
Sudah beberapa bulan ini aku memutuskan untuk menjadi driver ojeg online supaya bisa mendapatkan uang jajan lebih.
Biasanya aku mengambil orderan di sela-sela jadwal kuliahku atau setelah aku menyelesaikan semua jadwal kuliahku dan aku gak pernah mau narik malam hari karena selain riskan aku juga takut kegiatan itu akan mengganggu kesehatanku, cuma kali ini karena hari libur dan teman-temanku juga pada gak bisa diajak nongkrong malem-malem aku yang bosan akut ini memutuskan untuk mencoba mengambil orderan di malam hari.
Setelah mengantar penumpang pertama aku berhenti di sebuah mini market untuk membeli minuman sambil menunggu orderan selanjutnya, waktu itu baru pukul sembilan malam dan aku berencana untuk ngambil orderan sekitar dua sampai tiga orderan lagi.
Tringg...
"Akhirnya ada orderan masuk juga." Gumamku sambil melihat titik jemput penumpang yang ternyata berlokasi di mini market tempatku berada.
Aku menghabiskan minumanku dengan cepat sambil mengirim pesan kepada si penumpang untuk memberitahu bahwa aku sudah ada di lokasi dan menanyakan keberadaannya.
"Mas.." Panggil seorang wanita dengan pakaian serba merah dan selendang merah kepadaku.
"Eh mba pesen ojeg online?" Tanyaku.
"Iya."
__ADS_1
"Yang ke jalan tubagus?" Tanyaku lagi memastikan.
"Iya."
"Oh iya mba, mari mba." Aku menggunakan helm dan memberikan helm penumpang kepada mba itu lalu segera melajukan motorku ke titik pengantaran.
~
Setelah mengantarkan mba yang berpakaian serba merah itu entah kenapa aku merasa sangat malas dan ingin sekali pulang ke kosan, akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan sesampainya di kosan aku melihat ada selendang merah yang tadi di pakai oleh mba itu ada di atas jok motorku.
"Lah kenapa ini ada disini? Kok bisa sih gak terbang?" Gumamku bingung sambil sedikit bergidik.
~
"Permisi..." Salamku ketika sudah ada di depan rumah tempat si perempuan berpakaian merah itu turun kemarin malam.
"Eh iya mas, maaf cari siapa ya?" Tanya seorang laki-laki seumuranku yang keluar dari rumah itu.
__ADS_1
"Hmm ini mas, kemarin penumpang saya meninggalkan selendangnya di motor saya." Kataku sambil menyodorkan papper bag yang berisi selendang itu.
"Loh terus kenapa di kesiniin?" Tanyanya tanpa mengambil papper bag yang aku sodorkan.
"Loh kan orangnya turun dan masuk ke rumah ini mas."
"Saya disini tinggal sendirian mas, cuma sama yang kerja dan kemarin karena libur gak ada yang keluar rumah apalagi yang datang." Jawabnya membuatku semakin bingung, aku menatap rumah di depanku takut kalau aku salah rumah, tapi seingatku bener ah rumahnya.
"Kemarin malem mas jam sepuluh.an saya nganterin perempuan mas kesini, baju, sepatu, tas dan selendangnya merah semua mas, saya juga liat dia masuk kok ke dalam rumah ini dan saya yakin saya gak salah rumah mas. Riwayat pengantarannya aja masih ada di aplikasi saya." Jelasku ngotot, aku memandangi wajah laki-laki di depanku menjadi pucat entah karena apa, dia mengambil papper bag yang masih berada di tanganku dan melihat isinya.
Laki-laki itu menjatuhkan papper bag dan selendangnya ke tanah dengan wajah ketakutan.
"Mas kenapa?" Tanyaku bingung.
"Itu mas, itu milik almarhum pacar saya.." Katanya terbata-bata, membuatku seperti tersambar petir.
"Be..Berarti maksud mas kemarin malam saya nganterin.." Tanyaku tak kalah takutnya.
__ADS_1
Pantes selendangnya gak terbang di atas jok.ku...