Naughty Boy

Naughty Boy
Ep, - GOSIP


__ADS_3

Ep, - GOSIP


Pagi hari tiba , Alysya pun terbangun dari bius nya. Mata nya terasa perih, perut nya terasa mual.


Alysya bingung kenapa dia bisa tidur.


Tiba tiba seorang membuka karung penutup matanya dengan sangat hati hati.


Dan saat mata alysya terbuka.


" Ahhhh ampun ampun " Teriak nya.


" Shhttt ini aku rangga " Kata rangga berbisik.


" Cepat sebelum orang-orang itu datang lagi " Sahut rangga sambil memantau sekitar.


Setelah semua ikatan yang ada di tubuh nya lepas, mereka melarikan diri dengan cepat.


Tiba tiba seorang anak perempuan datang dari belakangan, ia telah melihat pelarian alysya dan rangga.


" Hhheh,, alysya alysya, jadi cewe jangan terlalu lembek " Gumamnya.


Di tempat yang berbeda. Rizky terbangun dari tidurnya, malam yang buruk, cahaya matahari yang menyengat dan panas menyilaukan, membuat ia terbangun. Tak lama kemudian dia pergi membersihkan kan dirinya. Setelah itu dia mengecek 500 notifikasi dengan tagar #alysyasoksuci #alysyaloser



Karna bingung, dia pun memastikan kepada sahabat sahabat terdekat alysya. Dia bertanya kepada irani dan ilham namun tak ada yang satu pun tau kejadian itu dengan persis.


Dia .


Setelah mengantarkan alysya sampai ke rumah nenek nya dengan selamat. Rangga selalu mengingat kan alysya untuk agar selalu berhati hati.


" Kamu kok tau aku bisa ada di sini? " Tanya alysya.


" Aku semalam, liat GPS dari handphone kamu bergerak, aku pikir malam malam bahaya untuk seorang gadis perempuan keluar sendiri, jadi aku inisiatif ikutin kamu... " Rangga tiba tiba berhenti berbicara karena ada suara notifikasi dari handphone nya.


Dia mengerutkan dahinya, alysya Bingung apa yang terjadi.


" Nih kamu liat sendiri " Kata rangga sambil menyodorkan handphone milik nya ke muka alysya.


" Apa apaan iniiiiii!!! " Teriak alysya.


" Astaga, telinga ku pecah " Kata rangga sambil menutupi telinga nya.


" Handphone mu mana " Tanya rangga.


" Emm ini " Kata alysya sambil menyerah kan handphone nya.


" Okee " Kata rangga sambil merebut handphone milik nya yang ada di tangan alysya.


" Duhhh nanti sekolah gimana nih " Kata alysya khawatir.


" Tenang ajah " Kata rangga sambil meninggal kan alysya.


" Handphone ku mana! " Sahut alysya.


" Disita sampe besok selesai sekolah " Kata rangga.


" Apa apaan ini anak!!! Bikin darah tinggi ajah " Kata alysya bergumam.


* coba ajah bukan anak orang kaya, udah ku tinju dehh * pikir nya dalam hati.


* ehhh tapi dia baik juga tadi nolongin aku, tadi pas senyum kaya anak kecil *


" Pffftttt " Senyum kecil.


Keesokannya disekolah


Pelajaran berlangsung dengan biasa saja. Namun para siswi terlihat aneh sedari tadi, hanya ilham dan irani yang sedari tadi mau mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


[Kringggggg 🔔🔔] bel istirahat berbunyi, semua siswa keluar kelas.


Alysya pun menghampiri irani.


" Kamu mau makan? Ke kantin yuk " Tawarnya sambil tersenyum.


" Anu.. Ituuu,, kamu percaya kan sama aku? " Tanya alysya.


Irani hanya tersenyum.


" Ya aku percaya, semua kan udah selesai, lupain ajah, jangan dipikirkan nanti jadi beban kedepannya, yuk makan ke kantin " Ajak sahabat nya sambil menggenggam erat tangan Alysya.


Selama ini memang hanya irani yang selalu mendengar Alysya, yang selalu menemani Alysya walaupun susah maupun senang.


Setibanya di kantin suasana yang tadinya riuh ramai, tiba tiba menjadi hening dan tenang semua menatap Alysya dan irani.


" Kasihan ya irani dia di sogok Alysya buat nemenin dia "


" Lihat Irani musam, walaupun Irani menggenggam tangan Alysya tapi muka nya berkata lain "


" Lihat mereka berdua memang cocok, yang satu sok polos, yang satu banci "


" Hehehehe sekumpulan lesbi "


Selesai istirahat.


*untuk Alysya di panggil ke ruang wakil kesiswaan untuk dimintai keterangan*


Alysya pun berdiri dan segera berjalan dengan tenang. Walaupun tenang batin acak acak tak karuan, hidup nya telah kacau.


Melihat hal itu terjadi pada sahabat yang paling berarti, Irani tak kuasa menahan amarah, namun dia tahu diri dia sendiri sedangkan mereka banyak tak terhingga, selama tak ada Alysya, Irani terus mengerutkan kening nya, dia mengerjakan tugas yang di berikan guru dengan serius.


" Perasaan apa ini rasa kacau tak karuan, tapi di sisi lain merasa tenang dan lega " Pikirnya sambil bergumam.


* untuk Irani sutjano, sekali lagi Irani sujatno, datang ke ruang kesiswaan untuk diminta keterangan *


" Lihat dia pasti di keluar kan "


" Hehehe ****** kau "


" Dia tak pantas dikasihani "


" Alysya yang di sukai oleh semua guru, pasti mereka kecewa dengan Alysya yang sudah menyia-nyiakan kesempatan, pasti Alysya akan di keluarkan "


" Dasar licik sok polos "


" Malang nya Irani "


" Irani ikut kena imbas "


" Pasti mereka berdua bersekongkol "


Dan berbagai komentar lainnya.


Setelah sampai di depan orang kesiswaan * ttok- ttok-ttok.


" Irani?! Mari masuk dan tutup pintu nya " Kata wakil kepala sekolah.


" Coba jelaskan, apa kamu tau, dengan apa yang terjadi dengan Alysya "


"Kemarin malam Alysya bilang, kalau dia akan pergi menemui rizky jam 20:30 pak, setelah itu aku menawarkan diri apakah dia mau aku temani atau tidak, dia bilang tidak usahh, setelah itu aku benar benar tidak tahu apa yang terjadi pak " Kata Irani menjelaskan.


[Tttok tttook ttok] suara ketuk pintu.


" Siapa disana? " Tanya pak guru dengan jelas.


" Ilham, dan rangga pak, rangga mempunyai bukti bahwa Irani dan Alysya tidak bersalah " Jelas ilham meyakinkan.


Bapak wakil kesiswaan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Baik, kalian masuk!!! " Sahut nya.


Setelah ilham dan rangga masuk.


" Kalian memiliki bukti apa, yang meyakinkan bahwa Irani dan Alysya tak bersalah " Tanya bapak kesiswaan.


" Silahkan tonton videonya pak " Kata rangga sambil mengulurkan handphone nya.


" Apa!!? " Kaget bapak yanto wakil kesiswaan.


Rangga dan ilham hanya tersenyum, dan Alysya Irani pun bingung apa yang di teriak kan pak yanto, dan apa yang di tertawakan ilham dan rangga.


* untuk Vina amiani putri silahkan dan di tunggu di ruang kesiswaan * suara microfon sekolah, terdengar nyaring.


" Mengapa memanggilku dengan sangat keras, aku tidak tuli " Dia pun berjalan dengan lenjeh.


Setiba nya di ruang kesiswaan.


" Ada apa pak? Memanggilku? " Tanya Vina dengan santai dan licik.


" Masuk!! " Sahut pak yanto.


" Jelaskan apa benar kamu yang melakukan ini terhadap Alysya? " Tanya pak yanto sambil menunjukan video yang diberi rangga.


Alysya, Irani, dan Vina sontak terkejut.


" Ke-ke,, kenapa ada video nya di bapak? " Tanya Vina panik gelisah.


" Dari mana itu tidak penting, pertanyaan ku adalah apa benar kamu yang melakukan ini terhadap Alysya? " Kata pak yanto.


" Heh! Benar memang kenapa? " Ujar Vina.


Sontak yang ada disitu semuanya terkejut.


" Perusahaan ayah mu sekarang sedang kritis menghadapi masalah, kenapa kamu membuat masalah lagi untuk ayah mu, apakah kamu mau disorot wartawan dan menjadi berita utama " Kata pak yanto.


" Aku iri terhadap Alysya yang memiliki banyak teman , disukai semua orang, didekati semua orang, berprestasi, diakui oleh semua guru, aku iriii, aku benar benar iri, asalkan Alysya mati pasti aku baik baik saja menjalankan hidup ini!!!!!" Teriak Vina.


" Kenapa kamu melakukan dan menimbulkan sebuah masalah, kenapa kamu tidak fokus untuk belajar dan ciptakan prestasi " Kata Alysya menyarankan.


" Benar Vina, sikap Alysya sangat baik padamu, kenapa kamu berniat untuk mencelakai dia... " Kata pa yanto tiba tiba terhenti.


" Diam! Diam! Aku tak ingin mendengarkan nasihat kalian! Aku benci!!! Benci dengan kalian " Kata Vina sambil meninggalkan ruangan itu.


* brakkkk suara pintu rusak akibat di tendang oleh Vina.


" Vina sebagai hukuman nya kamu akan mendapatkan skor selama 2 minggu dan kamu tidak boleh ke sekolah " Teriak pak yanto.


* fyuhhhhh


" Tenang Alysya dan Irani, aku akan meminta pihak sekolah untuk menyebarkan berita di semua media sekolah bahwa kau tak bersalah dan Vina di skor selama 2 minggu " Kata pak yanto tenang.


" Kalian kembalilah belajar ke ruang kelas masing masing " Kata pak yanto.


" Baik pak " Jawab serentak.


Alysya and



Vina amina putri



Irani sutjano



Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2