
"hoam.... udah subuh ternyata" kini adel bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi kebiasaan adel itu mandi subuh sebelum sholat lalu kembali tidur.
...jam 6.30...
"kring...kring... kring..." suara ararem adelia
"hemmm udah siang lagi"
kini adel mencuci wajangnya lalu memakai skincare rutinnya dan merias wajahnya.
"tok..tok.. del.. adel"
"iya ka ada apa"
"buruan turun sarapan dulu bentar lagi kita kepemakaman"
"iya ini juga mau turun kok"
"kakak duluan ya"ujar andre"
tidak lama setelah andre turun adel pun turun dengan rambut terurai dres hitam yang menutupi lutut dan di sempurnakan dengan sepatu hels 5 cm berwarna senada dengan dresnya yang terkesan dewasa, peminim namun elegan.
kini adel bergabung di meja makan dengan mamah dan kakaknya.
stelah mereka sarapan mereka langsung pergi ke tempat makam papahnya, lalu mereka kembali lagi kerumah dan melakukan tradisi makan makan.
setelah makan makan andre langsung keluar rumah karna ada keperluan
dan tidak lama kemudian bel berbunyi.
"biar adel yang liat ya" kini adel pergi menuju pintu utama untuk memeriksa siapa yang datang, setelah membuka pintu adel terkejut melihat siapa kedatangan tamu tersebut.
__ADS_1
"om uchi, tante itou" dentan nada terkejut
"iya sayang, kamu udah besarnya dan makin cantik " puji itou kato (ibu tomo)
"adel gini gini aja tan hehehe"jawab adel malu
"siapa del?"tanya Rina (ibu adel)
"ini ma..."
"yaampun del kenapa gak disuruh masuk"
"maaf ya jeng, mas, ayo masuk kalian pasti kepanasan"ajak Rina (ibu adel)
"gak apa apa kok jeng tadi keaaikan ngobrol sama adel"
kini mereka berada di ruang tamu sedang asik ngobrol
"eee jeung sebenernya kita kesini ada maksud tertentu" itou kato (ibu tomo) teringat dengan maksud kedatangannya
"jadi gini rin dulu sebelum alm. suami mu meninggal kita bersepakat untuk menjodohkan adel sama anak bungsu ku" jelas uchi kato (ayah tomo)
"wah bagus dong mas itu bisa mempererat persaudaraan kita"
"kamu bagai mana del?" tanya Rina (ibu adel)
"kalo emang itu wasiat dari papah kenapa enggak mah, karna adel belun bisa berbakti dan mudah mudahan dengan ini memberikan kenahagiaan kepada mamah papah. asalkan kalian senang adel setuju setuju aja. jelas adel
"ya ampun om memang tidak salah memilih menantu, adel sangat sayang sekali kepada mamah papahnya" ungkap uchi kato (ayah tomo) dengan bangga
"iya dad, mom senang sekali " jawab itou kato (ibu tomo)
__ADS_1
"kreng... kreng...." suara telpon itou kato (ibu tomo)
"siapa mah?" tanya uchi kato (ayah tomo)
"tomo dad"
"moshi..moshi"
"mom, aku baru jalan ke lokasi tapi macet" jelas tomo bagaimana tidak macet karna ini hari sabtu yaitu hari orang orang bebas dari kerjaannya
"iya gapapa mom ngerti, hati hati ya"
"iya mom gomen ne"(gomen ne:maaf ya )
"ie"(gapapa)
"mom apa katanya" tanya uchi kato (ayah tomo)
"ini pah tomo ngasih tau kalo dia sedang perjalanan kesini tapi kejebak macet dan bakalan telat datangnya" jelas itou kato (ibu tomo)
"jeng tomo nya juga bakalan kesini" tanya Rina (ibu adel)
"iya jeng, oh iya belum ngejelasin tentang tomo, jadi gini jeng tomo itu yang ngurusin perusahaan disini jadi dia udah lumanyan lama disini"jelas itou kato (ibu tomo)
"oh gitu ya jeng, jadi gak sabar pengen ketemu sama calon menantu" jawab Rina (ibu adel)
"ting..tong...."suara bel rumah
"nah itu pasti anak saya jeng, saya liat dulu ya jeng"
"gak usah tante biar adel aja"pinta adel
__ADS_1
"yaudah sana del kamu bukain pintunya "ucap Rina
adel menuju ke pintu utama lalu membukanya dan melihat punggung laki laki yang tinggi berdiri tegak dan gagah yang memakai celana jens hitam, t streat putih lengan pendek cream dan di lengkapi snekers hitam.