
Yogi Pramudya namanya. Siswa pindahan dari kelas IPS. Banyak yang bilang Yogi pindah di kelas IPA buat ngejar cewek yang namanya Widia, yahh mungkin pengorbanannya pindah di kelas IPA gak sia-sia.
Seminggu perpindahan jurusan sudah berlalu. Saat ini aku mulai melihat situasi dan kondisi murid di kelas ku. X - IPA 1. Banyak anak IPS yang pindah ke kelas IPA, banyak juga anak IPA pindah ke kelas IPS. Ada juga yang udah mulai bikin geng, ada geng cewek cewek cantik yang aku tau ketua geng nya bernama Taniza, suka dipanggil Jepang. Yahh mungkin dia punya wajah keturunan jepang(?). Ada juga sekumpulan cewek cewek kalem nan pintar, mungkin selama 3 tahun kedepan mereka bakal jadi bintang kelas.
Aku(?) aku tetep bareng sama Adel dan Friska. Menjadi sekumpulan cewek netral yang gak bakal ada di pihak mereka, kalaupun suatu hari ada perang antar geng hahaha. Tapi kita berusaha biar bisa berbaur dengan mereka, karna yaa emang kita bakal jadi keluarga baru selama 3 tahun kedepan.
Cowok(?) yahh kalian tau sendiri lah ya, pertemanan cowok gak seribet cewek wkwkwk
Kalau yang lain kelasnya terdiri 4 baris bangku, kelasku beda sendiri dong wkwwk. entah emang itu kelasnya kecil atau bukan ruang kelas(?). Terdiri 3 baris bangku, baris pojok kanan dan kiri seperti bangku pada umumnya berisi 2 siswa setiap bangkunya, baris bangku tengah berisi 3 siswa. Waktu itu aku duduk di baris bangku tengah tapi bangku ku isi 4 orang, terdiri Aku, Adel, Friska, dan Lidya. Kenapa 4 orang?? karena, Adel, Friska, dan Lidya berbadan kecil jadi muat aja lah ya hahaha
~~~
Lagi asik lihat notifikasi Line, tiba-tiba ada chat BBM for Android masuk.
Oki Krisna M : "Intro"
Apriliannisa Anne : "Anne shs'smara g'10" (aku agak lupa ya isi chat aku ini wkwk)
Oki Krisna M : "oalah, anak bangku depan"
Apriliannisa Anne : "ha? kok tau?"
Oki Krisna M : "aku anak bangku belakang"
Aku menoleh ke belakang. Sebenarnya aku tau dia yang pake topi dibalik, kaki diatas meja sambil pegang handphone. Tapi yaudah lah ya sombong dikit wkwkwk
Apriliannisa Anne : "yang mana?"
Oki Krisna M : "yang pake topi"
Apriliannisa Anne : "ohh gatau wkwkw"
"Aku seng nge chat awakmu" kata cowok yang tiba-tiba disebelah ku tapi langsung pergi gitu aja.
__ADS_1
Oki Krisna Mukti namanya. Biasa dipanggil Oki atau Pace. bertubuh kurus, kecil agak tinggi, berkulit hitam manis.
~~~
"Lid, aku pindah duduk sini dong" Kata cewek yang bernama Fania.
"Gamau lah Fan, cari bangku lain kan bisa" kata Lidya.
"Ayolah Lid, aku gak kelihatan papan tulis" kata Fania.
"Aku juga gak kelihatan Fan, makanya aku duduk sini" kata Lidya.
"Ayolah Lid, gak setia kawan banget. Ayo Lid" paksa Fania.
"Gausah mekso talah! Arek gagelem kok dipekso!" bentak cowok yang bernama Farhan.
"Lapo seh melok-melok. Iki guduk urusanmu!" elak Fania.
Aku yang cuma lihat pertengkaran mereka cuma bisa menilai. Fania ini suka maksa demi keinginan pribadi, gak salah sih kalo banyak yang benci sama dia. Agak nyebelin sih hahaha
Akhirnya Lidya pindah duduk bangku sebelah kiriku bersama Miranda. Aku yang agak kesel sama Fania milih pindah duduk juga di pojok belakang. Banyak yang teriak nyalahin Fania atas kepindahan duduk ku.
~~~
Disekolah aku ikut ekskul PMR, aku seorang. Tanpa ikut ikutan temen atau gimana emang dari aku sendiri yang pengen jadi Relawan. Waktu itu senior ku di PMR bernama Mbak Ayu, Mas Haidar, Mas Tevin, Mas Dedi, dan 1 Alumni PMR namanya Mas Riko. Aku baru tau kalo Mbak Ayu dan Mas Riko pacaran, mungkin itu yang bikin Mbak Ayu bertahan di PMR meskipun cewek sendiri.
"Dek, mau gabung PMR ya?" kata Mbak Ayu.
"Iya mbak." kataku.
"Langsung masuk kelas ya tunggu disitu bentar lagi dimulai" katanya.
"Oh iya mbak siap" kataku.
Aku gak tau apa yang bikin Lidya mau gabung di PMR juga, tapi aku agak bersyukur lah ya ada temen buat ngobrol hahaha
"Dek, namanya siapa?" kata Mas Tevin.
__ADS_1
"Anne mas" kata ku.
"Kalo kamu?" kata Mas Tevin ke Lidya.
"Lidya" jawab Lidya.
"Ohh" kata Mas Tevin canggung.
"Kenapa kok mau gabung PMR?" tanya Mas Tevin.
"Yahh soalnya pengen jadi anak PMR hahaha" kataku becanda.
Mas Tevin dan teman temanya ikut ketawa.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang adek adek sekalian, terima kasih sudah mau bergabung di PMR semoga kalian betah" pembukaan Mbak ayu.
"Sebelumnya perkenalkan saya Ayu, kelas XI - IPS 2, jabatan saya Ketua PMR." lanjut Mbak Ayu.
"Saya Tevin Albert Matuli, kelas XI - IPA 2, jabatan wakil ketua." kata Mas Tevin.
"Saya Dedi, kelas XI - IPA 1, jabatan sebagai sekertaris." kata Mas Dedi.
"Saya Haidar, kelas XI - IPA 3, jabatan sebagai bendahara" kata Mas Haidar.
"Yang ini Alumni PMR kita namanya Mas Riko." kata Mbak Ayu.
Mas Riko cuma tersenyum.
Kita disuruh berdiri memperkenalkan diri. Aku agak lupa berapa orang yang bergabung di PMR, yang aku inget sekitar 10 orang. Aku denger Mas Riko bilang lama kelamaan 10 orang ini bakal resign satu persatu dari PMR. aku yang termasuk 10 orang itu agak gak terima sih
Senior-senior PMR itu sering berfikir kalo aku gak mungkin bertahan di PMR seorang diri, tapi aku berusaha buat buktiin ke mereka kalo aku gak main-main.
Hari-hari ku aku sibuk buat buktiin kalo aku bisa berdiri sendiri di PMR, mulai mengubah struktur jadwal latihan, membuat program kerja jangka panjang dan pendek, dan Alhamdulillah mereka mulai percaya. Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang iri yahh
Aku lihat Mbak Ayu seperti tidak senang dengan apa yang aku buat, mungkin karena apa yang aku buat selangkah lagi bisa buat aku jadi Ketua PMR di jabatan junior aku ini, dan membuat Mbak Ayu lengser hahahah
Mas Tevin, Mas Dedi, Mas Haidar. Mereka senior PMR aku yang mendukung setiap langkahku. Mereka udah seperti Saudara. Terima kasih❤️ semoga mereka bisa baca tulisan aku ini❤️
__ADS_1