Murid Dewi Alkemis

Murid Dewi Alkemis
Akademi Jiang


__ADS_3

Selepas kepergian Luo Qiaolin, Su Menglan membawa Wan Tian kembali ke kereta kuda. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Su Menglan dibesarkan. Perjalanan menuju ke tempat itu tidak ada gangguan selama berada di dalam kereta.


Sehari setelahnya Wan Tian sadar dan tubuhnya sudah diobati oleh Su Menglan. Perjalanan mereka menjadi lebih lancar dan sampailah mereka di depan gerbang sebuah akademi.


"Selamat datang di akademi Jiang. Kamu tidak bisa berlatih di sini karena tidak memiliki kualifikasi. Tapi tenang saja, aku akan membawamu ke tempat kakek berada. Kakek pasti akan merawatmu dengan baik."


"Terima kasih, Kak Menglan. Aku tidak akan melupakan budi baikmu. Suatu hari nanti saat aku menjadi orang hebat, aku pasti akan membantumu."


"Tidak apa-apa. Kamu sudah membantuku banyak. Kita juga perlu membelanjakan uang yang kita dapat di perjalanan. Bagaimana jika aku belikan kamu pakaian dan membeli makan enak?"


"Boleh saja, Kak Menglan. Terserah Kakak saja. Aku percayakan saja padamu, apa yang mau kamu beli." Wan Tian tidak memerlukan pakaian mewah. Ia juga bisa bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ia mau. Ia hanya butuh tempat untuk berlatih agar menjadi lebih kuat.


"Baiklah. Karena kamu sudah berkata seperti itu, kita harus secepatnya kembali kepada kakek. Tapi kamu tidak boleh masuk lewat pintu depan. Kita harus memutar. Bawa kereta kudanya ke belakang."


Su Menglan mengajak Wan Tian menuju ke pintu belakang. Karena jika mereka masuk dari pintu depan, tentu saja tidak akan diterima oleh penjaga Akademi. Akademi hanya menerima murid yang berkemampuan.


Bahkan Su Menglan harus berusaha dengan keras untuk mendapatkan kuota sebagai murid luar. Di dalam akademi juga hanya menerima murid yang berusia kurang dari dua puluh tahun. Minimal sudah memiliki kultivasi tingkat Manusia Pejuang Atas.


Jika memikirkan kondisi Wan Tian, Su Menglan yakin, Wan Tian tidak akan bisa masuk seumur hidupnya. Jikapun bisa masuk, ia hanya akan menjadi budak dan olok-olokan para murid.


Beruntung ada sebuah tempat yang kemungkinan Wan Tian bisa diterima di akademi. Yaitu menjadi asisten penjaga tanaman herbal. Karena tanaman herbal sangat diinginkan oleh para praktisi. Membuat mereka menginginkan untuk bisa masuk untuk mengambil tanaman herbal langka.

__ADS_1


Saat mereka memasuki pintu belakang, ada beberapa orang yang lewat dan melihat Wan Tian dan tak merasakan nadanya energi spiritual di tubuhnya. Sehingga membuat mereka tertawa meremehkan.


"Apa yang kalian tertawakan, heh?" Su Menglan memendam emosi karena para murid yang tidak berkepentingan tertawa dan berkesan mengejek.


Tatapan-tatapan seperti itu sudah sering dijumpai di desa Yanshi. Wan Tian sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang seperti itu karena sudah terlalu sering. Namun ia masih beruntung karena ada yang memandangnya tanpa peduli keadaannya.


"Hahaha! Apa yang aku tertawakan adalah ... kamu jalan bersama budak itu!" tunjuk pemuda itu ke arah Wan Tian. Tatapan penuh penghinaan yang ia tampakkan sudah terlihat sangat jelas.


"Benar-benar! Kita tahu, akademi kita tidak menerima orang seperti dia!" Sambil menunjuk Wan Tian. "Kita adalah talenta muda yang sangat penting bagi akademi. Tapi dia? Dia hanya pantas menjadi budak, hahaha!"


Su Menglan hampir mengeluarkan pedangnya untuk menghajar para murid itu. Untungnya Wan Tian segera menghentikannya. Karena dia sudah ada di tempat yang akan ia tinggali, tidak ingin terlibat masalah.


"Kita tinggalkan saja mereka. Aku tidak ingin bermasalah di sini. Kak Menglan, aku tidak apa-apa. Dibandingkan dengan orang-orang di desaku, ini termasuk ejekan ringan."


"Cih! Awas saja nanti! Kalian tidak akan pernah lolos dari kami. Ingat, selama kita melihat anak itu di luar, kami akan beri pelajaran pada dia. Ayo kita pergi!"


Para murid itu pun pergi karena memang tempat itu terlarang bagi orang luar. Sementara Su Menglan adalah cucu dari penjaga tanaman obat yang dibebaskan untuk keluar masuk ke dalamnya.


Karena penjaga tanaman obat adalah salah satu tetua di Akademi Jiang, membuatnya memiliki kekuasaan tertinggi di tempat tersebut. Jika ada yang ketahuan mendatangi tempat itu, maka akan menjadi orang tidak berguna. Mendapatkan hukuman ringan dengan dihilangkan kultivasinya. Hukuman berat bisa dikeluarkan bahkan dibunuh.


Hukuman seoran yang ketahuan masuk ke wilayah tersebut, tidak akan mendapatkan pil yang dibutuhkan untuk meningkatan kultivasi selama satu bulan. Hukuman mencuri adalah dihilangkan kultivasinya. Jika mencuri tanaman obat tertentu akan dikeluarkan dari Akademi. Jika menghancurkan tanaman obat dan kesalahan besar lainnya, akan dihukum mati.

__ADS_1


"Cucuku! Akhirnya kamu kembali." Seorang pria tua berada di belakang Su Menglan dan Wan Tian. Ia adalah orang yang khusus menjaga tanaman-tanaman herbal yang berkhasiat.


"Kakek? Aku sudah kembali." Su Menglan tersenyum lebar ketika melihat kakeknya. Langsung ia peluk pria tua itu dengan erat.


"Huh, cucuku sudah lama kamu pergi. Dan kakek mendengar semuanya. Untungnya kamu bisa kembali ke sini. Eh, siapa teman kecil ini?"


Su Chang, seorang pria berusia enam puluh tahun. Ia memiliki ketrampilan medis yang baik juga merupakan seorang alkemis. Meski tingkatannya tidak tinggi, dirinya juga dihormati bahkan oleh para tetua.


Karena mengurus tanaman obat, membuatnya pusing. Ia tidak bisa melakukannya sendiri. Maka ia dibantu oleh Su Menglan selama ini. Namun Su Menglan memiliki masa depan yang bagus. Sehingga tidak cocok untuk mengurus tanaman-tanaman tersebut. Sehingga beberapa kali Su Chang mencari orang untuk membantunya. Terakhir kali orang itu memiliki niat terselubung dan mencuri beberapa tanaman obat. Sehingga membuat persediaan obat berkurang.


"Kakek. Ini adalah Wan Tian. Aku kasih tahu, Wan Tian ini tidak memiliki akar spiritual. Jadi, tanaman obat tidak berguna untuknya. Makanya tidak mungkin dia mencuri tanaman herbal. Bisakah aku titipkan dia padamu?"


Su Chang mengangguk setuju begitu saja. Karena ia juga sudah tidak kuat untuk mengurus tanaman obat sendirian. Ia juga melihat Wan Tian memang tak bisa berlatih. Sehingga itu adalah hal yang baik bagi tanaman-tanaman yang langka.


"Hemm, bagus-bagus. Meskipun tidak bisa menjadi praktisi, ia memiliki fisik yang baik. Hey, Wan Tian. Aku adalah Su Chang. Kakek dari gadis nakal ini. Jika kamu mau bekerja untukku, aku akan membayarmu dengan uang atau apapun. Asalkan tidak merepotkanku."


"Salam kenal, Kakek Su. Aku Wan Tian. Bisa tinggal di sini saja sudah cukup. Aku akan bekerja keras." Wan Tian sungguh senang karena langsung diterima. Ia akan bekerja keras pada siang hari dan melakukan pelatihan di malam hari.


"Baiklah. Mulai hari ini kamu berada dalam pengawasanku. Dan kamu tidak boleh keluar dari sini selama dua tahun. Apakah kamu setuju?"


"Aku setuju. Selama dua tahun, aku pasti akan melakukan yang terbaik. Mohon bimbingannya, Kakek Su." Ini adalah kesempatan emas untuk berlatih. Ia bahkan tidak perlu menghadapi dunia luar selama dua tahun. Ia akan keluar setelah memiliki ketrampilan yang dapat mengalahkan dunia kultivator.

__ADS_1


***


__ADS_2