
Ternyata kabut itu adalah energi yang sangat padat, energi itu memasuki hidung Tio buki disaat bernafas, mengalir keseluruh tubuh, membuka titik titik Meridian buki
dan akhirnya masuk kedalam Dantian, karena energi itu sangat murni dan padat ,maka Dantian buki pun mengalami perubahan semakin membesar.
bammmm.
bammm.
bamm.
bam.
Terdengar suara ledakan sampai tiga belas kali,
dan buki pun naik level lima belas, karena naik level buki pun sadar dari pingsannya.
Buki merasa tangan dan kaki kirinya sakit dan setelah memeriksanya ternyata patah, kata ayah perlu waktu empat puluh hari baru tulangnya tersambung.
Buki merasa lapar dan melihat disekelilingnya banyak buah apel yang berwarna merah darah, ia mengambil satu dan memakannya,
terasa energi yang sangat panas mengalir kedalam tubuhnya dari buah yang ia makan, karena tangan dan kakinya patah buki
lalu membetulkannya, sambil menunggu tersambungnya tangan dan kakinya ia pun berkultivasi, bila lapar ia makan buah.
__ADS_1
Hari pertama, naik level dari level lima belas ke tingkat pemula level sembilan.
Hari kedua naik dari tingkat pemula ke tingkat pendekar level sembilan.
Hari ketiga naik dari tingkat pendekar ke tingkat pahlawan level sembilan.
Hari keempat belajar elemen api karena energi panas yang timbul dari buah sampai level dua.
Hari kelima belajar elemen api sampai level empat, elemen api buki meningkat pesat karena makan buah, sedangkan orang lain naik satu level butuh lima tahun.
Hari keenam belajar elemen api sampai level enam.
Hari ketujuh belajar elemen api sampai di level delapan dan buki merasa apinya sangat panas mencapai titik puncaknya.
Hari kedelapan belajar elemen es, karena dijurang itu sangat dingin, sehingga elemen es buki sampai level dua, kultivasinya juga meningkat dua level kependekar suci level dua.
Hari ke sepuluh belajar elemen es sampai level enam dan kultivasi pendekar suci level enam.
Hari kesebelas belajar elemen es sampai level delapan dan kultivasi pendekar suci level delapan.
Hari ke dua belas berkultivasi sampai pendekar bumi level dua.
Hari ke tiga belas sampai hari empat puluh kultivasi buki mencapai tingkat abadi puncak dan akhirnya energi didasar jurang itu habis diserap buki,
__ADS_1
untuk mencapai level abadi dibutuhkan ratusan tahun, tapi karena keberuntungan buki ada qi yang padat 100 kali dari qi ditempat lain.
Tanpa disadari oleh Tio BuKi, ternyata kabut ini adalah VENA NAGA yang sangat langka untuk di temui atau di cari, biasa nya hanyak di miliki Sekte besar yang pendiri nya dulu
secara kebetulan menemukan sumber Vena Naga, tapi itu pun di batasi oleh pendiri, agar Vena ini tidak cepat habis, sehingga dapat
bertahan ratusan tahun. Yang awal nya 100 kali lipat lebih padat dari Qi Spiritual di tempat lain, ini disegel dan di sisakan dua kali lipat saja.
Buki melihat kedasar jurang sekitar satu kilo meter lagi , buki pun turun kebawah dengan melayang sambil memanen semua buah apel yang rencananya diberikan kepada ayahnya, dan sebagian dilelang, maklum tingkat abadi jdi bisa terbang.
Sesampainya dibawah, "ahhh ,sebuah gua yang besar" buki pun memasuki gua itu, setelah berjalan sekitar seratus meter sampailah disebuah ruangan yang lumayan besar yang sangat terang, ada beberapa buah kamar , buki pun masuk ke kamar pertama.
"Wow!' banyak sekali emas dan permata, tapi cincinku penuh buah buahan, sebaikknya kulihat kamar kedua ".
"wiehhh, banyak buku dan senjata, ahh ada beberapa buah cincin dan kalung penyimpanan, asiiiikkkk aku jadi kaya , sebaiknya kuambil semua yang ada disini".
Maklum, buki saat ini masih berumur sebelas tahun, masih anak anak, jadi langsung mengambil semua barang dikamar satu dan dua, sesampainya dikamar tiga ternyata berisi herbal dan kristal energi yang melimpah , buki pun memasukkan semuanya.
Sampailah buki dikamar terakhir, ternyata ada seseorang yang duduk bersila, buki pun terkejut, "waduh ,mati aku, ternyata ada yang punya" kata dalam hatinya.
Buki pun datang dan berlutut pada orang itu.
"Terimalah hormat ananda kakek "
__ADS_1
namun tidak ada suara, buki sampai tiga kali memanggil namun tetap tidak ada suara.
Beberapa saat kemudian ada sebuah suara, "hormatmu kutrima cucuku, engkau anak yang baik dan sangat jenius karena sudah mencapai tingkat abadi diusia sebelas tahun, namun belum memiliki jurus jurus yang hebat , maukah kau jadi muridku ?"