NEVERLAND

NEVERLAND
Switch!


__ADS_3

"Ayo kita tentukan, siapa yang lebih hebat disini. Kau atau aku! Bersiaplah Sun!" Riko segera berlari, dia mengayunkan pedangnya tepat ke arah Sun. Sun lebih cepat menghindari serangan Riko, dia berbalik dan muncul di belakang Riko. Sun mengayunkan pedangnya ke arah Riko tapi dengan cepat dihalau oleh Aoki yang datang menghadang.


Aoki mendorong Sun mundur menjauh dan setelah itu dia mengibaskan tombaknya ke arah Sun, Sun dengan cepat mengelak menghindari serangan Aoki.


"Kori No Ryusei!" Aoki memanggil sebuah tombak es besar yang muncul di tangannya, lalu di lemparkannya tombak itu ke arah Sun.


"Bahaya Sun! Boomerang scythe!" dari jauh Arkhan melemparkan death scythe miliknya ke tombak es yang mengarah ke arah Sun tersebut. Tombak es itu hancur seketika.


"Aku akan menyelesaikan pertarungan ini! Keluarlah Sylph!" Riko memanggil guardian bernama Sylph. Lalu muncul lah guardian kecil membawa panah yang terbang di sisi Riko sekarang.


"Wind Trap!" Sylph yang dikeluarkan segera menggunakan kekuatan Wind Trap, yaitu dimana Sylph akan mengepung musuh di dalam sebuah lingkaran angin, untuk mematahkan jurus ini Sylph harus diserang agar mantra pengurungnya lepas.


"Arkhan!" Arkhan terkurung oleh angin buatan Sylph membuat NPC itu tidak mampu bergerak dan keluar dari kepungan udara tersebut.


"Ayo kita serang dia Aoki!" Riko maju bersama Aoki untuk menyerang Sun yang dalam posisi sendirian.


Aoki mengarahkan ujung tombaknya ke arah Sun, tapi Sun berhasil menghalau terjangan tombak tersebut. Setelah berhasil menghalaunya Sun mengepalkan tinjunya dan memukul bahu Aoki cukup keras membuat NPC itu sedikit terlempar jauh. Dari arah samping muncul Riko dengan pedangnya, tapi Sun berhasil mengelak mundur. Satu tendangan di daratkan ke tubuh Riko dan tepat mengenai pemuda itu. Sun kemudian berlari mengincar Sylph untuk membebaskan Arkhan yang terkurung di dalam lingkaran angin tersebut.


"Atsui Hinotama!" Riko mengeluarkan tembakan peluru-peluru angin ke arah Sun. Sun segera melompati satu-satu dari peluru-peluru tersebut.


"Yogan No Bakuhatsu!" Aoki juga ikut membantu serangan, dia memanggil Yogan No Bakuhatsu, yaitu jurus semburan lahar api yang mampu dia keluarkan di dekat area musuh. Sun segera menghindari serangan ini dengan berguling ke kiri dan melompat ke belakang hingga akhirnya dia melompat ke depan.


"Shadow!" seketika Sun tak terlihat oleh Riko dan juga Aoki.


"Ck, kemana dia!" decak Riko kesal melihat Sun tiba-tiba saja lenyap dari pandangan mata.


DUAGH!.


Sebuah tendangan berhasil di daratkan ke tubuh kecil Sylph membuat guardian itu terlempar dan melepaskan kurungannya terhadap Arkhan. Arkhan pun terbebas dari kurungan tersebut.


.


.


"Guru… Kenapa harus menyerang kami seperti ini? Seolah-olah kalau kau ingin membunuh kami saja…" kata Rika yang kini tengah berhadapan dengan Chandra. Keduanya saling menyerang dan menghindar.


"Kami disini untuk menghentikan kalian dari permainan Joker." Balas Chandra sambil melayangkan sebuah tendangan ke wajah Rika dengan telak.


"Ta-tapi… Kami disini mencari Jis! Kami ingin menyelamatkan Daniel dan Jis!" balas Rika yang kemudian segera bangkit dan kembali menyerang Chandra. Dia mencoba menghunuskan katana miliknya ke arah Chandra tapi dapat dengan mudah dihalau. Chandra kembali mendorong Rika jauh.


"Lupakan itu. Ada kemungkinan Jis sudah mati, nasibnya sama seperti Rima dan pelakunya adalah Joker!" Chandra yang mendorong Rika membuat gadis itu terjatuh. Dan dia berniat untuk segera menyelesaikan pertarungannya dengan Rika.


"Lightning Strike!" Chandra memusatkan kekuatan petir di pedang miliknya, kekuatan itu berkumpul hingga terbentuk aliran listrik yang memancarkan cahaya. Tanpa menunda waktu lagi Chandra segera menyerang Rika dengan jurus tersebut. Rika yang sigap langsung segera menghindar sehingga serangan itu mengenai dinding goa. Serangan tersebut pastilah sangat dahsyat kalau sampai mengenai Rika, buktinya sekarang dinding goa jadi bergetar seakan mau runtuh setelah terkena serangan dari Chandra.


"Sepertinya tempat ini akan runtuh… " kata Chandra yang menyadari serangannya berakibat fatal setelah mengenai dinding goa tersebut. Chandra memutuskan untuk segera pergi dari sana meninggalkan Rika.


.


.


"Berhenti sampai disana Sun!" muncul Kimi dan juga Siti yang muncul di belakang Riko dan Aoki. Sun yang tadinya hendak menyerang Riko segera menghentikan langkahnya begitu juga Arkhan.


"Lebih baik kau ikut dengan kami, karena teman-temanmu sudah ada disini." Kata Siti yang ternyata dia dan Kimi berhasil menangkap Reza, Kisa, Rere, Kaze dan juga Ryu.


"Hmph… " Sun terdiam tak menjawab.


"Sepertinya kau bersedia untuk ikut dengan kami. Riko bawa dia bersamamu." Kata Siti sambil menyeringai kecil yang menyadari kalau Sun dan Arkhan menyerah. Riko akhirnya membawa Sun pergi untuk ikut bersama mereka.


"Hah… Hah… Sulit sekali untuk mendekatinya… " kata Puput yang tampaknya jadi agak kepayahan.


"Jangan menyerah Put, ayo coba lagi!" kata Denis memberi semangat kepada Puput untuk melakukan serangan sekali lagi.


"Absorb Power!" Tsu kembali menggunakan Joker yang berada di dalam Venus Trap, dia mengambil kekuatan NPC itu untuk dijadikan kekuatan serangan dirinya sendiri. Tsu tertawa terkekeh merasa sudah di atas angin.


"Holy Circle!" ternyata Joker yang terperangkap di dalam venus trap milik Tsu berhasil meloloskan diri. Holy Circle adalah serangan yang berbentuk seperti cincin, cahayanya yang keluar dari tubuh Joker, dan cincin itu akan semakin membesar menyerang semua musuh di atas arena.


"Brengsek… Rupanya kau bisa lolos juga… " geram Tsu sambil melihat semua tanaman-tanaman miliknya hancur.


"Haah… Put kau lama sekali, aku sampai bosan di dalam menunggumu," ucap Joker dengan santai sambil setengah menguap.


"Jo-Joker… Jangan bilang kalau dari tadi kau sebenernya bisa lolos tapi kau diam saja?" tanya Puput mulai mencurigai tindakan Joker.


"Aku hanya ingin tau apa kau mampu mengatasi ini, tapi sepertinya kau memang membutuhkanku ya?" balas Joker seraya menyeringai kecil terhadap Puput membuat gadis itu kesal saja.


"Keterlaluan! Tindakanmu itu sangat bodoh!" omel Puput yang benar-benar kesal dengan sikap Joker yang seenaknya seperti itu.


"Kau pikir aku akan diam saja membiarkan kalian bertindak seenaknya hah! Maneater Blossoms!" lagi-lagi Tsu memanggil tanaman-tanaman buas itu dan jumlahnya kali ini dua kali lipat dari sebelumnya.


"Kau itu pengecut, hanya mampu bersembunyi di balik tanaman. Pada dasarnya kau mudah sekali diserang kalau tanaman-tanaman itu tak ada untuk melindungimu, kuperhatikan kau sama sekali tidak bergerak dari posisimu. Itu artinya kau tidak bisa bergerak kemana-mana." Kata Joker yang sepertinya sudah menemukan titik kelemahan Tsu.


"Begitu ya… Pantas saja sejak tadi aku merasa aneh dengan posisinya itu..." kata Denis yang sepertinya juga menyadari kejanggalan yang ada pada Tsu, Karena hal itulah tadi dia memberanikan diri menyuruh Puput untuk menyerang Tsu dengan Azhure karena dia yakin Tsu tidak akan bergerak dari tempatnya sehingga menyerangnya dengan Azhure adalah pilihan yang tepat.


"Kau yang di belakang jangan diam saja. Gunakan sihirmu untuk melindungi teman-temanmu yang di depan. Biar aku yang menjaga gadis itu." Joker menyuruh Steve untuk konsentrasi melindungi Puput dan Denis dari belakang.


"Ba-baik! Akan kulakukan!" Steve segera berpindah posisi, sekarang dia berdiri dan bersiap untuk mengeluarkan ilmu sihirnya.


"Ayo maju Put, kita serang bersama-sama!" kata Denis, dan dalam hitungan ketiga, keduanya berlari cepat menerobos tanaman-tanaman itu.


"Kalian tidak akan pernah bisa menyentuhku!" Tsu semakin geram melihat Puput dan Denis dengan cepat berlari untuk menyerangnya. Dengan kalap dia menambahkan jumlah tanaman-tanaman pemakan manusia itu.


"Fire Field! Burning Flame!" Steve mengeluarkan jurus Burning Flame, yaitu jurus dimana Steve akan melontarkan bola-bola api ke tanah (efeknya kayak percikan yang ada pada kembang api yang percikan apinya jatuh ke tanah). Percikan bola-bola api itu mendarat ke tanah dan menghancurkan bunga-bunga yang diciptakan Tsu satu-persatu.


"Fighting Spirits!" Puput sambil berlari dia menggunakan jurus Fighting Spirits, yaitu jurus yang mampu membuat dirinya dan teman-temannya mampu mengeluarkan jurus yang sama sebanyak dua kali tanpa adanya jeda.


"Kerja bagus Steve!" kata Denis sambil melirik ke arah Steve yang ternyata berhasil untuk mengahalau tumbuhan-tumbuhan itu. Satu-persatu tumbuhan-tumbuhan tersebut menghilang, Denis dan Puput dapat melihat jelas posisi Tsu sekarang.


"Kita serang bersama!" kata Puput yang sudah bersiap untuk mengeluarkan Azhure, dia sudah pasang ancang-ancang. Begitu juga dengan Denis.

__ADS_1


"AZHURE STRIKE!" jurus andalan Puput dia keluarkan juga dan jurus itu tepat menghantam lawan, dan tidak hanya itu, jurus ini juga digunakan dua kali secara berturut-turut.


"GOD HANDS!" sama halnya dengan Puput, Denis mengeluarkan jurus pukulan yang selalu menjadi andalannya, jurus ini juga digunakan sebanyak dua kali.


"Wow… Sadis… " desis Steve dari jauh saat melihat Tsu benar-benar dihajar habis-habisan seperti itu sambil membatin 'Kalau aku bebas dari game ini, aku akan menghindari mereka berdua dari player versus player'.


Notice : Tsu the mad scientist complete.


Notice : Gained Daniel's heart, Jis memories, Pandora Box IV.


"WUHUUUUU!" sorak Pandu dari luar dengan girang, sekarang dia sama Dio lompat-lompatan gak jelas plus sambil nari kecak, entah belajar dari mana itu tarian.


"Teman-teman, kita berhasil!" kata Puput yang keluar dari dalam ruangan sambil membawa-bawa benda yang berhasil mereka dapatkan, apalagi kalau bukan Jis memories, Daniel's heart sama Pandora BOX IV.


.


.


.


Baru saja mereka merayakan keberhasilan mereka karena sudah berhasil menyelesaikan misi lost child yang ke empat tapi kesenangan mereka terusik oleh kehadiran Game master yang mendadak teleport ke tempat mereka berada sekarang.


"Kau… Mau apa kau kemari?" tanya Pandu dengan sengit begitu melihat Game master muncul dihadapan mereka sekarang.


"Tenanglah, aku kemari tidak ingin mencari masalah dengan kalian. Aku kemari hanya menginginkan Puput ikut bersamaku." Kata Game master menjelaskan maksud kedatangannya.


"Jangan bercanda ya! Kau pikir kami akan membiarkan Puput untuk ikut denganmu, hah?" sambar Dio sambil bersiaga. Dia bersiap-siap, siapa tau Game master akan menggunakan kekerasan untuk membawa Puput.


"Sudah kubilang kalian tenanglah. Ini aku, Jis." Kata sang Game master yang akhirnya membuka tudungnya tersebut. Tampak seorang pemuda berambut hitam pekat dengan gaya rambut yang sedikit nyentrik tengah berdiri dihadapan mereka. Sudah jelas dia adalah Jis.


"Ji-Jis? Kau benar-benar Jis?" mata emerald Puput bercahaya begitu melihat sosok sahabatnya kini sedang berdiri di depannya. Sosok yang selama ini dia cari-cari dan selalu berusaha dia selamatkan.


"Benar Put… Aku Jis… Sekarang ikutlah denganku, yang lainnya sudah menunggumu. Kita akan menyelesaikan ini semua bersama… Kemarilah Put." Kata Jis sambil menjulurkan tangannya pada Puput, berharap gadis itu mau menerima uluran tangannya dan ikut bersamanya.


"Jis.... " Puput masih terdiam dan tak percaya dengan semua ini. Perasaannya saat ini benar-benar bahagia. Puput mulai melangkahkan kakinya untuk menghampiri Jis, tapi sebuah hentakan tangan menghentikan langkahnya.


Grep…


Sebuah genggaman erat ditangannya menghentikan langkah Puput. Begitu dia menoleh ke arah sampingnya ada Joker yang sedang memegang erat tangannya, dan pegangan tangan itu semakin menguat.


"Joker… " Puput menatap lekat Joker yang kini tengah menatapnya penuh misteri. Entah mengapa, tapi Puput merasa sikap Joker saat ini seolah ingin mengatakan kalau dia tidak ingin Puput pergi dari sisinya.


"Ada apa Put? Ikutlah denganku... " Jis kembali meminta Puput untuk ikut bersamanya.


"Maaf Joker… Aku harus pergi… Jis sudah ditemukan." Puput akhirnya melepaskan genggaman tangan Joker darinya dan dia melangkah pergi menjauhi Joker.


"Teman-teman, kalau kalian ingin ikut bersamaku, ayo kita pergi bersama-sama." Kata Jis yang juga membujuk para pemain yang lain. Akhirnya satu-persatu para pemain mengikuti Jis dan meninggalkan Joker. Bersamaan mereka menghilang ke dalam portal. Joker tidak melakukan apa-apa, dia hanya melihat kepergian mereka.


.


.


"Masih ada Daniel, aku belum gagal." Jawab Joker singkat tidak mempedulikan seringai mengejek yang ditunjukkan Zuna kepadanya.


Queen heart castle...


.


.


"Yumi! Syukurlah kau sudah kembali! Eh, mana yang lain?" tanya Lisa dengan perasaan setengah bingung tapi senang karena Rere sudah kembali, itu berarti Sun dan kawan-kawan juga kembali. Tapi anehnya dia tidak melihat siapa-siapa di belakang Rere.


"Ceritanya nanti saja! Sekarang kita harus sembuhkan Anna dan yang lainnya dulu!" balas Yumi sambil memegang botol obat penawar yang sebelumnya sudah diberitahu oleh Arkhan. Dengan tergesa dia menghampiri Anna dan yang lainnya.


Yumi meneteskan cairan berwarna putih itu ke Anna, Tomi dan juga Queen Marie yang membatu. Dia berdoa semoga penawar racun yang dipilih Arkhan itu benar dan berkerja. Lisa, Erik dan juga Alice ikut berdoa semoga penawar racunnya berhasil. Ternyata doa mereka terkabul, obat itu benar-benar bereaksi. Secara perlahan tubuh Anna, Tomi dan juga Queen Marie kembali seperti semula.


"Syu-syukurlah!" jerit Yumi dengan senang melihat ketiga temannya kembali ke bentuk semula.


"HOREEEE!" Lisa, Erik dan juga Alice ikut berteriak senang sambil melompat.


"Ka-kami kembali! Hahahaha, kami kembali!" jerit Anna dengan senang sambil melihat dirinya sendiri yang benar-benar sudah tidak membatu lagi.


"Kupikir aku akan jadi batu selamanya!" kata Tomi yang juga ikutan merasa lega.


"Tapi… Kalian jangan senang dulu… Michael dan yang lainnya tertangkap oleh execute staff… " kata Lisa memberitahu kejadian mengenai Michael dan yang lainnya.


"Aku juga membawa kabar tidak baik… Sun, Arkhan, Reza, Kaze, Rere, Kisa, Rika dan Ryu… Mereka semua juga tidak tau bagaimana… Di tengah jalan saat kami hendak menuju kemari, kami dihadang… " kata Yumi yang juga menceritakan apa yang terjadi dengan yang lainnya. Wajah mereka semua kini tertunduk lesu.


"Jangan khawatir! Masih ada Puput dan Joker! Mereka pasti bisa melakukan sesuatu!" kata Lisa berusaha untuk menghibur yang lainnya kalau masih ada harapan.


"Maaf mengecewakan tapi sepertinya Puput dan yang lainnya juga pergi mengikuti Game master." Kata Joker yang tiba-tiba muncul seorang diri. Tentu saja hal ini membuat Lisa dan yang lain kebingungan apa maksud dari ucapan Joker barusan.


"Apa maksudmu? Puput dan yang lain ikut Game master?" tanya Anna heran dan penasaran.


"Game master adalah Jis, teman yang selama ini kalian cari. Kalau kalian ingin mengikuti Puput kalian boleh pergi mengikutinya." Kata Joker yang sepertinya menawarkan pemain yang tersisa untuk memilih kembali, tetap bersamanya atau ikut dengan Game master.


"Kau serius? Game master adalah Jis?" tanya Anna hampir tak percaya, mulutnya sekarang ternganga lebar.


"Sekarang terserah kalian mau mengikuti yang mana." Balas Joker yang segera bersandar pada salah satu pilar diruangan itu sambil memainkan kartu. Anna dan yang lainnya langsung saling pandang seolah saling menanyakan keputusan masing-masing apa yang harus mereka lakukan.


Heroes Village...


.


.


"Ha-hampir saja aku menjadi fosil di dalam sana!" kata Rika yang berhasil meloloskan diri dari reruntuhan goa itu berkat bantuan Riki yang ternyata tanpa terduga ada disana dan menyelamatkannya kabur dari sana.

__ADS_1


"Kau benar-benar gila, dari dulu selalu menantang bahaya! Beraninya kau menantang Pak Chandra." Kata Riki yang geleng-geleng kepala melihat sikap Rika yang sama sekali belum berubah itu. Setiap ada tantangan baru pasti akan dicobanya, termasuk menantang Chandra.


"Kau juga tak berubah dari dulu, masih cerewet!" celetuk Rika yang sepertinya menyindir Riki. Riki hanya mengernyitkan alisnya.


"Harusnya kau berterima kasih padaku, karena aku sudah menolongmu tadi. Kalau tidak ada aku mungkin kau sudah menjadi fosil di dalam!" sambar Riki sambil sedikit menyeringai begitu dilihatnya wajah Rika berubah masam.


"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada disini? Apa kau sengaja membuntuti kami dan berniat untuk menyerang kami?" tanya Rika curiga sambil berdiri dari posisi duduknya barusan.


"Jangan asal menebak! Aku disini bersama dengan Guru Arjuna… Kami bertemu di dalam perjalanan dan kami bertualang bersama untuk mencari jejak Jis." Balas Riki yang sedikit tersinggung dengan tuduhan Rika.


"Lalu kemana sekarang Pak Guru Arjuna?" tanya Rika celingukan berusaha mencari-cari sosok pria berambut putih panjang itu.


"Ah, dia sedang mengejar seseorang, nanti juga dia kembali." Balas Riki yang langsung duduk santai di salah satu bangku tempat peristirahatan di heroes village (di desa ini memang disediakan tempat persinggahan untuk para petualang di dalam game).


.


.


.


"Aku tentu saja tetap bersama Joker… Biar bagaimanapun dia adalah NPC pair-ku." Kata Queen Marie yang sudah sangat jelas memihak pada Joker apapun yang terjadi.


'Apa benar Game master itu Jis… Tapi Joker juga tak mungkin berbohong, buktinya Puput dan yang lain benar-benar tidak ada.' Batin Anna sambil berpikir keras untuk mengambil keputusan apa yang harus dia ambil.


"Aku akan ikut dengan Game master. Ann kau juga ikut, kan? Anna? Anna!" jawab Tomi sambil setengah mendorong-dorong Anna yang tengah melamun.


"E-eh… I-iya ta-tapi… " jawab Anna gelagapan karena kaget.


"Tenang saja, aku tidak akan memaksa kalian untuk tetap bersamaku." Balas Joker dengan kalem.


"Ayo kita pergi Ann!" kata Tomi yang langsung mengajak Anna pergi untuk kembali ke tempat Game master yang kini sudah diketahui sosoknya sebagai Jis. Anna yang bingung akhirnya mengikuti Tomi, mereka berdua pergi meninggalkan Queen heart castle.


.


.


.


"Hai-hai! Apa sudah lama menunggu?" sapa Arjuna yang mendadak muncul bersama dengan Rey.


"Lho? Rey, kok kau bisa disini?" tanya Rika kaget melihat Rey yang sedang dibawa Arjuna dengan keadaan tangan terikat.


"Kami kebetulan bertemu dengannya diperjalanan, entah apa yang mau dia lakukan. Tindakannya sangat mencurigakan, makanya aku bawa saja dia ikut denganku." Kata Arjuna menjelaskan pertemuan tak sengajanya dengan Rey dan sekarang anak itu berada dalam keadaan terikat.


"Lalu kenapa harus di ikat segala?" tanya Rika sedikit bingung kenapa harus di ikat segala.


"Saat kami mencoba menghampirinya anak ini mencoba untuk kabur, jadi ya, aku ikat saja." Balas Arjuna sambil setengah tertawa.


"Tapi kok kau cepet banget ya bisa nongol disini? Jarak dari Queen heart castle sampe kesini lumayan jauh, kan?" tanya Rika sedikit mencurigai Rey yang sepertinya bisa cepet banget pindah tempatnya.


"Teleport ticket bodoh! aku punya teleport ticket sepuluh lembar!" jawab Rey sambil berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tapi usahanya gagal. Rika cuma ber'oooooh' ria mendengar jawaban Rey. Maklum dia gak punya teleport ticket dan lebih terbiasa bertualang jalan kaki sama Hery sambil cari mangsa buat player versus player.


"Lupakan soal itu. Rika bukannya kau berniat untuk kembali ke Queen heart castle?" kata Riki yang mencoba meluruskan pembicaraan mereka yang sempet melenceng.


"Benar juga! Semoga Sun dan yang lainnya sudah sampai disana!" kata Rika yang kembali bersemangat, tampak jelas matanya berapi-api. "Eh, gimana caranya? Dragon cave udah ketutup batu, kan… " sambung Rika langsung lemes, api-api dimatanya padam mendadak.


"Tenang saja, bukankah Rey punya teleport ticket yang bisa dia bagikan untuk kita? Iya, kan. Rey?" kata Arjuna sambil melirik Rey yang kini berwajah masam, mungkin sekarang dalam hatinya dia sedang merutuki dirinya sendiri yang terlalu banyak bicara tadi.


"Tunggu apalagi? Ayo cepat kita berangkat!" ucap Rika kembali semangat empat lima.


Queen heart castle...


.


.


"Bagaimana dengan kalian bertiga?" tanya Joker pada Erik, Yumi dan Lisa yang masih terdiam di tempatnya. Sesaat tampak jelas kebimbangan di wajah Erik maupun Lisa dan juga Yumi, ketiganya hanya bisa saling pandang dengan tatapan bingung.


"Aku akan tinggal disini… Siapa tau kakakku kembali kemari… " jawab Erik dengan wajah setengah merunduk untuk menyembunyikan rasa keraguannya.


"Kurasa aku juga akan disini… " jawab Lisa yang ternyata ikut memutuskan untuk tinggal bersama dengan Joker. Jujur dia jadi merasa simpatik dengan NPC 'aneh' itu.


"Aku juga sama... " timpal Yumi yang juga lebih memilih untuk tetap tinggal.


"Lalu Joker, apa kau punya rencana?" tanya Queen Marie menanyakan tindakan yang akan dilakukan Joker setelah ini.


"Aku akan mencari Puput dan pergi ke tempat Game master." Jawab Joker dengan mantap.


"Kalau begitu kami ikut!" samber Rika yang sudah muncul bersama dengan Arjuna, Riki dan juga Rey yang terpaksa diseret oleh Arjuna.


"Rika!" Yumi sangat senang melihat Rika yang ternyata selamat dan berhasil lolos dari Chandra.


"KAKAK!" Erik yang melihat Rey segera berlari menghambur memeluk kakaknya. Yah, walaupun dia sering meledek kakaknya itu tapi dia sangat sayang sama sang kakak.


"Lalu dimana Sun dan yang lainnya?" tanya Yumi yang melihat kalau Sun dan yang lain tak ikut bersama Rika.


"Tampaknya Sun beserta yang lain juga tertangkap." Kata Riki menduga-duga, pasalnya Sun belum tiba sampai detik ini juga.


"Kalau begitu ada kemungkinan Wahyu dan Rumi juga tertangkap... Mereka pergi lebih dulu dari kita tapi sampai saat ini belum muncul juga... " kata Yumi yang juga merasakan Wahyu dan Rumi juga sudah di tangkap.


"Makanya kita harus ke tempat Game master! aku yakin mereka semua ada disana!" celetuk Rika penuh napsu menggebu. Dia yakin sekali tertangkapnya teman-teman mereka karena ulah Game master (disini Rika dan yang lain belum tau kalau Game master adalah si Jis).


"Kalau kau mau ke tempat Game master ikut sertakan kami juga!" kata Riki yang detik itu juga memutuskan untuk ikut bersama Joker. Rasa penasarannya semakin besar.


"Kurasa aku bisa membantu kalian untuk sampai kesana." Balas Arjuna yang sepertinya dia bisa mengantarkan Joker dan yang lain ke tempat Game master dengan cara cepat.


Apa yang akan terjadi nanti di tempat Game master? Lalu bagaimana keadaan Puput dan juga yang lainnya?.

__ADS_1


__ADS_2