. dia nya saja yang lemah! " ucap jun dengan senyum di wajah nya sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal
"apa. .kau bilang. . ! kalau begitu berarti kita sangatlah lemah karna tidak mengalahkan iblis itu! " ucap miyoko dengan tatapan tajamnya dan hendak akan memukul jun
"bu. bukan begitu maksudku! " ucap jun dengan gugup sambil berlarian
"awas kau yaa. !" teriak miyoko sambil mengejar ngejar jun
melihat tingkah laku mereka yang seperti anak kecil ketua mo dan para tetua yang lainnya hanya menggelengkan pelan kepala mereka. .
@@'@@ maaf kemarin tidak up. @@@@@ dukung author dengan kasih like rate dan vote di setiap chapternya 😉😉😉 dan silahkan berkomentar sesuka kalian @@@
__ADS_1