
Bima mengamati medan dan menemukan bahwa itu adalah tempat yang luas dengan pepohonan yang tinggi persis seperti bumi namun yang membedakannya adalah langit yang terlihat berwarna merah darah dengan aura yang bisa membuat orang yang melihatnya merasa sesak seperti oksigen yang tipis.yang jelas di depan dan belakang.
di setiap tempat seperti terdengar raungan yang mengerikan.entah ini malam atau siang Bima tidak bisa memastikan karna sedikit cahaya yang bisa menebus awan merah itu.
"Karena aura kuat ini kemungkinan monster atau binatang buas pasti memiliki kekuatan yang besar tidak mungkin monster lemah bisa hidup di tempat mengerikan ini."
Bima yakin tempat ini tidak sederhana yang dia lihat.entah ini perasaan atau apa yang Bima rasakan setiap dia menatap sudut tempat ini dia selalu merasakan perasaan bahaya.
Begitu dia memikirkan hal ini, Bima mulai bergerak, dengan hati-hati melangkahi mayat yang diperlihatkan oleh kakinya, dan berjalan perlahan menuju sebuah bukit yang tinggi.
Dengan bantuan cahaya remang-remang Cahya seperti bulan, Bima mengamati situasi di hutan ini.Di kedua sisi hutan itu menumpuk banyak Mayat monster, termasuk beberapa tanaman entak itu tanaman obat atau hanya tanaman biasa namun bentuknya sedikit unik.
Ada juga beberapa set baju besi kulit usang, dan beberapa pedang besi berkarat tersebar di sudut hutan ini, yang entah digunakan oleh monster atau kemungkinan ada manusia lainnya yang juga di kirim ke tempat misterius ini dan digunakan untuk mempersenjatai mereka.
Bima terus berjalan menyusuri hutan yang penuh dengan Mayat monster dengan bentuk bermacam-macam,
Di puncak bukit ada sebuah senjata yang utuh, meskipun belum diamati dengan cermat, energi yang aneh yang dipancarkannya dari senjata itu membuat bima sedikit tertarik.
Bima melihat ini, maju untuk mengambil dan mengenakan satu set armor kulit yang relatif utuh, dan kemudian memilih pedang besi yang cukup menarik dari sudut bebatuan mirip seperti reruntuhan bangunan kuno. Meskipun dia tau item ini tidak bagus namun cukup untuk pertahanan dari pada harus tangan kosong.
[INFORMASI Item 1]
[Armor baja ringan】
[keunggulan item : tidak ada]
Atribut dasar: baju besi +3, daya tahan 11/20
Evaluasi: Daripada menaruh harapan, lebih baik menaruh harapan pada kemampuan Anda.
[INFORMASI item 2]
[Pedang Besi tua】
[keunggulan item: tidak ada
[Atribut dasar: membunuh +3,ketajaman 2, daya tahan 4/10]
[Evaluasi: Saya tidak tahu berapa lama pedang besi tidak digunakan, dan perawatan yang baik telah memungkinkannya untuk tetap bertarung untuk Anda untuk jangka waktu tertentu.]
melihat informasi yang di berikan sistem tentang item ini dia terlihat heran.karna sistem dengan cepat dan detai memberitahu statistik item yang di peroleh.
Mengenakan peralatan ini dalam situasi saat yang belum dia ketahui, Bima sedikit siap beraksi. Menurut tebakan Bima, karena panel atribut masih ada, dan berbagai peralatan juga dapat menampilkan atribut, peralatan ini pasti sedikit banyak akan cukup membantu.
__ADS_1
Membawa perlengkapan, Bima kembali melajukan menuju puncak bukit dia akan melihat situasi sekitar sebelum melakukan sesuatu dia harus berhati-hati saat mengambil keputusan. Bima kemudian berjalan perlahan menuju puncak bukit batu itu.
Memasuki jalan dan Medan cukup berat Bima terus berjalan dengan semangat dia masih memiliki harapan hidup lagi dia seperti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Bima mengamati medan dan menemukan bahwa area telah berubah dari semula sedikit bebatuan dan pepohonan menjadi Medan yang sangat lebar bahkan banyak tanaman berduri yang sedikit memperlambat gerakannya.
Namun dalam hal ini, ini tidak diragukan lagi senyuman di bibinya sedikit terbentuk ini merupakan kabar baik, yang berarti tempat ini jarang di lalui oleh monster atau mahluk hidup lainnya.
Terus bergerak maju perlahan, Bima sudah bisa mendengar beberapa raungan yang tidak terdengar dengan jelas. Bima berkonsentrasi, menggenggam senjatanya erat-erat, dan melihat seluruh dataran yang sangat luas.
dia bisa melihat dengan jelas luasnya hutan ini dan berbagai monster dengan ukuran besar berkeliaran di daratan dan udara.ini sudah seperti Bima berada di kebun binatang namun yang membedakan mereka bergerak dengan bebas tanpa ada pagar.
"ini tidak sulit di percaya ada dunia mengerikan ini.aku tidak bisa di bayangkan jika maluk ini muncul di bumi kekacauan yang luar biasa akan tercipta!?"ungkap Bima dengan badan sedikit gemetar.
"Bumm.."
terdengar suara ledakan yang tercipta di langit.suara merasa itu membuat kuping Bima berdengung keras.
dari kejauhan terlihat di langit sebuah asap berbentuk jamur raksasa tercipta.bisa di pastikan suara ledakan itu berasal dari arah asap hitam di langit.
dari arah langit terlihat sebuah monster berbentuk naga terjatuh tempat mengarah ke tempat Bima berdiri.
"sialan.. apa-apa monster ini!?"
"bummm...."
suara ledakan yang tercipta dari benturan monyet naga yang bertabrakan dengan bebatuan dan tanah yang berada di bukit.
terlihat area jatuh monster naga itu menjadi hancur berantakan pepohonan tumbang batu hancur dan menciptakan sebuah lubang yang cukup besar seperti kawah dan terlihat di tengah kawah itu sosok naga berbaring dengan kepala dan tubuhnya sedikit hancur.
dari kerusakan itu tidak terlihat sosok Bima, ternyata Bima bisa selamat karna dia masuk kesebuah reruntuhan tersembunyi di bukit itu.namun belum sempat dia merasa tenang Suara langkah kaki yang cukup banyak terdengar menuju kearah Bima berada.suara terdengar di dalam lorong reruntuhan.
terlihat sosok mahluk seperti goblin namun hanya kerangka saja.
[WARNING skeleton warrior atau perajurit kerangka telah muncul]
[KETERANGAN.....
Prajurit kerangka, monster tingkat rendah, memiliki atribut yang sedikit lebih tinggi dari pria dewasa kecuali fisik mereka. Mereka hanya mempertahankan kesadaran tempur paling dasar.kelebihan Meraka adalah jumlah yang banyak,Mereka di medan perang yang lebih besar, itu hanya dapat digunakan untuk sebagai perjurit garis depan, dan bersama dengan mayat berjalan]
Bima menentukan bahwa musuh pertama yang akan dia hadapi adalah prajurit kerangka. Meskipun saya belum melihat gambaran lengkap dari musuh, tubuh kerangka tidak diragukan lagi menunjukkan identitasnya.
Forum pemain telah berdebat tentang kerangka dan mayat berjalan mana yang merupakan makhluk mayat hidup adalah sebuah mahluk yang memiliki jumlah yang banyak dan menyerang secara berkelompok.
__ADS_1
[misi bunuh skeleton warrior]
misi dari sistem muncul untuk Bima.
melihat itu Bima hanya menghela nafas ini seperti permainan Bima seperti player utama di games untuk menyelamatkan misi dari sistem.
"sekarang aku hanya bisa berjuang keras ..."ucap Bima dengan senyuman yang entak apa yang di pikirkan Bima.
Bima menghela nafas dan ingin segara membunuh prajurit kerangka dengan pedang tua di tangannya.
Karena dia tidak tahu jumlah musuh yang akan datang dia tidak mau terlalu terjerat dengan prajurit kerangka di depannya.dia hanya bisa menemukan cara untuk segera pergi dari tempat ini.
perlahan dari dalam reruntuhan sekumpulan skeleton warrior muncul jumlah mereka sekitar sepuluh skeleton warrior lengkap dengan belati di tangannya mereka berjalan perlahan dengan sikap waspada saat melihat Bima di hadapannya.
Memikirkan hal ini, Bima melihat sekeliling , lalu membungkuk dan mengambil batu seukuran telur, lalu melemparnya kearah prajurit kerangka di depannya.
Karena cahaya yang buruk dan atribut yang rendah, batu itu tidak mengenai tengkorak prajurit kerangka seperti yang dipikirkan Bima, tetapi mengenai tulang dada prajurit kerangka. Dampak batu itu membuat kerangka. Prajurit itu mundur dua langkah.
Karakteristik makhluk undead membuat prajurit kerangka tidak terkejut dengan serangan mendadak, tetapi setelah menyeimbangkan pijakannya, dia langsung mengangkat pisau dan bergegas menuju kearah bima.
Prajurit kerangka bergegas di depan bima, dan kemudian membanting pedang mereka ke bima.
Masuk akal bahwa untuk mengatasi dampak serangan Prajurit Kerangka, Bima harus mundur dan menangkis sambil mencari kesempatan untuk melakukan serangan balik.Namun, Bima tidak melakukannya, dan malah menghadapi serangannya ketika Prajurit Kerangka hampir pedang di tangannya menusuk ke atas miring, dan pada saat yang sama tubuhnya membungkuk miring dalam postur yang tidak wajar.
Jika seseorang menonton pada saat ini, Anda pasti akan menemukan bahwa pedang Bima tidak terlalu menusuk tulang belakang leher prajurit tengkorak ketika kekuatan lengan dimaksimalkan, tetapi prajurit kerangka mengambil inisiatif untuk menggunakan tulang belakang leher untuk menghadapi tusukan bima Naik, dan tubuh Bima dengan cerdik menghindari serangan prajurit kerangka dengan sedikit akrobatik.
Dengan suara nyaring, tengkorak jatuh ke tanah, dan api jiwa di tengkorak perlahan padam tak lama sebuah item batu jiwa muncul. Pada saat ini, Bima juga kelelahan, beristirahat di dinding samping, menenangkan detak jantungnya yang berdetak kencang.
Meskipun waktu pertempuran sebelumnya sangat singkat, dan kemenangan ditentukan hanya dalam sekejap, itu konsumsi tenaga yang besar.
Saya tidak tahu apakah itu karena kelelahan mental, Bima merasa bahwa kekuatan fisiknya juga telah banyak dikonsumsi.
melihat satu skeleton warrior dapat di tumbangkan oleh bima skeleton lain menjadi sangat marah Meraka menyerang Bima secara membabi buta.ruangan yang sempit memberikan ke untungan bagi Bima karna skeleton dengan jumlah banyak itu tidak bisa menyerang secara leluasa.
Bima terus menghindari berbagai serangan yang di arahkan kepadanya.pengalaman bertarung selama ini membuat Bima bisa menghindari serangan dari skeleton.
namun jumlah skeleton yang banyak dan senjata Bima yang tidak terlalu bagus membuat Bima kesulitan sedikit demi sedikit Bima di paksa mundur.
melihat situasi ini Bima berencana untuk segera pergi terlebih dahulu.
"serekkk.."suara belati yang di ayunkan ke arah tubuh Bima.
melihat itu reflek Bima reflek melompat kebelakang.namun kesialan terjadi saat kaki Bima menginjak bebatuan di belakangnya seketika batu itu runtuh dan membuat Bima kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dasar lembah tempat naga yang terjatuh tadi.
__ADS_1
akibat terbentur bebatuan dan terjatuh dari ketinggian membuat Bima kehilangan kesadaran...