My Cute Little Husband

My Cute Little Husband
"Dad apakah Daddy tak ingin menikah lagi ?"


__ADS_3

Rumah makan Padang


Disebuah rumah makan Padang nampak sedikit padat dipenuhi para karyawan yang sedang menghabiskan makan siang , begitu juga dengan seorang pria yang kini hendak keluar dari mobilnya .


Dia adalah Rendra Kusuma ayah dari Dirga Kusuma sekaligus CEO Kusuma group , Siang ini dia memilih makan siang di sebuah masakan Padang tanpa ada pengawalan , bahkan dia mengemudikan kuda besinya sendiri .


Dengan langkah tegap Rendra berjalan menuju kedalam dengan melewati beberapa mobil yang tengah terparkir rapi .


Brakkkkk .


Pintu mobil yang terbuka secara tiba-tiba menghantam tepat di keningnya , Rendra pun nampak mengelus kepalanya yang sedikit pusing .


Namun rasa pusing itu seketika hilang ketika melihat sang pelaku turun dari mobil dan menghampirinya .


"Apakah anda baik baik saja " Tanya seseorang wanita kepada Rendra .


"Bu Sarah ?" Tanya Rendra memastikan , Sarah nampak mengerutkan keningnya mencoba mengingat seseorang yang ada didepannya .


"Pak Rendra ?" Ucap Sarah mengingat siapa pria didepannya itu.


"Apakabar Bu sarah , senang bertemu dengan anda " Ucap Rendra dengan senyum mengulurkan tangannya .


"Baik pak , Senang juga bisa bertemu dengan anda " Ucap Sarah membalas uluran tangan Rendra dan berjabat tangan .


"Mau makan siang juga ?" Tanya Rendra .


"Iya pak , apa bapak juga akan makan siang ?" Tanya Sarah .


"Kebetulan sekali mari Bu , Bagaimana kalau kita makan bersama ?" Ucap Rendra menawarkan .


"tentu saja mari pak " jawab Sarah menerima tawaran dari Rendra untuk makan siang bersama , walaupun cuman di rumah makan Padang sih 😁.


🍂🍂🍂🍂


Universitas intan jaya


Di sebuah UKS .


"Stev kok mereka kagak bangun bangun yaa? " Tanya Nindi ketika kembali ke UKS setelah mengantar Tasya ke parkiran .


"Iya juga yaa " Jawab Steven dengan bingung pasalnya sudah hampir satu jam , dua anak manusia itu tak sadarkan diri .

__ADS_1


"Apa jangan-jangan mereka mati yaa ?" Ucap Nindi dengan bergidik ngeri .


"Idih masak kepanasan gitu doang bisa mati sih , lagian kata Dokter kampus mereka cuman dehidrasi aja kan " Ucap Steven mencoba positif thinking , sebenarnya dia juga takut jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan kepada mereka.


Apalagi dua manusia itu adalah aset dari dua perusahaan besar , jika terjadi apa apa bisa panjang urusannya.


"Stev lakuin sesuatu gih , gue takut jika terjadi apa apa , apalagi gue baru cari tau siapa tuh musuh Sean , dia Dirga Kusuma pewaris tunggal Kusuma group , bisa Keos kita jika bokap nya tau " Ucap Nindi sedikit panik entahlah dia sendiri tak tau kenapa dia menjadi panikan seperti ini .


"Bentar bentar , kok kaya ada yang aneh yaa " Ucap Steven dengan menatap intens Kedua Pria itu secara bergantian .


Penasaran dengan apa yang Stev lakukan , Nindi juga ikut menatap Sean dan Dirga dengan tatapan menyelidik .


"Lah ini mah tidur Nin " ucap Steven dengan kesal setelah mengetahui jika dua juniornya itu terdidur bukan tak sadarkan diri .


"Kurang ajar!!!!!" Teriak Nindi dengan keras .


Nindi berjalan mendekat menuju ranjang dimana dua manusia itu sedang tidur , dengan sangat kasar dia menutup lubang hidung kedua nya dengan erat .


"Huhhhhhhhh" Sebuah lenguhan terdengar dari mulut Sean dan Dirga , rupanya mereka kehabisan udara untuk bernafas .


"Bangun kalian !!!" Teriak Nindi setelah keduanya membuka matanya .


"Gila gak bisa nafas gue " Ucap Dirga ngos-ngosan seperti habis bertarung dengan janda .


"Ihhh enggak yaa wangi kok tangan gue " Ucap Nindi setelah memastikan bahwa tangannya tidak seperti yang Sean katakan .


"Dih gak ngaku lagi " Ucap Sean dengan kesal .


"Ihhh hidung Lo tuh Deket sama toilet " Ucap Nindi dengan ketus berhasil membuat yang lain membulat kak matanya .


Disebuah rumah sakit


"Dad apakah Momy baik baik saja ?" Tanya seorang gadis remaja kepada sang Daddy yang tengah duduk dengan santai ditemani dengan laptop.


"Tenang saja Vhee , Mommy baik baik saja dia hanya butuh sedikit istirahat " Ucap Pria itu menenangkan sang putri .


"Aku akan membalas semua perbuatan mereka dad" Ucap Vhee kepada sang Dady .


"No , itu akan Sia sia grils , Mereka itu sangat kuat dan berkuasa , melawan mereka sama saja seperti kita menyerahkan diri di hadapan singa yang kelaparan " Ucap sang Daddy .


Vhee pun segera bangkit dari duduknya berjalan keluar dari kamar VVip itu .

__ADS_1


Mood nya beberapa hari ini sangatlah hancur , sang momy yang belum sadar dari koma , ditambah dengan sikap sang Daddy yang nampak santai , sebenarnya dia tau dengan kelakuan sang Daddy yang beberapa kali ketangkap basah berkencan dengan beberapa wanita , namun sang momy hanya membiarkan saja dan pura pura tak tau , bagi sang momy yang penting jatah bulanan lancar , urusan dia mau ngapain terserah saja .


🍂🍂🍂🍂


Gedung Kusuma group .


Di lantai tertinggi gedung ini tepatnya Rungan khusus CEO , terlihat seorang pria sedang senyum senyum sendiri , entahlah setelah makan siang moodnya seperti di surga .


tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu yang berhasil membuat fokus Rendra buyar , tak begitu lama terlihat pintu di buka tanpa menunggu izin dari Rendra , terlihat pria tampan masuk kedalam ruangan dengan keadaan sangat kacau .


"You ok boy ?' Tanya Rendra kepada putra semata wayangnya .


"Aku baik baik saja Dad " Jawab Dirga dengan menjatuhkan tubuhnya di sofa .


Rendra pun beranjak dari kursi kebesarannya beralih ke sofa yang berada tepat di depan Dirga , dia melihat beberapa luka lebam di wajah Dirga .


"Apa kamu baru saja berkelahi ?" Tanya Rendra membuat Dirga membuka mata .


"Enggak emang kenapa Dad " Ucap Dirga mencoba mengelak, dia takut jika Dady nya tau dia terlihat pertengkaran dengan pewaris Adijaya .


Rendra beranjak dari duduknya menuju kamar yang disediakan khusus untuknya , tak beberapa lama dia kembali lagi dengan membawa kotak putih ditangannya .


"Sini Dady obatin luka kamu " Ucap Rendra mengeluarkan obat obatan dari dalam kotak .


Awalnya Dirga kaget namun akhirnya dia Menurut daripada Daddy nya menginterogasinya lebih lanjut .


Di saat Rendra mengobati luka nya , Dirga tersentuh dengan perlakuan sang Daddy kepadanya , sejak Rendra kecil sang Daddy lah yang membesarkan nya seorang diri , bahkan setiap ada tugas kantor yang mengharuskan Rendra keluar kota , dia tak segan membawa Dirga kemana pun bahkan saat meeting sekalipun .


"Dad apakah Daddy tak ingin menikah lagi ?" Tanya Dirga secara tiba-tiba membuat Rendra menghentikan aktivitasnya .


"Why ?,apakah ada yang menggangu hatimu ?" Tanya Rendra sedikit terkejut dengan kalimat yang sakral dari mulut putra nya.


"No " Jawab Dirga dengan singkat .


"Apakah kamu butuh kasih sayang seorang ibu nak ?"Tanya Rendra dengan sedih .


"No , aku sangat bahagia hidup dengan Daddy , tapi Dirga juga ingin melihat Daddy bahagia dengan wanita yang Daddy cintai " Ucap dirga .


"Kamu adalah kebahagiaan terbesa Daddy nak " ucap Rendra dengan memeluk sang putra dengan haru , bahkan air mata seolah-olah tau dengan perasaan sang tuanya .

__ADS_1


Next


jangan lupa like coment and faforit 😁🙏


__ADS_2