![Mimpi Paling Kuno[The Most Ancient Dream_KimDokja_ORV]](https://asset.asean.biz.id/mimpi-paling-kuno-the-most-ancient-dream-kimdokja-orv-.webp)
...Hi Reader's!!...
...Untuk chapter 516 ini aku jadikan prolog untuk memulai ceritanya....
...Dan juga berhubung karena teks yang terlalu panjang aku memutuskan untuk memisahkannya menjadi 2 bagian....
...Happy Reading......
.......
.......
.......
.......
.......
[ '4th Wall' diaktifkan kembali! ]
Cahaya di dunia berkedip-kedip beberapa kali. Aku merasakan sensasi tubuhku terdesot ke suatu tempat, dan dalam kesadaran setengah sadar ini, suara gesekan roda kereta api memenuhi kepalaku.
Aku tidak bisa menerima ini.
Meskipun aku tahu bahwa ini bukanlah masalah yang membutuhkan penerimaanku, aku masih merasa sulit untuk menerimanya.
[ Mengapa 'Secretive Plotter' membuat keputusan seperti itu? ]
Aku tidak bisa melupakan ekspresi terakhirnya.
Bagaimana dia bisa membuat wajah yang seperti itu? Dia tidak bisa menyelesaikan apa yang sebenarnya dia inginkan, jadi kenapa...
[ La lu, a pa ya ng se benar nya di ingin kan Sec ret ive Pl otter? ]
Semua kenangan tentang Secretive Plotter melayang masuk dan keluar dari kepalaku.
Kisah yang harus kupelajari melalui teks novel aslinya - sambil bertahan dalam waktu yang begitu lama dan tidak dapat ditentukan, apa yang sebenarnya diharapkan oleh Yoo Joonghyuk di ujung jalan ini?
Apa yang sebenarnya dia harapkan untuk ditemui?
[ [ Meskipun itu bukan kesimpulan yang kamu inginkan... Jangan anggap dunia ini sebagai putaran regressi yang gagal. ] ]
Hanya kata-kata itu yang tersisa di otakku seperti kutukan.
[ Kim Dok ja ]
'4th Wall' memperingatkanku dengan suara yang kaku seolah-olah untuk menghukum kesombonganku.
[ I ni bu kan masa lah ya ng bi sa ka u ni lai ]
Dinding benar, bahkan setelah orang itu pergi, aku tidak bisa lepas dari 'Konstelasi' sialan ini.
Dibawah pancaran cahaya yang cemerlang, sosok Uriel dari putaran ke-999, Lee Hyunsung, Kim Namwoon, dan Lee Jihye berpencar.
Bisahkah dia benar-benar menjadi lebih bahagia dengan ini?
Dia membuat pilihan ini sendiri, jadi apakah itu kebahagiaannya?
Dia adalah makhluk yang terlahir dalam tragedi itu, jadi mungkin, dia tidak menyadari bahwa pilihan itu adalah tragedi lain?
Dongeng dariku yang lebih muda dan 'Secretive Plotter' semakin menjauh.
Pria yang melihat ke belakang ke arah ini untuk terakhir kalinya bukan lagi Yoo Joonghyuk dari 'Ways of Survival'.
[ kare na di a yang la hir da lam trag edi i tu, di a bis a menyel esaikan trage di itu juga ]
[ "Tempat ini adalah epilog dari cerita itu." ]
Kisah kuno yang telah kubaca berakhir begitu saja.
[ Kamu telah mencapai ** dari semua skenario. ]
[ Kamu sekarang telah mempelajari rahasia dunia. ]
Satu-satunya topik yang tersisa bagi kami adalah tentang bagaimana menjalani cerita 'selamanya'. Bagian dari cerita yang tidak diceritakan oleh 'Ways of Survival' padaku.
[ 'Most Ancient Dream' telah berakhir. ]
Tiba-tiba pikiran tertentu muncul di kepalaku. Sesuatu yang telah dilupakan setelah terhanyut dalam situasi tersebut.
Raja Dokkaebi memberitahuku ini: bahwa dunia ini adalah mimpi dari 'Most Ancient Dream'.
__ADS_1
[ Jika begitu, apa yang terjadi kepada karakter dalam mimpi setelah mimpi itu berakhir? ]
Karakter dari putaran ke-999 dan 'Secretive Plotter' semuanya telah lolos dari peran 'Karakter' dan dibebaskan dari mimpi melalui kemauan mereka sendiri.
Jika demikian, lalu apa yang akan terjadi pada orang lain?
Setelah mimpi itu berakhir, orang-orang dari mimpi itu akan.....
[ Hadiah penyelesaian skenario akhir telah tiba. ]
*
Suara pipi yang ditampar bergema; Di bawah lampu kereta subway yang berkedip-kedip, Kim Dokja perlahan membuka matanya.
"Hei kamu. Kamu bangun sekarang?"
Dia melihat wajah Han Sooyoung dari dekat saat dia dengan kasar memegangi kerahnya.
"..... Apa yang terjadi?"
"Itulah yang ingin aku tanyakan padamu."
Kim Dokja memijat kepalanya seolah-olah dia menderita migrain, dan berdiri dari tempatnya.
"Di mana kita?"
"Di dalam kereta subway. Sekarang kita pulang, kurasa."
Han Sooyoung mengucapkan kata-kata itu sepertinya menyegarkan, untuk beberapa alasan.
Kereta berbunyi dan berguncang. Kegelapan di luar jendela dengan lembut bergetar.
"Dokja-ssi, kamu baik-baik saja?"
Teman-temannya menemukannya dan berjalan mendekat. Yoo Sangah, Lee Hyunsung, Jung Heewon, Shin Yoosung, Lee Gilyoung, Lee Jihye, Jang Hayeong.....dan bahkan Yoo Joonghyuk, mereka semua ada di sini.
[ Setiap orang baik-baik saja. ]
Kim Dokja perlahan melihat sekelilingnya. Tidak ada kehadiran orang lainnya di dalam kereta subway. Sepertinya kereta ini sama dengan yang mereka naiki sebelumnya.
[ Apakah kita benar-benar aman sekarang? ]
"Aku telah merawat lukamu. Setelah kita kembali ke [4th Wall], kita harus mempercayakanmu pada perawatan Seolhwa-ssi, tapi...."
Teman-temannya mendekatinya satu per satu. Namun, meskipun tatapan mereka tertuju padanya, tidak satupun dari mereka yang berhasil membuka mulut mereka.
Tanpa diduga, orang yang pertama yang melakukannya adalah Yoo Joonghyuk. Daripada mendekati Kim Dokja seperti yang lain, dia bersandar di kursi kereta subway pada suatu sudut dan melotot ke luar jendela.
Dongeng alam semesta akan dibatalkan di luar. Gulungan benang yang tadinya kusut berubah menjadi debu dan berhamburan satu demi satu.
"Ini adalah ."
Dongeng yang ada di garis dunia yang tidak terhitung jumlahnya menerangi ruang dengan menyebarkan cahaya terang mereka. tempat mereka tinggal ada di sana. Dunia yang mereka kutuk dan benci, tetapi masih tidak bisa mereka tinggalkan, perlahan menghilang sambil memancarkan cahaya paling bersinar untuk terakhir kalinya.
Saat Kim Dokja dengan bingung menatap tontonan itu, Shin Yoosung dengan erat meremas tangannya.
"Sudah berakhir sekarang."
Diatasi oleh emosi tertentu, Lee Hyunsung tiba-tiba menangis. Pria seperti beruang yang tidak pernah menunjukan tetesan air mata apapun yang terjadi mulai menangis tidak terkendali. Jung Heewon mengawasinya dan menggigit bibir bawahnya saat ujung hidungnya mulai terasa perih juga. Lee Jihye mengangkat kepalanya, mungkin tidak ingin meneteskan air matanya sendiri.
"Ini...benar-benar sudah berakhir."
Itu memang sudah berakhir. Kisah panjang dan ekspansif ini akhirnya berakhir.
Kim Dokja menatap hujan meteor yang menjauh. Dia menatap, dan menatap lagi.
Seolah dia tahu apa yang dia pikirkan saat ini, Han Sooyoung memanggilnya. "Ini bukan karena kamu membaca novel itu, tahu? Kamu juga tidak tahu, kan?"
Rekan mengangguk. Mereka juga sadar; mereka tahu bahwa peristiwa ini mungkin tidak akan berakhir seperti ini.
Hanya saja mereka diam-diam menatap Kim Dokja dan dongengnya.
[ Dunia yang tidak bisa ditinggali, kecuali ada yang membacanya. ]
Anak yang harus membaca sesuatu, apapun, jika dia ingin hidup.
Mereka diselamatkan berkali-kali oleh anak seperti itu.
[ Membaca sesuatu untuk bertahan hidup - itu adalah cerita yang sama untuk semua orang. ]
"Itu akan baik-baik saja hanya dengan membacanya, tapi Dokja-ssi, kumu mencoba mengubah ceritanya sendiri. Aku pikir itu lebih dari cukup."
__ADS_1
Jung Heewon mengatakan itu.
Orang yang belum pernah mencapai akhir dunia ini, mulai dari awal 'Ways of Survival' sampai ke kesimpulannya. Dia tersenyum lembut dan menepuk bahu Kim Dokja.
"Jadi apa yang kamu pikirkan? Apakah ini kesimpulan yang ingin kamu lihat?"
Kim Dokja tidak bisa membalasnya. Dia terlalu sibuk memyeka air matanya yang mengaburkan penglihatannya untuk melakukan itu.
[ Sehingga dia bisa melihat dengan matanya sendiri pemandangan dunia yang dia dirikan. ]
Kim Dokja perlahan membuka matanya, dan jendela kereta bawah tanah yang hitam pekat tercermin di iris matanya. Wajah rekan-rekannya terlihat bercermin di kaca. Seolah-olah, itu adalah foto grup dengan alam semesta sebagai latar belakangnya.
[ Kesimpulan dari dunia ini yang sangat ingin dia lihat. ]
"....Aku sedang melihatnya sekarang."
Seolah menunggu kata-kata itu, Shin Yoosung dan Lee Gilyoung mulai menyeka air mata Kim Dokja. Dia memeluk erat kedua anak tersebut.
Saat itulah, seseorang menanyakan pertanyaan ini.
"Kita akan bahagia setelah ini, kan?"
Hanya getaran kereta yang meninggalkan stasiun yang bergema dalam kesunyian ini seperti denyut nadi.
Mungkin, kereta ini tidak akan pernah kembali; mereka tidak akan pernah bisa mengunjungi stasiun itu lagi.
Mereka akan terus maju menuju terminal baru.
Saat semua orang mendidih dalam pikiran mereka semdiri, secara tidak terduga Lee Jihye yang mengajukan pertanyaan realistis terlebih dahulu.
"....Ngomong-ngomong, apa yang akan terjadi kepada garis dunia tempat kita tinggal?"
Ketika semua orang menatapnya, dia menggaruk pipinya karena malu dan melanjutkan.
"Kau tahu, hal itu. Jika raja Dokkaebi bisa dipercaya, dunia ini hanyalah mimpi dari 'Most Ancient Dream', tapi jika mimpi itu berakhir, maka...."
Yang pasti, aliran waktu dunia tempat mereka tinggal membeku setelah [ Final Wall ] dihancurkan. Kalau begitu, biarpun mereka kembali ke dunia itu dengan menaiki kereta ini....
[ Itu akan baik-baik saja. Dunia kita berfungsi normal. ]
"Aha, begitu. Itu melegakan....Ehng??"
Lee Jihye menatap Kim Dokja, lalu pada Lee Hyunsung, dan bahkan pada Jung Heewon dan Yoo Sangah. Tidak peduli siapa yang dia lihat, mereka semua membuat ekspresi yang sama persis dengannya.
"Siapa yang baru saja membalas??"
Dan kemudian, semua orang melihat ke udara pada saat bersamaan. Sebuah bola bulu yang halus melayang di atas sana.
[ Ba-aht? ]
Mata para rekan menyipit.
[ Eh-ba-aht. ]
Biyoo mulai berkeringat di udara, tetapi akhirnya, menghela nafas dengan anggun dan berbicara.
[ Lagi pula kamu tahu ada sesuatu yang terjadi, jadi kenapa kalian begitu terkejut? ]
*
Para rekan mendengarkan penjelasan dari Biyoo.
Isinya jika disederhanakan, seperti ini.
[ Garis dunia belum dimusnahkan. Aku tidak tahu alasannya, tapi....waktu dunia yang terhenti mulai ditulis lagi, kamu tahu. Meskipun pandangan dunia berguncang banyak setelah semua dongeng besar hancur pada saat yang sama, masih butuh beberapa ribu tahun lagi bagi dunia untuk mati secara alami. ]
Pemandangan dunia tempat mereka semua dulu tinggal bisa terlihat samar-samar di luar jendela kereta subway. Waktu dunia yang membeku mulai bergerak sekali lagi.
.......
.......
.......
.......
.......
...Sekian untuk chapter ini, tetap tunggu kelanjutannya yah!!...
...Bonus!!!...
__ADS_1
...See you next time reader's......