Murid Dewi Alkemis

Murid Dewi Alkemis
Perlawanan Wan Tian


__ADS_3

Seseorang tanpa akar spiritual merupakan sebuah momok besar bagi seluruh dunia. Mereka akan dianggap tidak berguna dan bahkan lebih rendah daripada hewan peliharaan. Jika pun harus hidup, mereka hanya akan menjadi budak seumur hidup.


Meskipun pelayan yang tidak bisa bertarung, mereka semua memiliki akar spiritual. Sehingga memiliki kemampuan. Diantara kemampuan mereka masih lebih berguna dari seorang tanpa akar spiritual. Karena dapat menggunakan energi spiritual untuk memasak atau membersihkan ruangan dengan lebih cepat.


"Kalian mau apa? Ini adalah tempat umum. Jadi jangan pernah membuat masalah!" Su Menglan menodongkan pedangnya pada para pria sangar itu.


"Hey, hey, hey. Gadis manis, kami bukannya mau membuat masalah. Tapi dari tadi kalian yang berisik dan mengganggu makan tuan kami."


"Tuan Muda, izinkan aku mengurus gadis itu dan akan kuberikan padamu. Dan untuk anak laki-laki itu, bisa dijadikan budak. Bagaimana menurut Tuan Muda?" Seorang yang paling lemah tingkat kultivasinya, bersiap untuk menangani Su Menglan.


"Tidak! Gadis kecil itu lumayan cantik. Hemm, aku tidak akan biarkan tangan kotor kalian menyentuhnya. Hanya saja dia bersama orang tak berguna itu. Mungkin dia juga budaknya!" tunjuk


"Hahaha! Lihat, Tuan Muda Liu sudah mengatakannya. Baiklah, kalau begitu, biar aku urus bocah itu!"


Su Menglan dan Wan Tian memegang pedang. Mereka tidak yakin bisa menghadapi mereka. Namun harus membela diri dan lolos dari mereka. Jika mereka tertangkap, rencana pergi mereka ke tempat tinggal Su Menglan jadi tertunda. Apalagi melihat wajah mereka yang begitu menakutkan.


Tidak mengapa jika Wan Tian mengalami luka berat. Luka bisa disembuhkan dengan obat. Namun tidak untuk Su Menglan. Dia adalah seorang gadis yang masih muda. Niat mereka sudah terlihat jelas ditambah dengan perkataan tuan mereka.


"Wan Tian, jangan biarkan mereka menangkap gadis di sampingmu. Tidak mengapa sampai membuatmu luka parah. Tapi kalau seorang gadis kehilangan kesuciannya, maka ia akan merasa tidak pantas untuk hidup lagi. Seorang pria, pantang membahayakan seorang gadis."


Yang Yue juga belum bisa menolong mereka. Ia pernah menggunakan tubuh Wan Tian untuk membuat sebuah pedang kayu untuk Su Menglan. Namun ia harus menerima konsekuensinya. Awalnya ia juga mengetes ketahanannya untuk bisa mengendalikan tubuh manusia fana. Dan ternyata hanya bisa dilakukannya selama seperempat malam.

__ADS_1


Jika Yang Yue menggunakan tubuh Wan Tian untuk bertarung, maka hanya bisa bertahan selama beberapa saat saja. Hanya dengan membiarkan Wan Tian melawan mereka, maka kemampuannya akan berkembang.


Pedang Persik Dewa Yuwen di tangan, membuat orang-orang semakin meremehkannya. Apalagi mereka memiliki pedang sungguhan. Jika itu pedang kayu biasa, akan langsung terpotong. Namun pedang di tangan Wan Tian, tidak mungkin bisa dipotong meski senjata dewa sekalipun.


"Hahaha! Bocah, sok sekali kamu? Beraninya menodongkan pedang kayu padaku? Aku tidak akan mengampunimu! Potong tanganmu sendiri atau aku yang melakukannya?"


"Hahaha! Adik! Kau menakuti bocah bodoh itu. Apa tidak malu? Dasar adik bodoh!" ejek pria yang memikat kultivasi lebih tinggi. Ia tidak akan main-main dengan orang lemah seperti Wan Tian. Jadi hanya bisa santai dan mengejek temannya sendiri.


"Diam kamu! Apa kalian tidak mau bersenang-senang? Menindas yang lemah adalah yang paling menarik, hahaha!" Karena tak mau diejek, alasan bersenang-senang adalah solusi terbaik.


Pria itu yakin, bisa mengalahkan Wan Tian hanya dengan satu gerakan. Namun ia sengaja membuat permainan. Dengan mengarahkan serangan meleset untuk membuat Wan Tian takut.


Su Menglan sendiri tidak bisa bertarung melawan yang lebih kuat darinya. Sejak kultivasinya diblokir, ia tidak memiliki kesempatan untuk melawan orang-orang itu. Awalnya ia juga tidak menduga akan bertemu dengan orang-orang jahat seperti mereka.


Sudah tak memiliki akar spiritual merupakan sebuah bencana besar. Apalagi jika sudah tidak memiliki tangan? Itu sama saja dengan orang lumpuh atau sebatang kayu yang tak bisa berbuat apapun. Dirinya adalah seorang wanita. Dan ketika ia dilecehkan mereka, setidaknya masih memiliki kekuatan dan bisa membalas dendam. Walaupun hidupnya telah hancur. Ia akan mati dengan membawa dendam itu.


"Tidak perlu risau, Gadis kecil. Hari ini biarkan aku melayanimu dan aku akan biarkan bocah itu hidup. Tapi mungkin akan kehilangan lengannya saja," ucap Liu Gang.


"Aku tidak akan membiarkanmu berhasil! Lawan aku kalau berani!" Su Menglan langsung melawan pria di depannya. Menggunakan jurus pedang yang berantakan. Ini karena ia merasa khawatir dengan Wan Tian.


Meskipun mereka berhasil mengalahkan ular piton, mereka akan lebih sulit untuk mengalahkan para praktisi yang tingkat kultivasinya jauh melebihi mereka. Apalagi jumlah mereka cukup banyak.

__ADS_1


Wan Tian melompat dan gerakannya sangat cepat. Memberi serangan tiba-tiba dengan pedangnya. Seperti gerakan menari yang sangat lembut dan mematikan. Membuat lawan dan penonton takjub.


"Jurus Pedang Musim Gugur! Gerakan keempat! Gerakan Meliuk-liuk!" Wan Tian memutarkan pedangnya seperti spiral. Dan membuat lawan kebingungan.


Gerakan seperti itu menghipnotis lawan sehingga tidak bisa bergerak. Alhasil Wan Tian mampu mengalahkan lawannya. Lalu dilanjutkan dengan gerakan lainnya. Yaitu Gerakan Menusuk Dedaunan. Ia menusuk mata lawan dengan ujung lancipnya.


"Sialan! Adik ke enam! Kenapa kamu bisa kalah darinya? Matamu berdarah?" ucap pria yang dari tadi menonton. Ia adalah yang nomor empat.


Mereka adalah pengawal dari Liu Gang. Tidak memiliki nama namun menamai mereka dengan nomor. Dari nomor satu adalah seorang pria paruh baya yang menghancurkan tembok pertama kali. Nomor dua dan seterusnya lebih muda darinya. Hingga terakhir adalah nomor tujuh. Namun kemampuan nomor tujuh lebih hebat dari nomor enam. Sehingga nomor enam yang bertarung melawan Wan Tian.


"Kakak keenam. Kamu sangat bodoh. Serangannya jelas sudah sangat merepotkan. Dia bukan anak biasa. Tidak disangka memiliki jurus seperti itu. Biarkan aku hadapi bocah itu!"


Wan Tian langsung menyerang dengan gerakan semakin cepat. Karena ia tahu, lawannya kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Membuat nomor tujuh kewalahan dengan jurus pedang yang digunakan oleh Wan Tian.


Meski menggunakan pedang besi, tidak bisa mematahkan pedang kayu tersebut. Seharusnya disaat Wan Tian menyerang dan ditangkis dengan pedang sungguhan, akan membuat pedang kayu itu terpotong.


"Sialan! Pedangnya kenapa keras sekali? Apa benar dia memakai pedang kayu biasa? Atau dia menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya?" Nomor tujuh merasa tertekan karena setiap serangannya tidak dapat mengalahkan Wan Tian.


Sementara Su Menglan sedang berhadapan dengan Liu Gang. Melihat Wan Tian unggul, membuatnya menggunakan kemampuan sebenarnya. Dengan jurus pedang yang ia pelajari sebelumnya.


"Jurus Pedang, Langit Tak Berbintang! Gerakan pertama, Memangkas Rembulan!" Su Menglan membuat gerakan memangkas atau seperti sedang membelah bulan. Gerakannya cepat dan gesit. Sehingga sulit untuk dihadapi.

__ADS_1


Namun itu tidak cukup membuat Liu Gang terpojok. Ia juga memiliki jurus pedang. Hanya saja merasa sia-sia menggunakan jurus itu. Karena dengan menggunakan jurus pedang, bisa melukai tubuh Su Menglan. Ia hanya ingin melihat gadis itu kelelahan dan setelah itu, ia mendapatkan keuntungan.


***


__ADS_2