
Safira Anindya gadis cantik nan ayu keturunan Jawa dan Sunda, wajah cantiknya menegaskan kalau dia orang Indonesia asli berkulit kuning Langsat berambut hitam panjang dan ber netra coklat tua, sungguh cantik ciptaan tuhan yg satu ini.
Safira dia lulusan sekolah sekertaris terbaik di negeri ini, namun sayang kepintaran dan kecantikannya berbanding terbalik dengan garis kehidupannya. Gadis yang tahun ini genap berusia 25 tahun tersebut sudah banyak sekali mengalami pahitnya dunia dari kecil Safira sudah di paksa untuk berjuang mencari uang untuk membantu ibunya, ayahnya yg menderita Glukoma (Penyakit gula yg menyerang saraf mata)mengakibatkan kebutaan pada sang ayah sehingga sang ayah tidak mampu untuk beraktivitas secara normal. Safira Bekerja sambil bersekolah terkadang dia juga izin untuk masuk siang dari sekolahnya hanya untuk mengantarkan ayahnya berobat ke dokter lewat bantuan sosial yg sudah dapat di pastikan antriannya dari subuh sampai dhuhur baru di panggil.
Tepat di usia ke 18 tahun, Safira lagi - lagi di uji oleh tuhan dengan ibunya yg mendadak jatuh dan terkena stroke. Dunia seakan runtuh bagi Safira bagaiman tidak dia anak tunggal harus berjuang sendiri mengurus ibu dan ayahnya. Sungguh bila dapat di tukar ingin rasanya dia yang mengantikan orang tuanya, agar orang tuanya sembuh dan tidak sakit lagi.
Safira tumbuh menjadi gadis cantik dan kuat tapi lugu, dia menjadi tulang punggung keluarga, dia kuliah, kerja dan mengurus orang tuanya sendirian tanpa sanak saudara yg memperhatikan, mungkin karena dia miskin makanya dia ditolak oleh keluarga ayah dan ibunya.
Kesakitan Safira kian lengkap pada usia 20thn ibu Safira menghembuskan nafas terakhirnya membuat Safira semakin terjatuh ke lubang derita yang amat dalam sosok yang amat dia sayangi pergi meninggalkan dia, tapi Safira harus bangkit karena ada ayahnya yg harus dia jaga. Selang enam bulan Tuhan kembali memberikan cobaan yang di luar nalar Safira ayahnya tempat sandaran terakhir Safira kini juga menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
Safira runtuh jatuh - sejatuhnya, dia hilang arah harus apakah dia sekrang ke 2 tumpuhan hidupnya sudah pergi ke surga tinggal Fira sendirian di Dunia. Kalau bukan karena dorongan para sahabatnya mungkin Safira akan gila.
selang 2 bulan Safira hijrah ke ibu kota dia ingin memperbaiki diri serta melupakan masa lalu yang amat sakit, dia ingin move on dengan melarutkan diri dengan bekerja, dan disinilah dia sekrang di perusahaan Retail terbesar di Asia..
"Fira, ngelamun aja loh"
"heheh maaf mbak Nita, Lagi g konsen aja" ucap Fira
"oke siap mbak, bismillah lah pokoknya"
__ADS_1
ucap Safira sambil mengangkat kedua tangannya
"Lo tahu kan pak Kenzie gimn, dia galaknya nauzubillah, tampan tapi garang " celoteh Nita
"iya, iya mbak aku paham kok. Ini udah siap tinggal nunggu mom Rida ni"
"Bagus gitu baru pinter, g salah emang aku ngajarin kamu. hahahahh" ucap Safira menyombongkan diri padahal selama ini Safira lah yang mengajari Nita.
###
__ADS_1
bismillah jgn lupa vote dan komen ya gaya maaf kalau salah salah kata