Mutiara Tersembunyi Milik Sang Mafia

Mutiara Tersembunyi Milik Sang Mafia
pertemuan


__ADS_3

..."Meskipun perpisahan menyakiti hati,...


...tapi yakinlah ini yang akan membawa kebahagiaan suatu saat nanti."...


...****...


...selamat siang para reader jangan lupa memberikan like dan vote....


...📝📝📝📝...


"sayang di mana anak anak kita…"


"hmmm... ada di villa keluarga Wijaya..."


"jadi selama ini kamu dan anak anak kita di villa keluarga Wijaya…"


hmmm... jawab Fatimah sambil mengangguk- anggukkan kepala nya


"terimakasih kasih nyonya muda Wijaya..."


"sama-sama tuan muda Fernandes, kalau sekali lagi anda menyakiti sahabat ku jangan harap anda bertemu dengan Fatimah dan anak-anaknya, ingat itu tuan…"


"baiklah aku akan mengingat semua ucapan mu nyonya muda Wijaya..."


"bisakah kita berangkat menuju ke tempat anak-anak kita…"


"baiklah...! bagaimana dengan meeting kita..."


"baiklah kita mulai meeting kita..."


setelah selesai dengan meeting nya mereka berangkat menuju villa keluarga Wijaya.


"assalamualaikum anak anak mami…"


Hasna yang sedang membaca Al-Qur'an langsung memberhentikan bacaan Qur'an


"waalaukumsalam mi..."


"Hasna di mana Hasan dan Husain..."


"di kamar mi... lagi meneliti tentang kerusakan leptopnya mi..."

__ADS_1


"kalau begitu Hasan panggil dulu Hasan dan Husain..."


"Hasan Husain mami sudah pulang sama om yang mirip dengan kamu Hasan..."


mereka bertiga turun sambil berlari mendekati maminya.


"mami..."teriak Husain


"lebay...." ucap Hasan dan Hasna bersamaan


biarkan…"ucap Husain sambil mengeluarkan lidahnya


"mami siapa om itu..." ucap mereka bertiga bersama


"dia adalah papi kalian…"


"kami tidak percaya apa bisa kita melakukan tes DNA..."ucap Hasan dan Hasna


"oke baiklah…" ucap Bastian


mari kita lakukan…" ucap Husain


Husein dan Hasan mereka berdua telah memiliki sebuah mesin kedokteran yang telah mereka buat dan beberapa dari mesin yang mereka buat memang sangat dibutuhkan di rumah sakit. mereka memanglah anak yang jenius


"ayo cepat om…"ucap Hasan dan Husain mengajak Bastian ke ruangan khusus penelitian nya


setibanya Bastian di ruangan khusus penelitian Husain dan Hasan.


"om sini rambut mu…"


"untuk apa…"


"untuk tes DNA om…"


"ooo baiklah ini…"


"Hasna sini rambut mu…"


"ini... cepat lakukan..."


"tunggu..."

__ADS_1


"beberapa lama..."


"satu jam...."


"cepat sekali...biasanya satu Minggu..."


"ia karena mesin ini kami yang buat dan sangat canggih dan tidak ada di rumah sakit..."


"kalau boleh tau IQ kalian berapa..."


Hasan memiliki IQ 180 dia tampan dan sangat dingin di paham IT dan beberapa cara pembuatan mesin


sedangkan aku Husain memiliki IQ 140 memang Hasan lebih pintar dari aku dan Hasna


aku memang tampan tapi aku tidak setampan Abang ku dan aku lebih memahami ilmu kedokteran dan psikolog.


Hasan dia memiliki IQ 140 dia cantik k tapi dia lebih memilih menghafal Al-Qur'an beserta artinya dan hadits dan juga bela diri dan sangat kuat.


"apa Hasna sangat kuat dalam bela diri dan sangat hebat dalam berpanah dan menembak..."


"ia om dia pernah melawan tiga pria dewasa dan mereka semua terkena anak panah dari Hasna..."


"apa..."


"kalau tidak percaya kau coba saja om..."


"kalau om terluka oleh anak panah nya kami tidak peduli…"


"coba ceritakan kepada om..."


ketika itu…" Husain menjelaskan kejadian saat penculikan tersebut


"ooooo…"


Husain tes DNA telah selesai cepat kelangkaan dihadapan semua orang


jadi menurut hasil tes DNA ini dijelaskan bahwa Om Bastian dan Hasan memiliki gen sebagai ayah dan anak dari Sempel rambutnya dan darah yang di uji.


"jadi om ini ayah kami..."


...*****...

__ADS_1


...terimakasih...


__ADS_2