
hari minggu telah tiba , telah tiba waktu yang telah di tunggu-tunggu dua keluarga besar ini. dimana antara mama bella dan mama frans merencanakan pertemuan dua keluarga mereka, dan untuk saling mengenali anak mereka berdua untuk melaksanankan perjodohan frans dan bella.
"mama,papa deluan y bel, jangan kelamaan loo kamu k kafe villanda, mama tunggu kamu sayang". Terdengar teriakan mama dari arah luar, berharap anakny mau untuk mengikuti ajakanny, yang dimana tujuan pertemuan ini ridak sama sekali diberitahu oleh orang tuany.
Jam sudah menunjukan pukul 08.30 waktu setempat. Mama dan papa bella pergi dari rumah menuju ke kafe villanda dimana tempat janjian dua keluarga.
"maaf y, udah lama y kalian nunggu kami din"??,,
"engak kok y mas, kami juga baru aja sampai ini"!!,,
"ohh y Franss!!!kenalin ini teman papa dan umi, teman sekaligus sahabat sedari dulu"!!,, mereka pun tertawa kecil sembari saling memberi kode mata dari tatapan mereka.
Frans hanya membalas drngan memberikan senyum kecil, dan sembari menyalami papa mama bella, frans berkata-kata di fikiranny, ada apa dengan mereka berempat.
"frans keluar dulu y mii,"!!
"yok om, tante, keluar sebentar". frans pun berdiri setelah permisi kepada kedua orang tuany dan bella
Mau kemana kamu frans"???,, tanya diana.
Keluar bentar mii,.frans pun langsung berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.
seketika di depan pintu kafe. frans bertabrakan.
Pprraakkk....
"Heyy... mata looo.....". terdengar suara seorang wanita , seketika juga suara yg bertabrakan denganny pun berhenti meneriaki diriny,
Frans yang menunduk sembari mengambil ponsel yang jatuh akibat dari tabrakan itu pun menoleh ke arah suara itu.
"iisss,, emang y, ku rasa emang sial asal jumpa am loo,, dari dulu juga aku asal jumpa kamu pasti sial". Bella pun langsung marah kepada frans.
Hey,, kamu yang jalan matany itu dikaki, orang lain jalan itu pake mata, llaahh,, kamu matany dikaki kaya ayam". Frans mentertawai bella.
"ayam"??,,,
Ayam mata mu". Balas bella kesal.
"iya kan kamu ayamny kan"??,,. Bella yang enggan ingin membalas ocehan frans berniat meninggalkanny begitu saja.
"heyy... frans menarik tali tas bella, sontak mereka pun tabrakan lagi, dengan saling tatap".
seketika mereka tersadar dan saling mendorong.
"iiisss,,,, gundoruo",, . Ejek bella untuk frans.
"Apa??",,,
Apa??ada urusan apa, malas y aku tu ngomong panjang lebar ribut dengan mu di tempat umum gini, geli ak tau!!". Bella pun mengejek sembari serasa merasa jijik bila mereka berlama berdekatan.
Heyy,, aku juga engan dekat kamu". Frans pun kembali membalas ejekkan jijik dari bella tadi.
"jadi ada apa Ha"??",,
"ini handpone ku y pecah karna kamu, tangung jawab kamu".
"iisssss,,,,, ngak urus aku dengan handpone mu!!". Bella pun meninggalkan frans didepan sembari masuk ke dalam kafe.
Frans tanpa sadar telah mengejarny hingga kedalam, bella yang hampir dekat dengan meja dimana orang tuany menunggu, sembari manggil.
Ma,pa??,,.
Heyy,,,,
Frans yang keceplosan neriakin bella dsri belakang, tanpa sadar bahwa bella berdiri tepat dimana orangtuany pun berada,
Sontak kedua orang tua mereka pun berdiri,
"Ada apa ini sayang"??.. mama langsung menanyainy sembari melihat kearah frans.
"Ngak tau ma, orang gila". Jawab ketus bella.
"kenapa frans"??,,, mama frans menanyainy.
Sontak bella melihat kearah tante diana, dimana ia terkejut, tante diana bisa mengenaliny.
"Tante kenal dengan ini anak"?? Tanya bella sambil menunjuk kearah frans.
"Mama kenal sama dia ma?? Tante juga kenal tan"?? Tanya bella penasaran sembari berdiri kembali.
Mama dan umi mereka pun tertawa.
"Sini kamu frans"!! Sambil menarika tangan frans untuk duduk didekatny.
Ayoo duduk dulu kita semua y, kalian mau minum apa, pesan dulu. sembari mengangkat tangan memanggil pelayan kafe,diana sambil tertawa kecil melihat frans dan bella.
"Minum apa kalian sayang"???
"Ngak minum tan, ma"!!!
Mereka pun serentak menjawab pertanyaan diana.
Lagi lagi mereka tertawa melihat kelakuan anak mereka.
"ya udah betul y kalian tidak mau pesan minuman".
Diana pun mempersilakan pelayan untuk meninggalkan meja mereka.
"Kalian saling udah kenal"??. tanya duana kepada mereka berdua
__ADS_1
"Ngak kenal, cuman tau aja tan"!!,," ketus bella.
"sama aja itu sayang"!!,, jawab Herra untuk anakny.
"Frans!! Ini mama kenalin ulang, kamu tadi juga mama belum nyebutin nama mereka, udah keluar aja".
"Ini om Arman zakwan dan tante Herra Handayani, dan ini anak mereka Bella Ariska Zakwan, om Arman adalah sahabat papa kamu semasa masih pada sekolah dulu, dan tante Herra adalah sahabat umi wktu kuliah dulu, bisa dibilang kami ini sahabat rasa saudara. dan Setelah sudah sama-sama menikah pun papa dsn om Arman kerjany juga 1 perusahan. ketika kita pindah ke kalimantan juga mama masih berhubungan baik dengan tante Herra".
(oh, jadi ini anakny tante diana, apa si frans ini yang mau dijodoh-jodohkan dengan ak). bella pun berkata dalam hati dan terasa geliat geli.
"kenapa kamu sayang" tanya Herra.
"ngak ada ma". jawan bella datar.
(ternyata dia anakny om Arman, pantas aja aku ngerasa ngak asing liat di sekolahan dulu, terus apa maksudny umi ngajamin aku ketemuan mereka y). franss berkata-kata dan bertanya dalam hatiny sembari menatal ke arah bella.
bella yang membalas tatapan frans pun.
"Apa kamu"?? langsung membentak frans.
"siapa juga yang liatin kamu, baper Ayam". ejek frans.
"gundoruo". balas bella.
"sudah, umikan lagi ngomong frans, belajar gk sopan kamu y".
frans yang langsung terdiam dan menatap ponselny yang pecah.
"rasa'in loo gundo, ancurkn itu handpone loo".
frans yang melihat bella senyum-senyum melihat diriny, berfikir bahwa bella telah mevutuk diriny di dalam hati.
diana pun melanjutkan omonganny.
"Ternyata, papa mu dan om Arman satu perusahan, Kan waktu kalian pada SMA kemarin satu sekolahan kan?? Mungkin kalian tidak saling kenal"!!!.
"Kalau aja tante diana tau, kalau anaķny ini preman skolah, kayak mana y". Gelak bella dalam hatiny.
Yang tanpa sengaja senyuman itu terlihat oleh herra,
"gayany reman, sama uminy takut, anak umi ternyata".
lagi-lagi Herra melihat bella senyum-senyum sendiri disampingny.
"Kenapa kamu"??. Herra menyenggol bella, sembari bertanya kecil kepada anakny.
"Ha, ngak ada ma",,,
"Ini juga bel, kan seminggu yang lalu kamu udah ketemu tante diana kan dirumah kita, nah ini om diki yang mama bilang kemarin, ini frans anakny". ngantian Herra yang mengenalkan keluarga frans.
"ya udah, kami tidak mau banyak-banyak bicara, mumpung sepertiny kalian udah pada tau satu sama lain, umi akan langsung bicara y frans, bella".
"Diam aja kamu". Celetuk frans kepada bella.
"Diem dong kalian, giaman tante diana mau ngomong kalau kalian ribut mulu".Herra menenagkan frans dan bella.
dan diana memukul pundak anakny memberi isyarat untuk diam.
"Kami ini bermaksud mau menjodohkan kalian".
"Apa??,, sontak bella dan frans berdiri dengan bersamaan".
"Dijjodohkan dengan dia ma"??? Tanya bella terkejut.
"Umii, frans ini bisa cari istri sendiri, ngak perlu umi carikan frans dengan cara seperti ini, celetuk frans dengan nada tidak sopan, sontak membuat diki membentakny.
"Frans".!!!
Jagan kurang ajar kamu y. Teriakan diki untuk frans
"Ma, bella ngak mau ma, bella juga bisa cari sendiri, bella juga udah ada pacar ma",,,, renggekan bella kepada mamany.
"Pacar??,,,
"Sejak kapan kamu pacaran bel"??,, tanya arman kepada bella, yang mana arman tidak pernah tau dan membiarkan anakny untuk berpacaran.
"Siapa pacar kamu"??,, bentak arman.
"iiss,, papa iihh,,, mama bella ngak mau ma, jangan bentak bella di depan orang asing keq gini"?? Renggekan bella yang sudah mengeluarkan air mata, karna takut dengan bentakan papany tadi.
frans yang melihat berkata dalam hatiny.
(anak papa y?? manja sama mama?? liat nanti kamu).
"Udahla umi, pa, frans mau keluar main dulu, ngak jelas emang keluargaku lama-lama". Frans pun meninggalkan meja menuju keluar kafe.
"Frans". Terikan diki, namun frans tidak menoleh ke belakang srkalipun.
"papa, tempat umum ini. diana menegur diki.
herra pun yang menatap suaminy memberi isyarat jangan lagi bicara membentak kepada bella.
Bella yang dimana menangis dipelukan herra,terlihat berusaha menenangkan anak perempuan satu-satuny itu dalam pelukanny, namun kemarahan arman tak berhenti disitu, ia tetap murka karena bella mengaku mempunyai pacar, sementara ia tidak mengetahuiny.
"Ayok ma, kita pulang".
"Diki,diana kami pulang deluan y, nantik kita bicarakan lagi soal anak-anak ini". Arman berpamitan dan menuju pintu keluar kafe.
"Gi mana ini pa"??,,. Tanya diana kepada suaminy, yang merasa usaha mereka bakalan gagal.
__ADS_1
"Ya udah, kita pulang juga, nanti dirumah kita bicara lagi". Diki menarik tangan istriny untuk berdiri dan pergi meninggalkan kafe villanda itu.
Oohhh.. yy kafe villanda itu, adalah salah satu kafe nomor 1 di kota X yang dimana kafe tersebut sering di datangin oleh anak-anak dan keluarga para bejabat kota, dan orang-orang ternama.
****
"Siapa pacar kamu bel"??. Tanya mama didalam mobil.
"(Iisss,, gimana ini, nanti kalau aku jawab sipolan, papa bakalan murka kepada ku, tapi kalau aku jawab ngak ada, bakalan jadi dijodohkan dengan gundoruo itu)". Bella berkata dalam hatiny.
"Siapa"???,, pekik arman kepada bella.
"Iisss papa,,, mama juga ikutan terkejut loo,, besar kali suarany,, anak kita udah besar loo paa.. ngak perlu dibentak". Diana sedikit membela dan menenagkan suaminy.
"Kamu bela terus anak mu itu, sampai dia pacaran pun kamu tidak tau",,,
"Ooohhhhh"... "jangan-jangan kamu tau ma kalau bella pacaran selama ini". Cetus arman.
"Pa,pa,pa",,,
"Jagan asal y kalau bicara, mama juga tidak tau kalau bella pacaran, mama juga baru tau hari ini".
"Lahh.. terus kenapa kamu bela'in itu anak".
"Mama bukan bela pa, kasian mama sama bella, udah dewasa, masih aja papa cerewetin dia".
"Kamu bela teruss",,,
"Makany gini jdiny ini anak". Arman marah sejadi-jadiny.
"Kamu dengar y bel, papa akan tunggu besok kamu untuk beritahu siapa pacar kamu, dan kamu kenalin dia sama papa.
"Kalau tidak!!! jagan harap kamu papa kuliahin lagi, papa berhentiin kamu bel".
"Papa kuliahin anak papa bukan untuk mencari pacar, melainkan mencari ilmu!!.
Setibany mereka dirumah bella langsung keluar mobil masuk ke rumah berlari menuju kamarny, arman dan herra pun turut ikut masuk k dalam rumah, herra menghelakan nafas seketika melihat bella sedih dan menagis.
"Udahlah pa,, pelan-pelan kita bicara sama bella, gimana pun bella putri kita satu-satuny pa, jangan sampai dia pergi menjauh dari kita seperti abang-abangny.".
Bella adalah anak perempuan satu-satuny, dari 3 bersaudara, Bramantio zakwan adalah kakak tertua bella, fitto ar zakwan adalah kakak kedua bella, kedua saudara ini telah lama meninggalkn rumah mereka sejak bram menikahi gadis melayu dan tinggal di penang, sementara kaka keduany sedang melanjutkan studi serjana ketigany di kairo dan belum menikah.
"Mereka bukan menjauh ma, melaikan sudah punya kehidupan dan kesibukan masing-masing".
"Bram memilih untuk tinggal dan menentap di penang itu hakny, karena istriny orang sana".
"Sementara fitto lagi melanjutkan studiny di kairo".
"Ini anak perempuan satu-satunya, ngak bisa dibilangin, sehingga dia pacaran pun kita tidak tau". Arman semangkin marah.
"Kita kan belum tau pa, bella itu benaran pacaran atau enggak, kita jangan menuduhny".
"Maksud mu apa kita menuduhny??jelas dia bilang kalau punya pacar, berarti jelas dong, diam-diam dia pacaran dibelakang kita".
"Belum tentu pa, bisa jadi mereka hanya statusny aja pacara,tapi mereka tidak pernah untuk pergi maupun duduk bersama." Herra pun melanjutkan perkataanny seketika melihat suaminy ingin memotong pembicaraanny.
"Buktiny pa, bella itu selalu pergi dan pulang tepat waktu, wekkend juga dia ngak pernah keluar, dia malah .milih tidur seharian".
"Jadi maksudmu apa ma"??,,
"Nanti mama bicara pelan-pelan sama bella y pa".
"Y udahlah papa mau mandi dan tidur, gerah papa dari tadi ditambah liat bella kayak gitu tingkahnya". Arman pun berdiri dari tempat dudukny dan berjalan menuju kamar.
"Sayang",,,,,,,
Terdengar ketukan pintu dari arah luar kamar bella.
"Sayang, kamu tidur?? Kamu belum makan loo nak, makan dulu yuk,,
"Kebetulan mama juga laper bel, makan malam bareng mama yuk". Bujuk herra dari pintu kamar bella,
Bella didalam kamar yang telah berada didalam selimut serasa megang perutny karena lapar dan sadar bahwa ia belum ada memasukan makanan apapun dari tadi,
"Iisss laper...
Gara-gara genduruo itu, aku harus menahan laper malam ini!! Tapi!! Aku laper banget".. renggek bella di bawah selimut.
"Tapi nanti kalau aku keluar papa akan bertanya siapa pacarku"
"Aku kan hanya asal ngomong, supaya berjodohan ala-ala mereka tidak jadi,,,,,".
Tok tok tok tok
"Bellaaa".............
"Sayang"...........
"Bangun nak"......
"Udah biarin dia ngak mau keluar, ayok kita makan deluan, nanti juga kalau laper keluar dia". Arman menarik tangan istriny yang sedari tadi mengetuk-ngetuk pintu kamar bella, dan mereka pun berjalan menuju meja makan untuk makan malam.
"Denger dia pa, yang papa repetkan tadi, makany dia takut untuk keluar".
"baguslh kalau dia denger dan bagus juga kalau masih ada rasa takut".
merrka pun makan malam berdua tanpa ada bella, sementara bella yang tanpa suara berada dibawah selimut tertidur.
****
__ADS_1