
"Jadi kalian saling kenal?"lanjut lucky bertanya
"Bukan kenal aja tapi kami ini Adek kakak" jawab Melvin
"Oh pantesan wajah kalian rada mirip"gumam lucky
.
.
.
.
"Oh ya ini semua dokumen yang diminta"ucap Melvin sambil menyerahkan dokumen
"Oh ya thanks ya" ucap lucky
"Kalau begitu saya pamit dulu ya"ucap Melvin yang berdiri
"Lah cepet amat kak?" Tanya Yuki
"Iya dek, lagi banyak urusan, ayah lagi ngurus perusahaan yang di canada"jawab Melvin yang mengulurkan tangan pada lucky yang langsung disambut oleh lucky.
__ADS_1
"Duluan ya"ucap Melvin yang melangkah keluar cafe
"Iya/ya" ucap Yuki dan lucky bersamaan
Setelah kepergian Melvin, Yuki dan lucky pun juga bergegas untuk tujuan mereka selanjutnya yaitu ke warteg milik Mpok juminten, sesampainya disana.
"Mpok nasi kuning 3 porsi sama jus alpukat 3 ya" ucap Yuki sambil berjalan ke meja yang di duduki oleh lucky.
"Iya neng Yuki" ucap Mpok juminten selaku pemilik warteg
"Ki, lu kok mesen 3 porsi? Kan kita cuma berdua?" Tanya lucky bingung
"2 nya buat gua" jawab yuki santai
"Boleh kok, siapa bilang gak boleh?"ucap Yuki dengan wajah songong nya yang minta di tampol.
"Dokter lah, lu kan 3 hari lagi bakalan berangkat Ki, emang boleh lu berangkat dengan keadaan sakit?!"ucap lucky dengan muka nyolotnya
"Udah lah, gua gak akan sakit kalo sekedar makan nasi kuning 2 porsi"ucap Yuki santai
"Ni anak dibilangin gak bisa ya, serah lu dah Ki, ntar kalo lu sakit disana gua gak peduli huh...."ucap lucky sambil memalingkan wajahnya
"Oh ya Ki, emang gak bisa ya keberangkatan lu dibatalin? Gua khawatir Ki kalo lu disana nanti gak ada yang jagain, apalagi lu disana bakalan berjuang sendiri, dan Ki gak ada yang pernah kembali setelah pergi kesana" lanjut lucky sambil memandang sendu Yuki.
__ADS_1
Yuki yang menyadari jika lucky sangat mengkhawatirkan dirinya pun langsung menggenggam tangan lucky.
"Ky, dengerin gua kalau pun nanti gua gak bisa kembali dari sana setidaknya gua gak buat orang yang gua sayang dalam bahaya dan kalau pun nanti gua kembali, keadaan nya mungkin juga udah beda, mungkin gua juga udah bukan Yuki yang lu kenal jadi nanti pas gua pergi, gua mohon, tolong jaga semua orang yang gua sayang" ucap Yuki sambil memegang erat tangan lucky dan diiringi dengan senyuman.
"Gua bakalan berusaha buat jagain orang yang lu sayang Ki"ucap lucky dengan air mata yang ia tahan sejak tadi
Belum sempat Yuki menjawab, pesanan mereka sudah datang dan lucky juga tak menyangka kalau yang mengantar pesanan mereka adalah Popon si anak pendiem yang lucky kenal.
"Loh pon lu kok disini?lu gak sekolah?"tanya lucky yang masih dengan mata berbinar karna lelehan air mata, sedangkan Yuki merasa bersyukur atas kedatangan anak yang tidak dikenalnya itu.
"Lagi males"jawaban singkat yang sering didengar oleh lucky dan Popon pun juga berjalan kembali ke arah tempat ia muncul tadi
"Lah kan bener kata gua Ki, kalo Mpok juminten tuh ibunya si popon"ucap lucky dengan cengirannya dan dibalik cengirannya ada rasa sedih dan lucky harus menyembunyikan agar Yuki tidak merasa terbebani olehnya.
"Ya ampun lu random banget si ky"ucap Yuki sambil tersenyum manis
"Yaudah yuk dimakan nasi kuningnya ky, ntar kalo kelamaan keburu dingin"lanjut Yuki sambil meraih 2 porsi nasi kuningnya.
Yuki dan lucky pun langsung menyantap nasi kuning milik mereka masing masing.
"Eh Ki ini kok enak banget sih, gua ketagihan jadinya"ucap lucky sambil menutup mulutnya tak percaya
"Kan apa gua bilang, lu pasti bakalan ketagihan makannya, makanya lu banyakin makan di warteg, jangan direstoran mulu"ucap Yuki
__ADS_1
"Gua juga ingin banyakin makan di warteg ki tapi ayah gua tuh anti banget kalo gua makan di warteg huhu...."ucap lucky sambil makan nasi kuning miliknya