
Keesokan harinya Tio buki bangun pagi sekali, setelah mandi dan makan buki pun pergi ke kamar ayahnya, setelah sampai didepan kamar ayahnya , buki pun mengetuk pintu.
"siapa?"
"Buki ayah, saya pamit untuk berlatih DIHUTAN ayah, mungkin butuh waktu dua atau tiga tahun"
pintu kamar pun terbuka, "hmmm, kenapa lama sekali kalau berlatih?"
"Ya ayah, buki ingin berlatih fisik terlebih dahulu, siapa tahu dengan berlatih fisik, buki sudah bisa berkultivasi, karena selama ini fisik buki sangat lemah"
"hmm ,baiklah, ini kuberi cincin penyimpanan , jadi kamu bisa menyimpan pakaian, makanan, pedang dan lain lain, hati hati ya, berlarilah keluar hutan bila bertemu monster kuat"
__ADS_1
" ayah jangan kuatir, buki bisa menjaga diri, sambil menerima cincin yang disodorkan, buki berkemas dulu ayah dan skalian pamit"
"baiklah, jaga dirimu baik baik, doaku bersamamu"
Buki pun berlari ke kamar nya untuk mengambil barang, pakaian ,pedang dan busur serta anak panah nya, tidak lupa buki juga mengambil makanan didapur untuk bekal, setelah itu secara diam diam keluar lewat pintu belakang, karena hari masih pagi maka masih sedikit yang bangun, maklum klan Tio adalah klan kecil.
Setelah sampai diluar buki pun berlari menuju kearah hutan yang jaraknya sekitar lima belas kilo meter, karena klan Tio terletak dipinggir kota, jadi jarang ada yang lewat .
Setelah gubuk itu jadi, buki pun membuat api dan mengeluarkan dua ekor kelinci yang dibunuhnya dijalan tadi.
Setelah makan buki pun mengeluarkan keranjang,alat beban yang dipasang ditangan dan kaki, alat angkat beban yang dibuatnya, ada yang dua kilo untuk melatih tangan, ada yang lima kilo, ada yang sepuluh kilo, ada yang dua puluh kilo, buki juga menaruh pedang dan busurnya dipinggir tempat tidur, buki merencanakan mulai berlatih esok pagi karena hari sudah malam ia pun tidur.
__ADS_1
Keesokan paginya buki langsung berlatih, memasang keranjang di punggungnya lalu mengisinya dengan batu, setelah itu ia pun berlari pelan pelan memutari gubuknya, bila lelah ia berhenti ganti melatih tangannya dengan mengangkat beban, siangnya berburu monster level satu untuk mengumpulkan batu inti monster sisanya dimasukkan cincin untuk makan pagi ,siang dan malam .
Tak terasa sudah enam bulan buki berlatih dan saat ini tubuhnya sudah kuat, kultivasinya pun ada kemajuan sedikit baik naik satu level.
Pada suatu hari disaat berburu tiba tiba ada satu monster level lima yang muncul dibelakangnya dan mengejarnya, buki pun lari karena merasa belum kuat, sebab selama ini yang diburunya hanya level dua yang tertinggi, buki pun terpaksa berlari semakin masuk kedalam hutan yang menuju kegunung.
Berlari dan berlari, bila ada monster pun menghindar, sampai akhirnya tiba dipinggir jurang, buki pun terkepung oleh lima monster, ada satu monster harimau yang menerkam , tanpa sadar buki melompat kebelakang dan jatuh kedalam jurang.
"ahhh"
Jurang itu sangat dalam, untungnya dipinggir dindingnya tumbuh banyak pohon pohon kecil
__ADS_1
yang ada buahnya, buki pun menabrak puluhan pohon, setelah sampai satu kilo meter buki pun tertahan oleh pohon yang agak besar yang diselimuti kabut yang sangat tebal, lebih tepatnya kabut menyelimuti seluruh jurang itu, buki pun pingsan karena tangan kiri dan kaki kirinya patah.