
setelah semua murid memperkenalkan diri,guru pamit meninggalkan kelas untuk rapat,mereka dihimbau untuk tidak rame.
namun mereka tidak mengindahkan perkataan guru tersebut, karena setelah guru agak jauh mereka kembali ke kesibukan masing-masing yaitu mengobrol dengan teman-temannya.
niatnya setelah guru itu pergi Freya dkk ingin meneruskan obrolan mereka kembali namun Fresa malah terjebak di bangkunya karena dia dulu duduk paling pojok yang dihimpit oleh tembok dan teman sebangkunya yaitu Darren, ia tidak bisa keluar dari bangkunya saat dia meminta Darren untuk memajukan bangkunya sedikit untuk ia lewat malah tidak ada jawaban, ternyata si empunya sedang enak-enakan tidur. karena malas membangunkannya ia malah ikut tertidur di bangkunya sendiri.
Freya, Felixa,dan Felixia sedang mengobrol dibangku Felixa karena teman sebangku Felixa yaitu Devan, karena Devan bangkit menuju bangku Darrel dan disusul oleh Daven yang datang ke bangku Darrel dengan menarik kursinya ke tempat Darrel untuk mabar.
karena asyik dan tenggelam dengan obrolan mereka mereka sampai tidak menyadari bahwa salah satu dari mereka sedang terlelap dalam mimpinya sendiri yaitu Darren dan Fresa. akhirnya bel jam istirahat pun berbunyi mereka para murid segera menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka dan saat itu juga baru menyadari kalau dari tadi tidak ada Fresa, begitu juga dengan Darrel yang baru menyadari bahwa tidak ada kehadiran Darren di antara mereka.
__ADS_1
setelah Darrel sadar, mereka segera menghampiri bangku Darren yang sedang terlelap dalam mimpinya, sebenarnya Freya juga ingin menghampiri Fresa namun kalah cepat dengan Darrel yang sudah ada di bangku itu jadi ia lebih memilih menunggu agar mereka pergi dulu baru menghampiri kembarannya.
"Ren bangun" kata Darrel sambil menggoncang-goncangkan bahu kembarnya, namun tidak ada jawaban dari empunya iya sudah berkali-kali mencoba membangunkannya namun tidak berhasil untuk membangunkan Darren. akhirnya Darrel menarik tangan Darren yang dipakai Darren sebagai tumpuan untuk ia tidur, akhirnya Daren pun terbangun lalu iya langsung melihat sekelilingnya yang sudah dikerubungi oleh eh eh kembaran dan juga para sahabatnya.
"kebo banget sih lu kalau tidur" kata Daven
"loh kalian nungguin gue?" tanya Darren yang masih dengan mode bangun tidurnya, dan tanpa rasa bersalah ia menanyakan hal itu.
"dasar gak tau diri,ya iyalah bege"kata Darrel, ya sudah kesal dengan kembarannya itu.
__ADS_1
"oh, ya udah hayuk" singkat Darren dan bangkit dari bangkunya lalu ia meregangkan tubuhnya. setelah marga enggan tubuhnya Daren malah berjalan duluan mendahului orang-orang yang menunggunya tadi.
"nggak tahu diri emang" kesal Darrel dan segera menyusul kembarannya itu, setelah tersusul Darren dkk segera meninggalkan kelas menuju ke kantin.
saat berjalan menuju kantin mereka melewati beberapa koridor kelas 10, di koridor itu banyak sekali siswa yang sedang berbincang-bincang atau hanya sekedar duduk saja,Daven dkk berjalan dengan santai dan cool, mereka bagaikan dewa yang baru saja turun dari kayangan, semua mata tertuju kepada mereka terutama kaum hawa yang terpesona akan ketampanan mereka.
hal itu sudah sering terjadi dan mereka hanya menanggapinya dengan biasa saja karena mereka sudah terbiasa dengan hal itu.
setelah sampai di kantin ternyata keadaan kantin sangat ramai mereka mendapatkan tempat duduk paling pojok.
__ADS_1