
Saat ini aku tengah mengalami hal aneh atau mungkin mimpi atau juga sebuah film? Oh tidak ini adalah kilas inggatan tapi siapa atrus kenedy ,dodol nama udah kaya leon si poni lempar dari RE4.
Dan >Detak< Suara bunyi jantung yang begitu kuat terus aku pun membuka mata sambil kejang kejang karna kilas inggatan yang tadi ku tonton kini mulai masuk kedalam diri ku dan aku pun berdir dengan susah paya sambil sesekali menabrak berbagai hal dan peralatan di sekitar hany untuk pergi ke sudut ruangan yang ada tempat sampah nya dan >Buaeee< muntah!! ,Suster yang tengah lewat dan melihat keadan ku pun mendekat terus membantu dan menidurkan diri ku lagih ke kasur.
Sambil menarik nafas suster bicara "Oke nak atrus kenedy istirahat lah makanan akan datang" Ucap senyuman nya ,Melihat sosok suster tersebut pergi aku memandang tangan dan menatap kaca akan keadan diri ku "Sialan emang ternyata aku mati dan masuk kedalam tubuh anak bernama atrus kenedy Dan kenapa ngga leon ajah sekalian" Ucap ku sambil menyentuh kening terus mengusap nya atau memberi pijatan agar rasa pusing kepala ini agak mereda.
Pengantar makanan datang menaruh tersenyum dan pergi ,Melihat makanan yang begitu lezat sekaligus perut ku lapar aku pun mulai makan dengan lahap ya walau semua makanan ini rata rata jangfood tapi bagi ku yang lapar ini luar biasa enak ya walau kalau di tanya apa akan memakan makanan yang sama aku si ngga ya.
__ADS_1
Merasa kenyang dan merasa bosan aku pun mulai keluar kamar untuk berjalan jalan karna dalam inggatan tubuh ini seharus gua tinggal di salah satu kota dengan tingkat kejahatan yang tinggi "Gotham city" Gumang ku sambil menatap petugas kesehatan lalu lalang dan pasien serta beberapa anak anak juga dan aku pun sampai di pintu keluar menarik nafas aku keluar menuju kesebuah kota fiksi di komik DC.
Keluar dari bangunan rumah sakit bernama 'Hospital Wayne interpraise' Aku cukup kaget karna melihat suasana sekitar yang begitu hidup dengan mobil lalu lalang sepeda orang orang dan pedagang kios sampai gerobak di sanah sinih dan tentu nya polisi gang dan beberapa berandalan di sekitar ,Merasa antusias di salah satu kota ikonik dalam komik batman aku pun mulai berjalan jalan sambil menatap terpukau akan jenis kehidupan di tempat ini "WOW" Hanya bisa terucap kalimat itu.
Saat aku berjalan jalan aku pun mendengar teriakan dan bunyi aneh dari arah kiri sampai terlihat seorang wanita? Memakai pakaian gotik dan heboh dengan satu set pakian ketat ping serta tempelan manik manik warna warni terus hiasan badut oh itu harley Quiin yang tengah di kejar oleh detektip rene montoya? Entah lah aku lupa nama nama karakter di DC komik toh lagi pula banyak banget.
Karna terlalu banyak berfikir aku pun di tabrak dan terjatuh harley quiin berheti menatap ku dan membuat pose tangan berdoa "Maaf boy bibi harley pergi dulu good baye" Ucap nya lirik kebelakang dan pergi dan detektip montoya pun berhenti di depan sambil terengos engos dan mentap ku sambil mengulurkan tangan nya "Hari yang sial ya dan TUNGGU AKU KAU QUIIN SIALAN" Berteriak Setelah menbantu dan kembali mengejar Harley dan aku hanya mengelengkan kepala.
__ADS_1
Sore hari kemudian aku kembali ke Hospital walau sempat di marahi oleh suster dan doker yang cemas aku hanya bisa meminta maaf terus kembali ke kanar ku sambil berfikir (Apa yang harus ku lakukan setelah ini) Pikir karna ini DC man ayo lah dunia di mana pahlawan super ,Penjahat super meraja lela di mana mana bahkan ancaman kelas kosmik pun ada.
Menghela nafas aku hanya bisa menatap jam di ding ding baru lewat 17:34 ,Ketukan aku pun menoleh kearah pintu masuk dan terbuka memperlihat kan se sosok lelaki tua mengunakan setelan pakian kepala pelayan dan dia alfred penyiwork ,Aku terkejut menatap kedatangan salah satu anggota bat family ini.
Setelah Alfred masuk terus menatap ekspresi keterkejutan anak di depan nya alfred mengangkat alis nya dan anak tersebut terbatuk "Maaf mungkin anda salah kamar tuan" Ucap anak tersebut dan alfred tersenyum "Salam kenal tuan atrus kenedy nama saya alfred penyiwork kepala pelayan dari biliyuner bruce waye sekaligus pemiliki rumah sakit ini ,Dan kedatangan saya di sinih untuk memberikan konpensasi atas tragedi yang anda alami" Ujar nya dengan nada lembut yang membuat ku atrus tercengang (Ha bruce alias batman memberikan ku konpensasi atas teragedi kematian orang tua tubuh ini, Iya tunggu dulu sejauh ku inggat orang tua tubuh ini di bunuh oleh the joker saat kami sedang makan malam jadi mungkin sajah bruce alias batman merasa bertangung jawab karna tak bisa menyelamatkan orang tua ku) Pikir ku dan menatap kerah alfred.
Alfred yang di tatap bicara "Tuan kenedy wayne interprais kami siap mengabul kan permintan apapun anda dan bahkan uang milyaan pun" Ucap alfred tegas dan aku pun merasa aneh (Oh terdengar seperti ujian apa batman sedang menguji ku tapi untuk apa eh Biar ku berikan satu lelucon pada mu) Pikir ku dan bicara "Tuan alfred sejujur nya aku hanya inggin tinggal dengan seseorang yang bisa ku percaya dan mampu mengurus ku mengahari ku ,Dan aku sangat tak inggi keasrama sekolah atau pun kepanti asuhan" Ucap ku dengan nada berat dan alfred bicara "Jika begitu apa kah anda inggin di adopsi?" Tanya nya.
__ADS_1
Dan aku buru buru mengelengkan kepala "Sejujur nya tuan alfred aku punya teman bernama jason tood yang bercerita kalau Panti asuhan Di adopsi dan tinggal di asrama merupakan neraka karna jason sering di bully ,Siksa dan tak di beri makan yang membuat nya harus tinggal di jalan, kadang aku mengajak nya makan dan tinggal sebagai seorang sahabat ,Oh dia juga pernah bercerita kepada ku bahwa jason mencuri ban mobil batman dan di bawa batman kesuatu tempat ,Sampai beberapa bulan kemudian jason tak mengunjungi ku lagih Seolah olah jason sudah MATI" Ucap ku tapi di bagian kata mati aku menekan nada yang terdengar begitu menyedihkan.
Alfred menganguk dari suasana menyedih kan dan mendekat kearah ku "Nah tuan kenedy kalo begitu apa yang kau inggin kan" Tanya alfred tapi atrus bisa melihat tampang sedih dari akting tegar nya alfred "Tuan alfred apa anda masih memiliki lowongan?" Tanya ku dan alfred bersaman dengan bruce di jalur komunikasi berteriak "APA".