
Perusahaan FAI
Petinggi perusahaan itu yang mulai keluar dari ruangan rapat dengan raut wajah yang masih sangat kecewa ,
sedangkan di sisi lain....
" Zheming , kamu yang sabar ya , mereka cuman butuh waktu saja untuk bisa nerima kamu disini ?" ucap pak Shen yang menepuk² bahu zheming dengan rasa yang menenangkan
Ya.....pak shen sendiri adalah paman dari zheming atau adik dari ibunda zheming sendiri , selama ini berkat dukungannya lah perusahaan itu masih bisa berjalan baik sampai sekarang ,
" Iya paman , makasih ya ?" saut zheming dengan senyuman tipisnya pada sang paman
Apa mau dikata , takdir sekarang sudah ada di depan matanya , mau tidak mau dia harus menjalaninya dengan baik...
dengan tarikan nafasnya ,zheming yang keluar dari ruangan rapat itu dan duduk di ruangannya dengan perlahan² membuka lembaran demi lembaran kertas yang sudah menunggu tanda tangannya
.
.
□ Di ruangan lain
" Ehhh...sha , kamu tebak aku tadi habis liat siapa di luar" ucap xixi yang masuk ke dalam ruangan itu dengan hebohnya
" Emangnya liat apa ? tanya shasha dengan santai
" Tadi aku liat CEO kita , kamu tau gak jarak aku sama dia tuh deeeekeeett banget , ternyata dia tuh bener² ganteng maksimal sha..." ucap xixi yang tambah heboh dibuatnya
" Ehh...xi , walaupun jarak kamu sama pak bos sedeket apapun , kamu sama dia itu lain dunia....sadar woy " sambung rekannya yang lain dengan sindiran kerasnya
" Enak aja kalo ngomong , bilang aja kalo kamu tuh sirik...iya kann...!!! sambung xixi dengan senyuman miringnya
" Kalian berdua tuh bisa diem gak , ini kantor bukan tempat gosip , sana kamu balik ke kursi kamu !" tegas shasha yang mererai pertikaian diantara mereka berdua sebari melanjutkan pekerjaannya
Dengan raut wajah yang merasa aneh , xixi pun kembali ke mejanya
__ADS_1
" Tuh anak kenapa sih , kesambet kali ya ? " gumam xixi yang mengerlingkan matanya pada rekannya yang lain
.
.
.
□ Jam pulang kantor
jam sudah menunjuk pukul 16:30 , para karyawan pun sudah mulai meninggalkan ruangan mereka
" Sha...ayo ?" ajak xixi yang menghampiri mejanya
" Kamu duluan aja , aku masih ada sedikit kerjaan " saut shasha yang mempercepat lagi pekerjaannya
" Ya udah deh...aku pulang duluan ya , bye...bye !! pamit xixi yang melambaikan tangan padanya sebari meninggalkan ruangan tsb
.
.
Shasha pun keluar dari ruangannya itu , lalu menuju ruang lift yang tak jauh di depannya , namun tiba² langkah kakinya itu yang terhenti.....
" Dia...? gumam shasha yang sedikit ragu untuk menghampirinya
Namun ketika shasha yang hendak berbalik arah tiba² ....
" Sha....panggil laki² itu
Shasha pun yang berbalik dengan senyuman paksanya dan menyapanya , laki² itu yang kini mulai berjalan ke arahnya dengan tatapan yang tak lepas dari manik mata gadis itu ...
laki² itu tak lain adalah zheming
" Sha...kamu kemana aja , aku sudah nunggu kamu dari tadi disini " ucap zheming dengan senyuman manisnya
__ADS_1
sontak saja ucapan zheming barusan membuat shasha sangat terkejut , kini pertanyaan demi pertanyaan pun sudah banyak di kepala shasha...
shasha yang masih belum sadar kalau saat ini zheming sedang berusaha mengejarnya..
bahkan sekarang perhatian khusus pun sudah mulai shasha dapatkan darinya...
.
.
□ Di dalam mobil
" Kamu , tau kalau aku kerja disini ?" ucap shasha yang sedikit ragu menanyakannya
" Iya ...!! spontan zheming menjawab dengan nada santainya
shasha yang langsung tertegun , entah apa arti dari kata iya tsb , seolah² zheming yang dari awal sudah tau kalau dia akan bekerja di perusahaan itu...
" Sha...shasha !! panggil zheming pelan--
" Ehmmm...iya ? sautnya yang langsung tersadar dari lamunannya itu
" Kamu kok malah bengong , oya...kamu sudah makan belum , gimana kalau kita...." ucapan zheming pun yang tiba² langsung dipotong oleh shasha...
mengingat, sampai sekarang pun shasha yang masih merasa ini semua seperti tidak nyata untuknya , melihat zheming yang kemarin dan zheming yang sekarang itu seperti dua orang yang berbeda , bagaimana tidak zheming yang sekarang adalah CEO muda yang selalu menjadi topik hangat pembicaraan di kantornya , sedangkan zheming yang sebelumnya merupakan seseorang yang hanya dari kalangan biasa
" Alangkah baiknya kalau kamu itu bukan CEO itu , mungkin jarak kita pun tak akan sejauh ini !" gumam shasha dalam hati yang sekilas melirik zheming dengan perasaan putus asa..
Shasha kali ini yang sudah tidak punya harapan lagi bisa berteman dengannya , mengingat zheming dan dirinya bagaikan langit dan bumi yang tak akan pernah bisa bersatu selamanya...
.
.
. Hai temen² , ini novelku yang biasa dan dari penulis ****yang**** biasa² juga , harapannya semoga kalian bisa terhibur semua.....trimakasih
__ADS_1
.