Pelayan Tambahan DC

Pelayan Tambahan DC
Keahlian akting.


__ADS_3

Datang keruangan gym aku mengikuti **** ke ring yang biasa nya di pakai buat sparing tinju kecil kecil an antar robin dan batman "Ok silakan pilih sarung tinju nya sesuka mu" Ucap **** sambil memilih warna biru aku "Tak ada ukuran yang cocok jadi pakai perban sajah ya" Ucap ku dan **** menganguk.


Mengambil perban dan aku lilitkan di tangan sampai bagian tangan ku tertutup oleh perban "Mari mulai" Sebut ku sambil memasang pose silat standar di mana tangan kanan di ulurkan ke depan bersaman kaki kanan sementara tangan kiri serta kaki kiri hanya ku gerakan tiga senti dari posisi nya dengan serius menatap ****.


Melihat mata atrus **** cukup terskesan karna itu adalah mata orang yang telah melalui hidup dan mati ,Saling mentap dan akhir nya atrus bergerak maju sambil menyiapkan bogem mentah tapi setiap tinju mentah atrus terus menerus di hindari oleh **** dengan mudah.


Melihat **** yang selalu sukses (Seperti nya aku terlalu ber bangga dan meremehkan ****) Pikir ku terus mempercepat gerakan tinju ku tapi itu tetap di hindari ,Melihat celah terbuka aku langsung memakai tendangan tekwondo melalui kaki kanan dan kaki ku di tangkap oleh **** "Hey seperti nya kau terlalu bersemangat" Ucap **** dengan nada ejekan.


Aku tak marah malahan tersenyum balik dan kaki kiri ku langsung ku angkat dan ku gunakan untuk melit tangan kanan yang sedang memegang kaki kanan ku dan ku jatuhkan kebawah lantai ring sembari melakukan gaya kuci ala ala semekdown.

__ADS_1


Aku 'Jadi apa anda menyerah" Tanya ku tapi **** malah tersenyum "Maaf aku menang" Ucap **** yang langsung melakukan gerakan akrobatik untuk berdiri semabri aku masih mengunci tangan **** dan malah terangkat juga "Selamat tinggal" Ucap **** lagih sambil melempar ku keluar ring.


Setelah di lempar dan merasakan rasa sakit aku mulai berdiri "Heu bagai mana kalo pertarungan jalanan selanjutnya" Ucap ku penuh percaya diri dan **** bicara "Oke mari ku lihat kemampuan mu itu atrus" Dan **** pun turun dari ring tinji sembari melepaskan sarung tinju nya dan aku juga melepaa perban tangan ku dan kedua nya saling menatap terus maju.


Aku langsung menyiapkan bogem mentah kearah perut **** tapi **** kangsung menangkap bogeman ku tak masalah karna aku langsung menyiapkan tendangan gaya takwondo menuju pergelangan kaki **** tapi itu juga berhasil di hindari "Hey yang benar sajah bukan nya serangan serangan ini tak ada beda nya dengan yang tadi" Ucap **** yang emang aku hanya mengulangi gerakan yang sama seperti di atas ring tadi.


Kedua tangan masih menghantam dengan cepat dan daya pukul yang begitu kuat serta kedua kaki ku juga mulai menyerang secara menendang kearah **** dan kini terlihat kalau kedua tangan dan kaki ku menyerang **** secara bergiliran dan hanya jeda 0.1 detik.


**** yang terus menerus di hantam oleh kedua tangan dan kaki milik atrus pun mulai kewalahan karna sama sekali tak menemukan celah untuk memberikan serangan dan di buat terus menerus bertahan di posisi ini dan akhir nya aku pun mendapatkan momentum dan langsung menghadiah kan perut **** dengan bogem mentah ber level 70 >Debmm< Pukulan tepat di perut.

__ADS_1


**** yang di pukul secara langsung oleh atrus langsung merasa terpana dan tiba tiba terbatuk batuk sambil memegang perut nya dan jatuh kelantai aku yang melihat **** hanya tertegun pun agak panik tapi kini mulai panik tidak AKU PANIK!!! "Ano permisi rumah sakit tolong ada pasien darurat di sinih" Ucap ku lewat telepon dan beberapa menit kemudian ambulan datang dan membawa **** ke hospital wayne.


Sore hari kemudian mobil lemosin mewah tiba di luar hospital wayne dan tim keluar dari mobil masuk kedalam dan beberapa menit kemudian membawa **** masuk kedalam mobil "Nah kudengar sparing nya bagus" Tanya beruce karna merasa lucu di mana **** juga merupakan anak yang selalu didik oleh batman dalam bertarung agar selalu berhasil menghadapi segala macam situasi.


**** "Kau tak akan percaya kalau aku agak lengah dan di pukul dengan keras yang sampai membuat ku tepar" Ucap nya yang penuh rasa sakit di area perut dan tim tertawa "Luar biasa kau kalah oleh anak kecil **** haha" Bicara tim penuh dengan nada bahagia ,Melihat adik di sebelah nya yang begitu bahagia **** pun bicara "Mulai sekarang aku tak akan meremeh kan bocah atrus itu dan bagai mana kalau kita sparing tim sudah lama ya" Ucap **** dengan nada penuh semangat tapu justru tim tak semangat sama sekali karna dia tau kalau dia separing melawan **** itu hanya akan menjadi pemukulan sepihak.


Sampai di kediaman wayne di gerbang depan terlihat atrus dengan wajah sedih dan beberapa koper di sekeliling nya dan saat alfred dan lain nya keluar atrus melangkan kedepan sambil menundukan kepala nya "Maaf kan aku maaf kan aku karna melukai tuan **** maaf kan aku dan aku berjanji untuk berhenti kerja di kediaman wayne dan aku juga akan langsung pergi dari sinih" Ucap ku yang penuh nada sedih dan maaf.


Semua nya melihat atrus dengan tatapan aneh dan **** buru buru bicara "Iya iya tak apa apa koh atrus aku memaaf kan mu ko ini tak di segaja di tambah aku yang meminta mu duluan untuk separing" Ucap **** karan merasa bersalah "Tidak tidak tidak ,Ini salah ku karna memukul tuan **** sebagai imbalan nya aku akan pergi" Ucap ku dengan langsung menyeret kedua koper ku ke gerbang keluar tapi tim dan alfred buru buru menghentikan langkah atrus "Atrus kumohon ini buka salah mu" Ucap tim "Itu benar nak atrus jangan merasa bersalah" Ucap alfred dan beruce pun keluar dari mobil "Atrus tenang lah kami semua memafkan mu plus aku lapar" Ucap beruce simpel dan aku pun berhenti memaksa kan untuk pergi dan menatap semua orang "Terima kasih terima kasih" Ucap ku terus menerus dan semua nya tersenyum dan semua nya masuk kedalam untuk makan.

__ADS_1


__ADS_2