
Kantor Nats beauty and skincare (NBS)
Nats beauty and skincare , Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang klinik dan juga kecantikan , selama tiga tahun ini NBS telah berkembang dan berhasil meluncurkan beberapa produk seperti Skincare , bodycare dan kosmetik .
Untuk pemasaran NBS menggandeng ribuan Agen dan member resmi yang tersebar di seluruh negara ini Bahkan sudah merambah mancanegara .
Tak cukup dengan itu , NBS semakin memanjakan wajah dan tubuh para customer, dengan mendirikan Klinik yang dilengkapi dengan alat alat canggih seperti Laser , Meso, Skin rejuvenation, V shape , microdermabrasi , beauty transformation dan lainnya yang langsung ditangani oleh dokter ahli.
Dan kali ini NBS akan mengeluarkan inovasi lagi ,dengan meluncurkan satu paket pembersih wajah khusus pria , dan tak main-main perusahaan mereka telah menggandeng sang super model Steven king Ghipson untuk menjadi brand ambassador nya .
Tepat jam 11.00 terlihat mobil Lamborghini dengan beberapa mobil Jeep Mercedes Benz berjejer di belakangnya , para security segera membukakan pintu mobil Bos mereka dengan membukukan punggung sebagai tanda hormat .
Tasya dan Steven pun segera turun dari mobil berjalan masuk kedalam dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada dua security itu .
"Gila mewah banget Sya " Ucap Steven mengagumi interior Kantor Tasya yang didominasi warna gold , white and black , dengan banyak lampu kristal tergantung dimana mana .
"Welcome to me office Stev " Ucap Tasya dengan tersenyum ramah dihiraukan oleh Steven yang tengah mengagumi interior bergaya Eropa calsic itu .
"Pratama group mah kalah sama ini Sya , gila gila hebat banget Lo " Ucap Steven dengan mengikuti langkah Tasya menuju lift .
"Berbisnis sejak dini Stev "
"Dih terus Pratama group mau Lo kemana in , kalok Lo fokus sama ni bisnis " Tanya Steven kembali mengikuti langkah Tasya keluar dari lift menuju ruangannya .
"Entahlah kamu tau sendiri kan Moto hidup ku " Jawab Tasya.
Setelah beberapa langkah mereka sampai di ruangan Tasya yang berbanding terbalik dengan gaya glamor dari kantor ini , Ruangan Tasya di desain out door ala taman dilengkapi dengan air terjun buatan yang dibawahnya ada kolam koi .
"What , ini kantor atau taman sih , sumpah indah banget Sya betah gue disini terus berasa di Bali gue " Ucap Steven dengan terkagum kagum .
"Hahaha sejuk banget kan ?" Ucap Tasya mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya .
"Ini berapa lantai sih Sya ?" Tanya Stev ikut duduk di kursi depan Tasya .
"Empat lantai , Paling bawah buat kantin dan gudang kotor , lantai dua untuk para admin , lantai tiga kusus bagian promosi dan periklanan , dan empat untuk para petinggi " Ucap Tasya menjelaskan .
Dan setelah berbincang bincang , Tasya menyerahkan sebuah map yang berisi surat kontrak kerja selama dua tahun kedepan , dengan nominal 100 miliyar , itu semua sudah termasuk izin cetak seperti Baner dan majalah , izin Tayang seperti iklan di Televisi and sosial media.
__ADS_1
Steven nampak sedikit mengubah kotrak itu dengan minta tambahan 20 miliyar dengan imbalan promosi Di sosial media Instragram nya yang memiliki pengikut lebih dari 50 juta followers , selama dua tahun .
Tasya tampak menimbang nimbang tawaran Steven , setelah beberapa pertimbangan dia pun menyetujui dan tandang tangan di surat yang sudah direvisi itu bergantian dengan Steven .
Setelah semuanya selesai Tasya menyibukkan diri didepan laptopnya , Sedangkan Stev sudah memulai pengambilan gambar untuk persiapan peluncuran produk terbaru .
Setelah beberapa jam Steven telah selesai dengan pemotretan nya , dia menuju ruangan Tasya mengajak nya untuk pulang .
Tok tok tok
Stev mengetok pintu terlebih dahulu sebelum masuk .
"Masuk " .
Stev pun masuk dan menjatuhkan tubuhnya ke sebuah sofa yang berada tepat di depan Aur terjun buatan .
"Gila capek banget gua , huffff " Ucap Stev .
"Udah selesai kah ?" Tanya Tasya dengan mata fokus ke laptop di depannya, membuat Steven mendengus kesal dengan kebiasaan sahabatnya itu .
"Udah barusan , pulang yuk Sya udah sore ini " Ajak Steven merengek seperti anak kecil minta lollipop
"Hadeuh alamat jamuran gue disini " ucap Stev dengan ketus .
"Iya iya Nih udah selesai " Ucap Tasya menutup laptop dan membawanya di dekapan.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju lift dan keluar bersama menuju mobil yang telah disiapkan .
Di perjalanan Stev nampak fokus dengan kemudiannya , sedangkan Tasya dia memilih fokus kedepan untuk sekedar memandang jalanan .
Namun fokus mereka terganggu ketika dering handphone berbunyi dengan keras.
"Siapa yang telpon ?" Tanya Stev menoleh sedikit dan kembali fokus kedepan .
"Tante Sarah WhatsApp " Ucap Tasya sembari membaca pesan dan membalasnya .
"Kenapa dengan Mamah ?" Tanya Steven penasaran .
__ADS_1
"Kita langsung ke mall , Tante Sarah dan Nindi berada disana sekalian makan siang yang ter tunda " ucap Tasya yang membuat Stev menghela nafas dengan nasib untuk beberapa jam kedepan .
Stev pun segera memacu sang banteng besi dengan kencang setelah patwal membukakan jalan untuknya , dan tak butuh waktu lama mereka telah sampai di salah satu mall terbesar di kota ini , dan lagi lagi terdapat logo Pratama group disana dan berdampingan dengan Kusuma group disebelahnya .
Mereka berdua keluar dari mobil dengan pengawalan super ketat, ketika banyak paparazi telah siap membidik mereka dengan lensa kamera .
Dan benar saja setelah beberapa menit , satu berita telah muncul di Media sosial dengan judul
Super model sekaligus pewaris takhta Ghipson berkencan dengan selebgram dan putri mahkota Pratama
Berita itu pun langsung menjadi trending topik , dan membawa kabar baik bagi Ghipson group dengan naik pesatnya saham perusahaan mereka .
Hal itu tak luput dari perhatian Sarah alana Ghipson , dia nampak tercengang dengan kenaikan sahamnya , namun dia langsung tertawa melihat trending topik saat ini , dia tak habis pikir dengan power yang dimiliki putri dari keluarga Pratama itu .
Tak beberapa lama Tasya dan Steven datang beriringan dengan didampingi pengawal yang berjaga dari jauh , Karena para paparazi itu hanya boleh masuk di depan saja tanpa berniat masuk kedalam , bagaimana pun Tasya dan Stev butuh privasi .
"Udah lama Tan ,Nin? " Ucap Tasya dengan menautkan kedua pipinya kepada ibu sahabatnya itu dan bergantian dengan sang sahabat .
"Yuk makan yuk udah laper nih " Ucap Nindi dengan mengelus perutnya dengan tangan .
"Idih makan mulu Lo , diet woy diet " Ucap Steven dengan ketus membuat Nindi menatapnya dengan tajam .
"Udah udah jangan berantem terus , entar jodoh Lo " Ucap Sarah dengan dengan senyum penuh arti .
"Ogah banget , Tante belum tau aja gimana okeh anak Tante ini , hadeuh amit amit lah bisa mati tua nanti " Ucap Nindi dengan mengibaskan ngibaskan rambut ke wajah Stev .
"Mati muda dudul , lagian jodoh kan kagak ada yang tau Nin " Ucap Stev dengan ketus berubah lembut di akhir kata membuat pipi Nindi merah merona .
Karena tak ingin terlihat oleh Stev , dia pun segera membalikkan badan dengan cepat menghindar, hingga tanpa dia sadari ada dua orang berjalan di belakang .
Brukkk
"Woy buta malam Lo " Ucap seseorang wanita itu , membuat Nindi melotot dan menatap tajam ketiak melihat laki laki disampingnya .
"Apa Lo kata " Ucap Nindi dengan tangan meraih rambut wanita itu .
"Berani sekali Lo pelakor , nih rasakan , Bahkan pria tua Lo itu Tak akan mampu membela Lo " Teriak Nindi dengan menjambak rambut wanita itu dan menyeretnya tanpa ampun membuat sang wanita bertubuh seksi itu menangis dan menjerit kesakitan .
__ADS_1
next jangan lupa like coment and faforit 😁🙏
agak telat up author lagi kena sedikit masalah , tapi it's ok tetap bisa up kok