
"Ley ayo bangun , aldi udah nunggu'' kata kata yang bagaikan kata ajaib bikin leyna yang dibangunin sama papah nya langsung bangun , padahal biasanya harus disiram dulu pake air mendidih
"Hah aldi udah nunggu?"leyna kaget dan refleks tanya itu ke papahnya .
"Iya , sekarang mandi terus sarapan, mamah udah masak" 'toni' papah leyna mengelus lembut rambut leyna yang berantakan, wajah kaget dan bahagia leyna berubah datar kek tripleks
"Iya pah! " balas leyna singkat, toni mengangguk lalu keluar
Leyna dengan tidak semangat dan kakinya yang masih sakit masuk ke kamar mandi tapi...
Brughhk
Leyna jatuh guys , kepalanya kebentur meja kecil dan.....
"Leyna !" Aldi datang, cowok itu kaget saat mendapati leyna yang terkapar dilantai dan kepalanya mengeluarkan darah
Masa sih leyna tidur di lantai kan gak mungkin . Batin aldi . Batinya aja udah goblok
Dengan cepat aldi mendekati leyna dan nepuk nepuk pipi leyna , siapa tau entar bangun leyna nya
''Ley bangun ley, lagian lo kenapa sih bisa gini hah ?'' Aldi membeo membangunkan leyna tapi tubuh leyna tidak merespon apapun . Bego emang anak itu gak bisa bedain mana pingsan sama kagak
"Dia pingsan ya?" Tanya sama siapa tuh aldi ya , padahal dikamar cuman ada dia sama leyna. Aldi yang oneng akhirnya naruh leyna dikasur dan manggil toni sama 'fina' mamah leyna
Leyna mengerjapkan matanya, kepalanya pusing kakinya semakin terasa pegal , cewek ajaib itu mencoba duduk melirik jam di sampingya
"Kepala gue kok berdarah?"leyna ngomong sendiri keliatan kan kalo dia emang gak waras
"Leyna!" Raut wajah fina , si mamah leyna keliatan khawatir wanita dengan jas kerja warna kuning itu mengenggam lembut tangan anaknya
"Ley.." panggil fina lembut, leyna ngalihin pandanganya , tak mau melihat mamah nya
"Gue mau mandi, mau sekolah " dengan dingin leyna ngomong itu ke mamahnya dan mencoba turun dari kasur
"Ley kamu masih sakit" ucapan toni tak leyna pikirkan sama sekali , anak itu lagi nunggu saat mamahnya akan berdoa dan ngutuk dia jadi batu kaya malin kundang
"Ley dengerin kita ngomong!" Fina sedikit nge-gas kali ini , aldi masih diam cowok oneng itu masih mencoba mencerna hal didepanya, ada apa dengan gadis yang kemarin selalu menyebalkan dan merepotkan dirinya
"Apa untungnya gue dengerin lo ngomong, kalo lo sendiri gak pernah ngomong baik baik sama gue, paling kalo ngomong cuman karena marahin gue kan?" Fina mendelik tajam, tatapan yang biasa buat leyna
"Melotot aja terus sampai matanya keluar" selesai ngomong itu leyna masuk kekamar mandi dan membanting pintu dengan keras.Fina berdecih melangkah keluar menuju dapur
''Di, ayo duduk diruang tamu dulu" aldi mengangguk sopan , ya kan harus sopan kalo didepan ortu cewek siapa tau entar dijodohin . Aldi akhirnya ngikutin toni ke ruang tamu ala anjing ngikutin majikan
15 menit aldi hanya diam, gimana kagak suasana nya kagak mendukung buat bercanda . Leyna berjalan ditangga , tanganya berpegang pada sisi tangga karena kakinya sakit
"Pah leyna berangkat!" Ujar leyna sambil menarik aldi keluar tak peduli mamahnya yang menatapnya tajam , cewek itu jalan pincang
"Cih anak gak diajarin tata krama!" Cibir fina ke suaminya , toni memejamkan matanya mencoba meredam amarah
"Laki tapi gak berani ngelawan!" Cibir fina lagi , emang gitu kalo mulut ibu ibu suka nyinyir
"Fin...!" Toni mulai menegur istri-nya , goblok kan kalau ibu hina anak sama suaminya sendiri
__ADS_1
"APA?? BENTAK AJA AKU SEKALIAN!!" Dari luar leyna mendengar teriakkan ibu nya, sudah biasa baginya papah nya itu terlalu cinta ke mamahnya yang bahkan tidak pernah halus kepadanya
"Plakkk" tamparan itu adalah dari toni, sudah pasti fina akan ditampar jika membentak toni
Leyna mengintip lewat pintu, ayahnya sedang berlutut meminta maaf atas tamparannya kepada fina , leyna muak dengan semua, ayahnya terlalu mencintai ibu nya tanpa memikirkan dirinya yang selalu tersakiti
"Udah drama paginya" leyna masuk dan mengucap kata kata sindiran untuk 2 orang didepanya
"LEY!" Bentak fina emosi
"Ley cium tangan mamah dulu " ucap toni lembut, leyna tak peduli dia langsung saja keluar
"LEYNA!" Air mata leyna turun huhu dia nangis guys , kasian kan , leyna emang gak suka dibentak apalagi kalo sama papahnya
Leyna lari keluar hingga wajahnya menabrak dada aldi
"Ley..?" Panggil aldi sehati hati mungkin karena takut kalo cewek cewek nangis tambah sensitif
Leyna memeluk aldi erat menyalurkan semua rasa kecewa nya lewat tangisan , sudah kebiasaan leyna memang kalo nangis harus meluk orang, biasanya ada neneknya atau kedua sahabatnya nessa dan aurel
Aldi diam tubuhnya memengang , baru pertama kali ada wanita asing selain liona , adiknya dan bunda lisa yang memeluknya
Leyna semakin mempererat pelukanya , aldi balas memeluk leyna dan mengusap lembut punggung temannya, emm bisa dibilang hanya teman sekolah sih
''Eh maaf di , gue kebiasaan soalnya!'' Ujar leyna sambil tersenyum walau matanya masih meneteskan air
"Gak papa kok , lain kali lagi ya?" Ucap aldi tanpa dosa tak lupa senyuman khasnya yang menampilkan lesung pipi yang menambah kesan manis
"Dasar modus"leyna mulai kesel dan akhirnya ngegas
"Bodo " balas leyna sambil mencubit tangan aldi , dan aldi malahan ketawa gila
"Udah telat nih" leyna menunjukan jam di tangannya
"Ya berangkat lah" balas aldi naik kemotornya
''Kaki gua sakit, kenapa lo gak bawa mobil aja sih ''
"Oh ya kenapa lo ada niatan jemput gua padahal kita baru ketemu kemarin , atau jangan jangan lo mau culik gue terus mau ambil ginjal gue ya terus dijual biar lo kaya ?" aldi cekikikan bukanya marah karena kupingnya sakit , dia malah cekikikan karena ocehan leyna yang udah kaya emak emak yang suka gosip
"Maaf ya , tapi gua gak ada niatan buat culik lo dan ambil ginjal lo, anggep aja ini penebusan dosa gue karena kemarin gak langsung nganterin lo malah gua mampir kencing dulu di cafe deket jalan kemarin" jelas aldi leyna kaget banget, jadi aldi emang ada niat nganterin pulang tapi dia mampir buang air dulu di cafe sungguh cowok ajaib
"Nyadar kalo banyak dosa" ucap leyna, cewek itu naik kemotor sambil pegangan pundak aldi
....
"Di cepet gerbang nya udah mau ditutup tuh!" Ucap leyna sambil menepuk punggung aldi walaupun lebih keliatan mukul
"PAK AWASS!" Teriak aldi , satpam yang udah mau nutup pintu langsung minggir biar gak ketabrak
"Gak waras ya lo!" Maki leyna karena aldi tadi ngebut, gini gini leyna juga masih pengin hidup dan jadi salah satu dari kaum jones dunia
"Yeh gua masih waras kali , lo aja yang nggak bisa mikir!" Maki aldi balik , posisi aldi dan leyna sekarang udah turun dari motor
__ADS_1
"BOD...!!" Leyna mau teriak tapi kepotoong sama guru legendaris AgtaHS yang udah terkenal sampai luar sekolah ' Gesika Diona bryon ' si kepsek yang cantik dan berwatak singa, galak
"LEYNAAAA...." teriak bu sika nyaring , aldi hanya diam , udah biasa sama sikap gesika kalo kerumahnya pasti teriak, dianggep hutan kali rumahnya aldi
"E..eh ibu kresek!" Aldi kaget? Udah pasti, gimama bisa leyna manggil tantenya itu dengan sebutan kresek
"APA APA NGGAK KEDENGARAN ULANGI SEKALI LAGI!" Teriak bu sika sambil mendekatan telinganya ke leyna
"E..eh maap bu ?" Leyna minta maaf , karena tadi ngatain bu sika 'kresek'
"Kalian berdua ikut gua !" Ucap bu sika sambil narik leyna sama aldi
sekarang sampailah ketiga human itu di ruang BK ruang yang udah biasa buat leyna sama aldi , gimana gak biasa selama satu tahun ini si aldi udah beberapa kali pindah sekolah si leyna juga sering tidur dikelas dan akhirnya kena semprot sama bu sika dan diseret ke BK
"Bersihin ruangan ini , di sapu sampai bersih, jangan lupa dipel , semua meja sama pajangan jangan lupa dipel! " tegas bu sika sambil menatap kedua people didepanya
"Ber..." emang udah kutukan kali ya , sileyna kalo mau ngomong selalu dipotong orang
"Bersihinnya pake kanebo , ada di lemari kecil sipojok sana" bu sika menunjuk ke pojok ruangan
Aldi hanya pasrah , aldi berfikir masih mending bersihin ruang BK ini dari pada harus ikut pelajaran sejarah yang selalu bikin aldi tidur. Sementara leyna menerima dengan berat hati 1 ton
.....
Bel yang indah akhirnya terdengar, bel istirahat kesayangan semua murid, tapi ada yang aneh bunyi bel nya bukan ' tringgg' seperti sekolah umumnya melainkan ...
Melainkan..
Lagu....
Geser Terus
Melainkan lagu lingsir wengi. Kontan sebagian murid pada kaget kecuali tiga cowok sedang yang cekikikan di pojok kelas
''Ketauan mampus lo di derek sama bu kresek'' ujar salah satu cowok yang asik dengan komik ditanganya
"Kenapa sih kalian pada ngatain kepsek gesrek itu bu kresek ?" Tanya aldi kepada dua orang didepanya siapa lagi kalau bukan tio sama rian, ya 100 buat kalian yang nebak aldi sebagai dalang dibalik lagu lingsir wengi
"Jadi bu sika itu terkenal cantik , beberapa murid bilang kayak oplas dan ngatain plastik yang lama lama julukan plastik berubah jadi kresek " jelas rian aldi mengangguk mengerti
"Kantin kuy" ajak aldi
"Kuy" jawab tio dan rian kompak
....
Leyna celingukan , mencari taksi atau kendaraan umum lainya untuk dia pulang, dia menggerutu kenapa sih tadi pagi dia mau berangkat sama aldi , liat kan sekarang akibatnya dia gak bisa pulang , sopirnya lagi balik kampung dan dua sahabat laknatnya malah gak masuk dengan alesan 'sakit' leyna mah gak pernah percaya sama dua mahluk bernama aurel dan nessa yang ngeselin
"HEH BEGO!" Panggil seorang cowok, leyna ngelus dadanya ,
"Sabar ley sabar jangan marah, kebanyakan marah cepet mati " batin leyna
"Gak usah nge-gas bisa gak?!" Leyna sedikit membentak, kevin hanya cengegesan gak jelas
__ADS_1
"Yuk gua anterin pulang " ajak kevin leyna langsung saja naik sampe kevin kaget
"Gua jantungan woy" ujar kevin lalu melajukan motornya menuju rumah leyna