
Beberapa waktu yang sudah berlalu perkenalan ihsan dan bulan semakin dekat saja, walau tanpa ada pertemuan tetapi mereka saling merasa nyaman satu sama lain bagaimana tidak hampir setiap harinya mereka lalui bersama-sama secara virtual tanpa ada jeda kasi kabar,bahkan sebelum tidur pun meraka vidoe call sampai salah satu dari mereka tertidur indah bukan bagaimana ihsan dan bulan ini berdekatan.
Selang beberapa waktu berlalu tiba pengumuman untuk seluruh mahasiswa agar dapat hadir di kampus sontak kabar ini menjadi kabar gembira bagi semua mahasiswa lebih lagi ihsan selain ingin bertemu dengan teman-teman kuliah itu bukan tujuan utama ihsan melainkan bertemu bulan lah tujuan utama ihsan setelah beberapa purnama berlalu tiba waktunya meraka untuk bertemu pertama kali.
Sore harinya ihsan berangkat ke kota dengan transportasi laut perjalanan yang harus ditempuh ihsan kurang 18 jam perjalanan dari kampung ke kota, lelah memang hanya saja dengan memikirkan bulan bagaikan sihir lelah itu seketika hilang,membuat rasa tidak sabar ihsan semakin mengebu-gebu untuk bertemu bulan.
"Saya berangkat dulu ya bulan sampai bertemu besok" ketik ihsan dengan perasaan bahagia
"Hati-hati dijalan ya ihsan semoga selamat sampai tujuan sampai bertemu besok di kampus" balas bulan
Rasanya hati ihsan berdebar-debar membaca pesan dari bulan.
Tibalah ihsan dikota perantauan dengan muka kelelahan ihsan melanjutkan perjalanan menuju kos-kos San yang akan menjadi tempat tinggal ihsan selama merantau dikota.
__ADS_1
Paginya itu juga ihsan langsung bergegas ke kampus karna ada pertemuan kelas dengan dosen untuk pertama kalinya.
"Selamat pagi ihsan" suara serentak dari belakang ihsan.
"Pagi" jawab ihsan dengan binggung,wajar saja selama ini mereka hanya kenal secara online tanpa bertemu langsung jadi wajahnya terlihat asing.
Hanya saja saat mereka berkumpul ihsan masih mencari di mana bulan seperti apa wajah bulan.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang menuju kelas gagang pintu yang bergerak tanda akan ada seseorang yang akan masuk keruangan, masuklah seorang perempuan dengan pakaianperfect badan yang putih,tinggi dengan senyum manis nya semua mata tertuju kepada nya. Seakan mati gaya ihsan bagai kan patung hidup tidak bergerak sedikitpun melihat perempuan itu.
"Apakah ini bulan?" ucap ihsan setengah sadar sambil melihat perempuan itu.
"Hai bulan" terdengar suara teman ihsan yang menangis perempuan itu.
__ADS_1
"Ternyata benar tidak salah lagi dia diberi nama bulan orangnya saja seperti bulan dilangit bagaikan bidadari surga" ucap ihsan sambil melihat bulan.
Setelah bulan masuk rupanya dibelakang bulan ada dosen yang masuk dikelas ihsan, semua terdiam sambil mempersiapkan alat tulis,Berbeda dengan ihsan dia masih terdiam menjadi patung melihat bulan.
"ihsan, ihsan" Tegur teman sebelau ihsan sambil menepuk bahu ihsan,sontak ihsan terkejut setengah sadar setelah melihat bulan
"ada apa?" gertak ihsan kepada teman sebelah nya
"itu ada dosen di depan" ucap teman sebelah ihsan
ihsan terkejut sambil melihat kedepan dengan wajah yang panik,tapi saat dosen berbicara di depan tatapan ihsan masih tidak bisa berpaling dari bulan,bagaikan seekor Harimau yang mengintai mangsanya tanpa berkedip sedikitpun.
wajar saja ihsan seperti itu Ihsan benar-benar terpesona dengan bulan sesuai dengan perkiraan nya selama ini.
__ADS_1