
Ane menyaut.i sahabatnya sambil memukul pelan punggung sahabatnya " ehh kamu yaa Nesss!. "
Fernando ikut menyauti obrolan Ane dan sahabatnya " iyaa si Ane jadi pangeranmu aku juga mau sih. " sambil menatap mata Ane.
Ane masih tersipu malu, sedikit tumbuh ada rasa suka sama Fernando.
krinnnnngggg....kringg........kring......
Bell menandakan jam pulang sekolah.
disitu Ane di anter sahabatnya naik taxi online menuju rumahnya.
sayangya sesampai rumah, Ane dan sahabatnya mendapati ayah dan ibu Ane tengah ditagih hutang oleh rentenir.
Ane pun yang sangat bingung sekali, tidak tau berbuat apa kedua orang tuanya pun hanya bisa mengucapkan kepada rentenir yang sedang mencaci maki itu dengan Janji-janji membayar hutang.
Semua tetangga pada melihat keluarga Ane yang sedang di caci maki oleh rentenir.
Ane sangatlah malu dan sahabatnya pun ikut melihat semua kejadian yang ada di rumahnya Ane pun bilang kepada sahabatnya.
" Maafkan ya Ness tidak seharusnya kamu melihat ini! "
Sahabatnya pun menjawab " tidak papa Ane, kamu yang sabar yaa!"
Ane langsung mengajak ke masuk kerumahnya dan menyapa kedua orang tuanya.
Ane yang sedikit kesakitan karna insiden di sekolah jalanya pun sedikit menyeret nyeret dan menyapa " ma aku aku pulang, ini kenalin ada temenku !"
ibu Ane menjawab dan menyapa teman Ane " oh iya nak silakan duduk ya, nantik mintak Ane buatkan minum! tante mau keluar sebentar yaa" ibunya itu tanpa melihat keadaan Ane yang habis terjatuh seolah-olah acuh dan tidak perhatian sama sekali sama Ane.
ayahanya Ane pun juga hanya menyapa dan berpamitan kepada Ane tanpa menanyai sedikit keadaan anaknya. " Ane ayah mo pergi kerja jaga rumah ya! "
Ane." iya yah " Ane merasa sangat sedih sekali terhadap kedua orang tuanya yang tidak perhatian sama dia, tapi Ane selalu memikirkan tentang keluarganya,bagaimana cara Ane membantu keluarganya terlepas dari ini semua.
Sahabat Ane ini pun juga berpamitan kepada Ane " Ane aku juga pamit dulu. sekali lagi kamu yang sabar! besok aku jemput ya."
Ane " loh...lohhh gak mau minum dulu kamu?"
saut sahabatnya " uda lain kali aja yaa ini kan uda malem juga, semoga cepat sembuh ya Ane! "
Ane " iya Ness terimah kasih , hati-hati di jalan"
Di situ Ane sendirian di rumah menangis melihat keadaan keluarganya.
tiba-tiba neneknya datang membawa makanan untuk Ane.
"assallamuallaikum,, Ane sudah pualang sekolah kah ?" disini memang neneknya sangat sayang sekali selalu perhatian terhadapnya.
__ADS_1
saut Ane yang tau itu suara neneknya " iya nek, aku sudah pulang" sambil menyeret-nyeret kakinya keluar menemui neneknya.
kagetlah sang nenek melihat keadaan cucu kesayanganya seperti itu dan berkata.
" masya allah Ane kamu kenapa seperti itu ?"
saut cucunya "oh ini nekk biasa tadi aku kesandung di sekolah "
berbohonglah Ane kepada neneknya, dia tidak menceritakan yang sebenarnya kejadianya. karna takut nanti neneknya memikirkanya.
"sini-sini ayo nenek bantu duduk, sepertinya kakimu terkilir, nenek akan pijit biar sembuh!" saut neneknya yang sangat kwatir melihat keadaan cucinya. Ane menolak karna tidak mau merepotkan neneknya.
Ane" tidak usah nek, nanti akan sembuh sendiri."
neneknya " kamu ini kalo di bilangin selalu ngeyel, ini kalo tidak dipijit tidak akan sembuh "
Ane bertanya kepada Neneknya.
" Nek gimana kalo aku putus sekolah aja dan cari kerja? aku akan coba melamar pekerjaan di boz nenek jadi buruh setrika pakaian yang sudah jadi? " sambil di pukulah tangan aneh oleh neneknya dan menjawab " uhhhh kamu itu ya sekolah lebih penting, tak usah kau pikirkan kedua orang tuamu! itu tanggung jawab mereka "
Ane " aku tidak tahan nekk. "
neneknya " sudah biarkan kamu harus focus sekolah Ane "
Ane " iya iya nekk "
di peluklah nenek Ane sambil menangis, karna hanya neneknya lah yang selalu ada.
neneknya pun ikun berkaca- kaca matanya karna kasian melihat Ane yang jarang dapat perhatian kasih sayang kedua orang tuanya. sambil berkata dan mendoakan Cucunya " sudah... ya Ane kelak kamu nanti bahagia, ketemu pasangan hidup yang sangat sayang terhadapmu dan memiliki keluarga kecil yang bahagia "
pulanglah sang nenek kerumahnya. dan Ane kembali menangisss mengingat-ingat kata-kata sang nenek.
setelah Ane menangis Teman Sdnya datang dan menawari Ane pekerjaan paruh waktu.
" tokkk ...tok....tok Ane... Ane..."
Ane " iya siapa ya? "
Teman Sdnya " aku An, Nanda "
Ane " ohhh ayo masuk-masuk ada apa Nda?"
teman SD" gini An kamu mau gak ikutan kerja bareng aku? kebetulan di tempat kerjaku lagi butuh orang nih mayan namba-nambah uang saku."
Ana" ishhhh Kerjaa apaan Nda?"
teman Sdnya menjawab " itu kita disuru mengelem amplop yang belom jadi gampang kok nanti aku ajari, menurutku sihh kamu bisa."
__ADS_1
Ane " dimana itu Nda? tapi kan aku sekolah Nda "
teman Sd " tenang aja kita di suruh ngerjainya pas pulang sekolah, dan tempatnya deket kok dari ruamah kita dan gajinya 25 per harinya Ane "
Ane " ok dehh aku mau mulai kapan rencananya? "
temanya " besok Ana , besok aku jemput ya pulang sekolah "
Ane " iya Nda makasih banget ya,"
teman " iya kalo begitu aku pulang dulu Ane"
Ane " iya hati-hati Nda"
Ane yang melupakan sedihnya.
karna kesenangan mendapatkan pekerjaan paruh waktu dari temanya.
dan ia berkata dalam hati " alhamdulillah kalo aku kerja dapat uang bisa bantu sedikit ekonomi orang tuaku"
tibahlah besok Ane kembali sekolah yang bareng bersama sahabatnya.
Fernando tiba-tiba mengagetkan dari belang sambil membawa bunga.
"Dorrrrrrrrr..... hai Ane sudah sembuhkah ini bunga untuk kamu."
kagetlah Ane dan sahabatnya itu.
melihat Fernando yang tiba-tiba membawa bunga.
sahabatnya pun memilih pergi dan perpamitan karna akan tau ada obrolan percintaan antara Ane dan Fernando.
Nessa" eeettssss...jangn mulai dulu yaa kata-katanyaa gue pergi duluu, gua gak mau ganggu kalian pacaran " sambil nahan ketawa sahabatnya itu.
Ane pun meminta sahabatnya tidak boleh meninggalkanya karena guguplah Ane kalo ketemu Fernando.
" ehhh tunggu Nessa jangan pergi!... kok kamu tinggalin aku gitu aja sich "
larilah sahabat Ane meninggalkan Ane.
kembali Ane memberanikan diri melihat Fernando.
Fernando pun berkata kepada Ane.
"Ane mungkin kamu melihatnya aneh ataupun kaget, tapi ini yang kualami saat ini bersama kamu. Aku merasa nyaman dan adem berada di dekatmu, tiap hari aku memikirkanmu aku suka kamu Ane. mauhkah kamu jadi pacarku?"
ternyata Fernando mengungkapkan perasaan suka terhadap Ane, dia menembak Ane.
__ADS_1
Ane yang kembali merasakan gugup bingung gak tau jawab apa, sampai berkeringatlah sekujur mukanya.