
Rayhan POV
Setelah gue selesai rapat gue dan Ryan segera menuju ke acara pernikahan adik Maura. Sebenarnya gue gak mau datang, yah sekalian aja mumpung ada Christal di Jepang. Gue harap dengan gue bawa Christal ke sana bisa menimbulkan masalah, karena dengan adanya masalah ini gue bisa batalin perjodohan gue dengan Maura. Hahaha genius gak gue.
Dan saat gue sampai, bener aja disana penuh dengan keributan. Di sana bisa gue lihat Christal yang kelihatan emosi dan Hana yang lagi nangis. Maura yang sadar gue datang langsung ngadu ke gue, seolah dia ditindas. Itu bikin gue jijik banget.
Christal yang ikut sadar dengan kedatangan gue langsung pergi dengan Hana. Otomatis gue kejar dong, gue manggil-manggil kagak di jawab yaudah gue tahan aja tangannya. Saat dia udah stop gue langsung nanya Hana apa yang terjadi biar tau alurnya gitu. Saat gue nanya Hana wajah Christal kayak langsung tambah bete gitu.
Setelah selesai Hana cerita ke gue, gue suruh mereka balik duluan dan ngejelasin ke Christal tentang kenapa gue nanya Hana bukan dia. Kenapa gue bisa yakin tentang alasan Christal keliatan tambah bete karna setelah gue ngomong kayak gitu dia keliatan blushing dengan kata-kata gue dan ya setelahnya gue langsung balik masuk kedalam untuk ngatasin masalah barusan.
"Apa yang terjadi." Tanya gue pura-pura gak tau dengan nada dingin.
"Tadi jalang itu bentak aku by." Ucap Maura yang ngebuat gue langsung emosi.
"Kalau dia jalang Lo apa pelacur?!!" Tantang gue. Lama-lama landenin dia gedek gue.
"Kok kakak gomong gitu sih." Ucap Michelle adik Maura. Kenapa gak Maura yang gomong? Yah karna dia lagi acting nangis.
"Tanya aja kakak Lo sendiri, gue bakal batalin perjodohan ini dan juga membatalkan kerja sama kita." Ucap gue serius, gue tau setelah gue cabut semua kerja sama ini mereka bakal bangkrut. Karna Christal dan gue adalah investor terbesar di perusahaan dia jadi kalian bisa bayangin kan gimana mereka akan bangkrut hahaha.
Kalau kalian tanya kenapa gue bisa nyakin banget Christal bakal cabut kerja samanya juga yah karna orang tua mana yang gak marah anak kesayangannya di hina gue aja emosi banget apalagi Christal.
"Nak Rayhan ini hanya kesalah pahaman mari kita selesaikan dengan kepala dingin." Rayu ayah angkat Christal.
"Maaf tapi keputusan saya sudah bulat." Ucap gue tegas dan setelahnya pergi dari sana bersama Ryan.
__ADS_1
Rayhan POV end
Christal POV
Setelah sampai di hotel aku segera menuju ke kamar dengan Hana yang tertidur.
Dan setelah sampai di kamar aku segera membaringkan Hana di kasur dan setelahnya menuju kamar mandi. Di kamar mandi aku segera membersihkan diri serta menyiapkan air hangat dan kain untuk membilas tubuh Hana.
Setelah membilas tubuh Hana dan memakai kan piyamanya aku segera kembali ke kamar mandi untuk membuang air bekas bilas tadi dan membersihkan kain yang digunakan tadi.
Btw piyama Christal dan Hana belinya saat kami di butik untuk mencari dress.
Piyama Hana
Oke lanjut, setelah membersihkan kain dan membuang airnya aku segera beristirahat.
Pagi
Saat aku lagi tidur aku merasa cahaya matahari mengenai wajah ku dan setelahnya aku melihat jam. Sekarang jam sudah menunjukan pukul 08.00 dan aku segera bersiap. Setelah bersiap aku pun menelpon Dea.
"Halo, kamu tolong pesankan tiket pulang untuk penerbangan sore yah." Suruh ku.
__ADS_1
"Iya baik Bu" Ucap Dea di sebrang sana dan setelahnya aku pun memutuskan teleponnya.
Selesai memberitahu Dea aku segera membangunkan Hana.
"Sayang ayo bangun." Suruh ku dengan lembut.
"Baik bunda." Ucapnya dengan suara khas bangun tidur.
Sambil menunggu Hana aku menyiapkan pakaiannya. Btw pakaian kami itu pakaian yang pertama kali kami gunakan saat berangkat ke Jepang.
Saat menunggu Hana tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kami.
Christal POV end
Kalian komen siapa yang mengetuk kamar Christal? Kalau Rayhan kayaknya gak mungkin deh, soalnya dia kan gak tau kamar Christal yang mana.
Bonus foto
Michelle
Christal dan Rayhan (jangan salfok wajahnya)
__ADS_1