
Disebuah supermarket yang sepertinya tengah ramai pembeli terlihat dua orang gadis tengah sibuk memilih cemilan yang akan dibeli
Mulai dari yang kecil hingga yang besar bahkan beberapa dus coktal telah dimasukan kedalam troli belanjaan mereka
Karena merasa saru kereta saja sepertinya tidak cukup maka masing masing mereka membawa satu, troli lainnya berisi bahan makanan untuk beberapa hari kedepan
"Juwi tolong ambilin yang atas sana dong" pinta Sana, Tzuyu mengambilkan beberapa kaleng kue yang dupinta Sana tadi
"Apalagi yah" Tzuyu nampak berfikir sembari melihat rak rak berisi makanan itu
"Tzu"
"Sana"
Keduanya langsung menoleh mendapat Taehyung dan Jungkook yang berjalan kearah mereka sembari mendorong troli berisi beberapa bahan makanan
"Kalian disini juga?" Tanya Sana basa basi, keduanye mengangguk
"Kalian beli sebanyak itu?" Tanya Jungkook yang cukup kaget melihat isi troli keduanya
Keduanya saling menatap lalu mengangguk pasti, "hooh, buat persediaan beberapa hari kedepan, kalo cemilan sengaja dilebihin soalnya Momo kan kalo ngemil suka gak kira kira" jawab Sana
Kok berasa ada yang ngomongin yah - Momo
Kedua pria itu hanya mengangguk anggukan kepalanya, "kalian?" Tanya Tzuyu
"Iya kami juga belanja untuk beberapa minggu sih tadi disuruh Jin" jawab Jungkook
"Kayaknya udah semua deh Wi, pulang yuk" ajak Sana, "oke" jawab Tzuyu
"Kayaknya kita juga deh udah selesai" ucap Taehyung, keempatnya pun menuju meja kasir untuk membayar belanjaan
"Kayaknya berat, mau gue bantuin?" Tawar Jungkook, "eh gak usah" tolak Tzuyu
"Kalian mau sekalian pulang bareng kita gak? Biar kita anterin" tawar Taehyung
"Gak usah Tae, noh Jun udah kesini" ucap Sana yang menunjuk Jun yang berjalan kearah mereka bersama Guanlin
"Lin, tolong yah" ucap Tzuyu, "siap baby" ucap Guanlin, "kita duluan yah" ucap Sana saat mobil mereka sudah berjalan meninggalkan kedua pria itu yang mematung
***
__ADS_1
Gadis berkulit putih yang khas dengan julukan tahu itu kini tengah membuka beberapa buku diperpustakaan, entah apa yang merasuki tahu yang satu itu tiba tiba saja hari ini dia mau menghabiskan waktunya diperpustakaan kampus yang biasanya tempat itu tempat paling keramat baginya
Atau karena sang gebetan atau siapapun itu senang berada di perpustakaan makanya dia diperpustakaan hari ini
"Hai" sapa seseorang yang suaranya sangat tidak asing baginya, fokusnya pun teralihkan oleh orang itu
"Oh Jin, tumben kesini?" Tanyanya yang masih asik membolak balikan buku yang dia baca, "oh tadi gak sengaja lewat dan liat lo disini jadi gue kesini" jawab Baejin
"Oh iya lo tumben disini? ini kan tempat keramat bagi lo" tanya Baejin, "gak apa apa sih, cuma pengen aja sekali kali mampir kesini biar kelihatan mahasiswa" jawab Dahyun
"Hey, ini buku yang kamu cari" ucap seseorang sambil memberikan sebuah buku ke Dahyun
"Wahh thanks Non" ucap Dahyun, "oh iya Non kenalin ini teman gue Baejin" ucap Dahyun, mendengar kata teman dari kata Dahyun membuat Baejin tersenyum miris
"Halo, saya Vernon Choi Vernon" Vernon mengulurkan tangannya, "Baejinyoung" jawab Baejin sambil menjabat tangan Vernon
"Vernon ini kebetulan dia wakil ketua BEM" ucap Dahyun, Baejin meneguk ludahnya mengetahui saingannya orang yang cukup berpengaruh dikampus mereka
"Non temenin gue ke mall yuk, gue mau beli parfum dan beberapa sepatu" ajak Dahyun
"Boleh deh, yaudah yuk sekarang aja aku temenin" ucap Vernon, "kita duluan yah Baejin" permisi Vernon sambil mengandeng tangan Dahyun
***
Jihyo sedang berada di ruang musik, dia sengaja berada di ruang tersebut untuk berlatih bernyanyi untuk lomba nanti
Dia melihat piano yang sudah cukup berumur dan berdebu diruangan itu, Jihyo mengambil kemoceng serta kain lap lalu membersihkan piano tersebut
Setelah bersih dia pun membuka penutup tuts piano dan membersihkannya sedikit
Dia mulai menekan beberapa tuts dan terdengarlah bunyi dari piano tersebut, "ternyata masih bisa dipake" ucap Jihyo
Jihyo mengambil ponselnya lalu mencari kunci piano, dia mencari kunci piano dengan lagu yang tidak asing ditelinganya, ketika sudah ditemukannya segeralah dia mulai menekan tuts piano sesuai instruksi diponselnya
Tapi dia tidak cukup handal untuk memainkan piano tersebut, "kok susah sih" gerutu Jihyo
"Masih gak bisa main piano?" Tanya seseorang dari depan pintu ruang musik
"Ohh Yoongi, iya Gi masih susah" jawab Jihyo, "sini gue ajarin" Yoongi duduk disamping Jihyo
"Gini nih caranya" Yoongi berusaha mengajari Jihyo sebisa mungkin
__ADS_1
"Kok masih gak bisa sih" kesal Jihyo, "sini sini" Yoongi beralih duduk dibelakang Jihyo
Tangannya memegang tangan Jihyo mengajari Jihyo untuk supaya bisa lebih lancar memainkan piano, "lemesin tangannya" suruh Yoongi
Jihyo pun menurut, Jihyo melemaskan tangannya supaya Yoongi bisa leluasa mengajarinya
Jihyo tersenyum senang saat melihat tangannya dengan begitu lancar menekan tuts tuts piano itu, nada yang dikeluarkan juga sangat indah membuat Jihyo menikmati alunan nada tersebut
"Nah udah ngertikan sekarang?" Tanya Yoongi, "lumayan sih, ntar kalo gue masih pengen belajar trus minta diajarin lo boleh kan?" Tanya Jihyo antusias, Yoongi mengangguk membuat gadis itu tersenyum senang
"Hyo..." panggil seseorang, "eh Niel masuk sini" ajak Jihyo, "eh ada lo juga Gi" ucap orang yang dipanggil Niel itu
"Jadi kita mulai sekarang nih Hyo?" Tanya Niel atau lebih lengkapnya Kang Daniel "hooh" jawab Jihyo
"Eumm dari pada gue ganggu, mending gue duluan Hyo Niel" ucap Yoongi, "oh yaudah, thanks buat yang tadi" ucap Jihyo sementara Yoongi hanya tersenyum miris
****
"Masih latihan?" Tanya Namjoon yang tiba tiba datang ke tempat yang menjadi tempat Jeongyeon melatih anak anal Taekwondo
"Eoh lu iya nih masih latihan, gara gara libur terlalu lama mereka jadi banyak yang lupa sama beberapa gerakan" ucap Jeongyeon
Namjoon hanya mengangguk, "lo- sendirian?" Tanya Namjoon, Jeongyeon menggeleng
"Gue sama kak Junmyeon kok" ucap Jeongyeon bersamaan dengan keluarnya Suho, "eits udah gue bilang Suho gak usah Junmyeon" ucap Suho sambil mengacak rambut Jeongyeon membuat sang empu mengerucutkan bibirnya
"Dih pake ngacak ngacak rambut gue lagi, dikir gak susah apa rapihin, lama lama gue gunting juga nuh rambut" ucap Jeongyeon
"JANGAN" ucap keduanya bersamaan, Jeongyeon melihat bingung keduanya secara bergantian, "emang kenapa sih jangan digunting? Panas tau mana susah lagi diaturnya" gerutu Jeongyeon
"Gak apa apa sih cuma lebih lebih lebih cantik kayak gini" ucap Suho yang diangguki Namjoon, "hilih gembel lu berdua, lanjut latihan" ucap Jeongyeon tegas
"Oh yah Jeong selesai ini makan bareng gue yuk" ajak Namjoon, "sorry nih Joon bukannya mau nolak tapi gue udah janji mau makan bareng di rumah kak Suho setelah ini, sorry yah" ucap Jeongyeon
"Kapan kapan aja yah, gak apa apa kan?" Sambungnya lagi, "oh iya gak apa apa, kalo gitu gue permisi dulu, maaf udah ganggu" ucap Namjoon
"Ah kayak sama siapa aja ganggu, iya hati hati dijalan" ucap Jeongyeon sambil kembali beralih ke Suho yang kini menyeka keringat Jeongyeon membuat seseorang terbakar
***
Tbc
__ADS_1