
sesampainya mereka dikediaman orang tua Mawardi..
mereka disambut dengan ramah oleh orang tua mawardi.....
mari silahkan masuk,,, setelah berjabat tangan dengan beberapa orang yang ada di situ lalu kami pun duduk dilantai yang beralaskan tikar ....
terdengar suara orang tua Mawardi yang menyuruh pada seseorang yang ada di situ untuk memanggil Mawardi....
dar !!! tolong panggilkan Mawardi kemari ni dara dan keluarga nya sudah sampai di sini.....
perempuan tersebut pun berlalu pergi untuk memanggil Mawardi........
akhirnya Mawardi pun datang dan langsung masuk ke dalam rumah sambil menjabat tangan semua orang yang ada di sana.....
setelah itu Mawardi menceritakan tentang keadaannya tersebut.....
kejadian nya itu terjadi hampir tengah malam.......
tiba-tiba aku merasakan ada yang aneh dengan diri ku.....
seolah-olah seperti ada yang mengikuti....
dan kerap kali seperti ada yang berbisik-bisik di telinga .....
karena aku merasa ketakutan dengan hal yang aneh itu ,,
aku langsung berkemas dan bergegas untuk meninggal kan
tempat tersebut dan hendak pulang ke rumah....
tanpa berfikir panjang aku pun langsung melangkah keluar dari tempat tersebut tanpa meninggalkan pesan apa pun pada atasan tempat aku kerja.....
ketika dalam perjalanan pulang keadaan aku pun semakin tidak stabil sehingga dengan terpaksa aku pun menghentikan perjalanan ku dan mampir di sebuah pondok pesantren.....
aku berniat berhenti di situ karena kebetulan Andi ada di pondok pesantren tersebut ....
setelah sampai di situ keadaan aku pun tambah para dan aku tidak mengingat apa yang terjadi selanjutnya......
setelah sampai di situ,,adik nya yang bernama Andi pun langsung menemuinya setelah melihat keadaan Mawardi...
dan langsung menghubungi orang tuanya....
setelah orang tuanya menerima berita tentang yang terjadi dengan Mawardi....
mereka pun langsung bergegas pergi untuk menjemput Mawardi untuk dibawa pulang ke rumah...
setelah kami sampai di sana Mawardi sama sekali tidak mengenali kami semua....
saya pun memutuskan agar dia di rukyah terlebih dahulu oleh pimpinan pondok pesantren itu....kata ayah nya Mawardi......
setelah satu Minggu berada di sana Mawardi baru sadar dan sedikit teringat mengapa dia ada di situ....
setelah melihat kejadian yang aneh pada di Mawardi orang tuannya pun langsung membawanya pulang ke rumah untuk di tindak lanjuti apa yang harus dilakukan supaya Mawardi cepat sembuh seperti sedia kala.....
karena kondisi Mawardi yang saat ini tidak memungkinkan untuk menikah,, maka dengan sebab tersebut niat untuk menikah kan Mawardi dengan dara harus di undur dulu sampai Mawardi sembuh terlebih dahulu ,,ucap orang tua Mawardi kepada ibunya dara....
nanti kok emang kondisi Mawardi sudah membaik kita akan melangsungkan acara pernikahan mereka berdua ....
mungkin nanti bulan Jumadil awal itu pun kalo udah memungkinkan tukas ibunya Mawardi kepada ibunya dara....
iya!!!! gak papa kita cuman bisa berusaha yang terbaik aja buat mereka berdua.....
__ADS_1
mau gimana lagi udah kehendak yang di atas ...
nanti kok memang dah memungkinkan di kabarin lagi ...
Yar di cariin tanggal yang bagus juga.....
setelah kedua keluarga tersebut ngobrol panjang lebar akhirnya kami pun berpamitan kepada orang tua Mawardi...
sambil diantar ke beranda rumah.....
dara yang berjalan keluar sambel menggandeng tangan ibunya karena tersipu malu-malu melihat sekeliling perkarangan yang sangat riuh terdengar suara anak-anak yang sedang belajar mengaji ...
maklumlah rumah Mawardi itu berada di tengah-tengah komplek Dayah .... ternyata ramai jaga anak-anak mengaji di Dayah ini .... gerutu dara dalam hatinya
****
setelah sampai di rumah dara langsung masuk ke kamar nya hendak tidur karena malam pun sudah semakin larut...
sesampainya di kamar dara pun tidak bisa tertidur karena terpikir olehnya tentang apa yang telah menimpanya.....
udah gagal gak jadi nikah bulan ne....
dapat kabar yang gak enak lagi .....
duh....duh....duh....aduh.... apa yang terjadi dengan diriku ini...
aku sungguh tak mengerti kenapa disaat aku telah belajar untuk ikhlas menerima dia dan menikah dengan nya harus pupus karena keadaan....
kenapa dada ini terasa sesak sekali,,,
sangat sulit rasanya untuk bernafas.....
Napa ya kok Mawardi kek gitu tadi sama aku macam kayak orang asing aja....
aku juga heran sama dia,,, kok tingkahnya aneh emang dia itu sebenarnya sakit apa .....
sulit rasanya menafsirkan Apa yang terjadi.......
oh tuhan .........
berilah aku petunjuk mu tentang apa yang terjadi dengan diri ku, tak sanggup rasanya memikul beban ini.....
keadaan Mawardi pun tak kunjung membaik, dia pun masih mengabaikan dara.....
tanpa ada kabar beritanya.....
tak pernah menghubungi dara lagi......
seolah-olah mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa....
dara yang masih bingung dengan penyakit yang di derita oleh Mawardi dibuatnya bertambah bingung ......
selalu bertanya-tanya sendiri .....
kenapa ya terasa hubungan yang terjalin diantara kami berdua seperti adanya tembok penghalang yang membentang luas......
heran semakin heran hubungan apa yang telah aku jalani ini mengapa dia seakan mengacuhkan diri ku,,,
tak pernah menyapa diri ku lagi ....
atau mungkin sakitnya itu yang membuat dia lupa dengan diriku......
__ADS_1
apa yang mesti aku perbuat .......
apa aku harus mengakhiri hubungan ini tapi apa daya aku tak kuasa......
bila aku mengakhiri hubungan ini maka akan banyak orang yang akan menanggung malu ....
karena seluruh masyarakat di kampung tau aku sudah bertunangan ...
kalo tiba-tiba batal bakalan jadi buah bibir para tetangga yang suka kepo.....
sungguh tak sanggup memikirkan apa yang akan terjadi......
terasa seakan dipermainkan .......
katanya gak lama setelah tunangan bakalan nikah tau taunya gak ad kejelasan sama sekali.....
berlarut-larut tanpa kepastian .......
itulah yang terlintas di benak dara saat ini .....
setelah begitu lama dara dan Mawardi tidak berkomunikasi, akhirnya Mawardi pun sadar bahwa ada seseorang yang berharap agar di sapa dan diberi kabar olehnya......
Mawardi kini menghubungi dara kembali dengan menelponnya.....
dher.... dher.... dher...
bunyi handphonenya dara....
tanpa berfikir panjang dara pun langsung mengangkat telpon tersebut.....
halo assalamu'alaikum sapa dari dara ....
waa'alaikum salam.....
ni siapa ya??????
ni aku Mawardi........
dah ganti nomor baru ya????
iya nomor yang kemaren udah gak tau lagi aku simpan di mana.....
oh ya dara aku juga mau minta maaf sama kamu karena keadaan aku yang seperti ini kita gagal menikah ....
ya udah mau gimana lagi takdir berkata lain .......
selama ini bukan aku gak menghubungi dara tapi aku kehilangan nomor kamu karena dulu nomor kamu tidak aku simpan cuman aku hafal doang ....
tapi saat aku sakit nomor nya terlupa begitu saja.....
ini pun nomor kamu aku dapat dari kawan aku yang satu kampung sama kamu .......
oh ya gimana sekarang keadaan kamu dah seperti apa ???
iya keadaan aku belum sepenuhnya sembuh aku aja heran kenapa aku bisa sakit seperti ini .....
selama aku sakit banyak sekali yang terlupa......
selama aku sakit aku pun sulit untuk berbicara dengan orang lain .......
seolah-olah ada yang menghalangi aku untuk berbicara.....
__ADS_1